
"Aditya, apa kau melihat Bu Inez datang?". Tanya David
"Tidak pak, sudah beberapa hari ini sepertinya Bu Inez tidak ke kantor". Jawab Aditya
"Apa Bu Inez belum sembuh juga?. Ah Aditya, apa kau mau menemaniku nanti setelah jam pulang?. Kita akan ke rumah Bu Inez untuk membicarakan hal ini". Ucap David.
David memang selalu memperhatikan perkembangan pabrik, ia memang orang kepercayaan Bu Inez. Tentu David adalah pilihan tepat karena David sangatlah cekatan
"Tentu saja pak". Jawab Aditya sambil tersenyum
"Aku memang tak salah memilihmu sebagai asisten ku". Ucap David sambil menepuk pundak Aditya pelan dan berlalu pergi
'Aku harus melakukan yang terbaik'. Batin Aditya dan langsung kembali mengerjakan pekerjaan nya
......................
"Apa mama baik baik saja di rumah?". Ucap Felix pada dirinya sendiri. Ia kini berada di ruangan pribadinya yang hanya di huni oleh dirinya sendiri
"Halo ma". Ucap Felix yang kini berhasil menghubungi ibunya karena kekhawatiran nya yang tak terbendung
"Iya sayang, apa ada masalah disana?". Tanya Bu Inez di sebrang telepon
"Tidak ma. Felix hanya memastikan mama baik baik saja". Jawab Felix
"Ohh sayang, mama baik baik saja nak. Disini sekarang sangat ramai". Ucap Bu Inez bahagia
"Ramai?, siapa yang datang?". Tanya Felix heran
"Ada anak anak mama yang tampan, Neel dan Adelard. Juga Prianka. Mama sangat senang Prianka tinggal dikota lagi". Jawab Bu Inez di sebrang telpon.
Prianka hanya tersenyum melihat kebahagiaan Bu Inez karena dirinya
"Begitu ya, yasudah. Jika mama baik baik saja, Felix tenang. Felix tutup telpon nya ya ma, Felix pasti segera pulang". Ucap Felix
__ADS_1
"Mama tunggu ya nak". Jawab Bu Inez. Dan langsung menutup telpon nya
......................
"Ani, kau akan pulang dengan Felix kan?". Tanya Laura yang hampir menyelesikan pekerjan nya. Waktu pulang memang sudah dekat
"Aku tidak tahu, aku merasa tidak enak saja selalu merepotkan Felix". Jawab Berli
"Merepotkan apa?, dia kan pacarmu?". Tanya Laura heran
"Kau salah faham Laa, aku bukan pacar nya Felix. Justru dia pacar orang lain". Jawab Berli yang memang belum mengetahui kebenaran tentang status Felix
"Lalu untuk apa dia mendekatimu?". Laura heran
"Aku tidak tahu, bisa jadi kan dia sedang bertengkar dengan pacarnya lalu mencari pelampiasan. Maka dari itu aku tidak yakin". Jawab Berli lesu
"Tapi kau menyukai nya kan?". Tanya Laura membuat Berli tersentak
"Apa sih kau ini". Jawab Berli tersenyum sambil menepis lengan Laura. Laura tersenyum melihat tingkah Berli
......................
"Begitu ya, baiklah.. Hati hati ya sayang, jika kau ada waktu luang, datang lah kesini". Jawab Bu Inez tersenyum
"Baik tan". Jawab Prianka ramah
"Ohh iya, Romi tolong antarkan Prianka ya". Pinta Bu Inez
"Tidak tan, Prianka bisa pulang sendiri. Tidak perlu repot repot Rom". Sahut Prianka
"Tidak, ayo". Jawab Romi. Ia memang tidak keberatan jika harus mengantar Prianka
"Cinta lama bersemi kembali hahaha". Sahut Adelard menggoda Romi
__ADS_1
"Sttt". Jawab Neel menepis lengan Adelard sambil terkekeh. Romi hanya membalasnya dengan senyuman
"Rio........". Rengek Prianka sambil membelelakan matanya
"Baiklah, ayo. Ma, Romi pamit sebentar ya". Ucap Romi mengajak Prianka dan berpamitan pada ibunya
"Pergilah nak". Jawab Bu Inez bahagia
Kedua insan yang saling mengubur perasaan nya itu pun akhirnya bergegas pergi dari ruangan itu.
......................
"Ani, ayo... Aku akan mengantarmu pulang". Ucap seseorang yang menunggu Berli di luar. Ia tak lain adalah Abian. Berli kini sudah keluar dari tempat nya bekerja
"Maaf Abian, aku bisa pulang sendiri". Tolak Berli yang tak lepas dari wanita di samping nya yaitu Laura
"Tapi kenapa?". Tanya Abian penuh penekanan
"Dia akan pulang bersamaku". Jawab seseorang yang baru saja menapakkan kakinya. Siapa lagi jika bukan Felix
Ia menggenggam tangan Berli dan bergegas membawanya ke parkiran. Hanya tinggal Laura dan Abian yang tinggal
"La, maaf...". Teriak Berli di tengah genggaman Felix
"Dahhh". Jawab Laura melambaikan tangan sambil tersenyum. Abian hanya menunduk melihat itu
"Kau harus lebih bersabar lagi Abian". Ucap Berli menepuk pundak Abian
"Terimakasih sudah membantuku". Jawab Abian menatap lekat Laura
"Bukan apa apa... Pulanglah". Jawab Laura tersenyum
"Aku akan mengantarmu, sebagai ucapan terimakasih ku. Ya, anggap saja begitu. Kau mau kan?". Ucap Abian
__ADS_1
"Apa itu tidak merepotkan?". Tanya Laura
"Tidak sama sekali". Jawab Abian tersenyum