
"Bagaimana ini? Bagaimana jika rekaman itu akan sampai kepada kedua putraku? Aku akan tamat". Ucap Bu Inez penuh frustasi. Ia berada di kamarnya dengan penuh kegelisahan
"Permisi Nyonya. Sejak tadi Nyonya belum makan. Apa nyonya mau saya ambilkan makanan kemari?". Tanya Bi Esin yang tiba tiba berada di ambang pintu kamarnya
"Apa kau sudah tidak mempunyai pekerjaan sampai sampai kau harus mengurusi urusanku hah? Aku makan ataupun tidak, itu bukanlah urusanmu. Sekarang kau pergi dari kamarku!". Jawab Bu Inez penuh penekanan. Tanpa ia sadari, ia sudah menyakiti hati Bi Esin. Padahal, Bi Esin datang hanya untuk menawarinya makan
"Baik. Maafkan saya Nyonya.". Ucap Bi Esin berlalu pergi. Ia menahan rasa sakit di hatinya
Sementara Bu Inez hanya sibuk bergelut degan gundah di hatinya. Ia benar benar sudah tidak bisa mengelola emosinya
......................
Sejak jam kepulangan di pabrik, Felix memang sudah bersiap untuk menemui Berli. Di mulai dari makanan yang ia bawa, dan jam yang sudah ia tentukan, kini Felix sudah berada si rumah wanita pujaan hatinya itu
__ADS_1
"Bagaimana? Kau suka?". Tanya Felix saat melihat Berli melahap makanan itu. Kini Berli tengah memakan simit kesukaannya
*simit adalah roti kering khas Turki
"Tentu saja. Ayo.. Kau coba. Ini enak". Ucap Berli yang menyodorkan simit ke mulut Felix. Mereka tertawa riang. Seolah sepasang kekasih, mereka begitu bahagia saat sedang bersama
"Kali ini. Terakhir aku bertanya padamu. Apa kau mencintaiku Berli?". Tanya Felix yang membuat suasana kembali sunyi. Berli seketika terdiam dari tawanya
"Felix aku.. ". Ucap Berli segan
"Aku mencintaimu Felix.. ". Tambah Berli ragu
Sontak Felix tersenyum keindahan. Darahnya berdesir hebat saat mendengar penuturan wanita pujaan hatinya itu. Ternyata perasaan nya selama ini tidaklah sia sia.
__ADS_1
"Jadi mulai hari ini kau adalah kekasihku". Ucap Felix terseyum
Berli hanya tersenyum mengangguk
Tanpa disadari, sedari tadi David sudah mendengar dan menyaksikan semuanya di depan teras rumah Berli. Ya, sejak tadi Felix dan Berli memang berada di ruangan tamu. Namun karena takut menimbulkan fitnah, Berli sengaja tak menutup pintu rumahnya. Ia membiarkan pintu rumahnya terbuka saat Felix mengunjungi rumahnya.
"Lian.. ". Gumam David yang merasa begitu terpukul mendengar hal itu. Ia benar benar tidak menyangka hari ini akan datang
Seketika ia langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa sempat menemui Berli
"Aku tidak boleh seperti ini. Mungkin Berli bukan jodohku, sebesar apapun aku berusaha jika dia bukan takdirku. Ya.. Inilah akhirnya David.. Akhirnya kau mendengar sendiri bahwa wanita yang kau cintai mencintai orang lain". Ucap David mengacak kasar wajahnya sambil memukul kemudi mobilnya. Ia merasa tak ada lagi yang harus ia perjuangkan. Sontak ia langsung mengemudi dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah Berli.
"Aku mencintaimu. Entah sejak kapan, yang aku tahu.. Aku mencintaimu. Dan akan selalu seperti itu". Ucap Feli seolah tak bosan bosan mengatakan kata cinta pada Berli
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu Felix". Balas Berli penuh senyuman
Kebahagiaan begitu terpancar di wajah keduanya, rasa cinta itu kini sudah terbalaskan. Perasaan dilema itu kini telah usai, karena Berli sudah mengambil keputusan untuk lebih mendengarkan kata hatinya. Felix kini menemukan wanita yang ia cari. Wanita yang membuatnya bangkit kembali, dan kini wanita itu sudah menjadi miliknya.