DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 94 - Berpapasan


__ADS_3

"Kemana mereka sampai malam begini?. Aku akan menelponnya". Ucap Felix yang sedari tadi menunggu kedatangan Ibu dan Adiknya. Namun tak kunjung datang


"Mama dan Romi ponsel nya tidak aktiv. Dimana mereka sebenarnya....? Kenapa tidak mengabariku". Ucap Felix yang sama sekali tak mendapat jawaban dari mereka


"Tapi Berli pasti sudah menungguku". Gumam Felix bingung


Drttt,,, tiba tiba terdengar suara panggilan masuk dari ponsel Felix.


"Iya, aku segera kesana. Kau tunggu, sepuluh menit lagi aku sampai". Ucap Felix kepada seseorang di sebrang telpon


"Baiklah". Jawab Berli di sebrang telpon


"Jika mereka tak pulang sampai aku kembali ke rumah, aku akan mencarinya". Ucap Felix yang langsung bergegas pergi untuk menjemput Berli.


......................


"Nak.. Prianka sudah tidur, sebaiknya kita pulang. Besok kau kembali kesini untuk menemaninya. Kasihan dia... Dia kelelahan karena menangis seharian". Ucap Bu Inez.


Ia membelai lembut rambut Prianka yang tertidur pulas di sampingnya. Sejak tadi Prianka memang tiba tiba saja terlelap karena matanya begitu berat.


"Iya ma, sepertinya kak Felix juga mengkhawatirkan kita. Ponsel ku low bat, aku tidak tahu kak Felix mencari kita atau tidak". Jawab Romi

__ADS_1


"Iya sayang, kita pulang saja. Apalagi Bi Esin sedang libur. Pasti di rumah sangat sepi. Biarkan Prianka tertidur pulas malam ini. Ini sangatlah berat baginya". Ucap Bu Inez sambil menatap iba wanita cantik itu


"Iya ma, ayo...". Ucap Romi yang segera bergegas pergi.


......................


Tiddd,,,,tidd,,,, tiba tiba terdengar klakson motor dari halaman rumah Berli. Siapa lagi jika bukan Felix


"Ah itu pasti Felix... ". Ucap Berli bahagia dan langsung melihatnya ke luar


"Maaf membuatmu menunggu". Ucap Felix yang pandangan nya tersorot pada prnampilan Berli hari ini


"Kau... Kenapa... Apa ada yang salah?". Ucap Berli heran saat melihat Felix menatap tajam wajah dan penampilan nya. Sontak ia langsung memperhatikan kembali penampilan nya


"Jadi hari hari biasa aku tidak cantik?". Ucap Berli penuh selidik


"Kau cantik. Tapi aku suka melihatmu mengenakan pakaian itu. Kau terlihat manis". Ucap Felix kembali tersenyum


"Ya sudah. Jangan terlalu banyak memujiku, atau aku akan terbang haha". Ucap Berli tersenyum bahagia. Begitu juga dengan Felix


"Felix, kita akan kemana?". Tanya Berli yang kini sudah berada di atas motor Felix.

__ADS_1


"Kau lihat saja nanti". Jawab Felix


"Baiklah.... ". Jawab Berli sambil mengedarkan pandangan nya ke sekeliling jalan raya yang ramai dan indah di soroti lampu jalan


"Ternyata kalau malam begini sangat indah ya... Banyak sekali yang berjalan jalan atau hanya berkuliner". Ucap Berli saat melihat pemandangan di jalan raya itu.


Jalan itu memanglah di penuhi jajanan kuliner. Sehingga suasana disana sangat ramai


"Apa sebelumnya kau tidak pernah keluar malam?". Tanya Felix


"Tidak, aku keluar malam jika pulang bekerja lembur, atau ada keperluan mendesak saja. Dan aku tidak menikmati perjalanan sepulang bekerja. Karena terkadang aku ketiduran di angkot haha. Ya... Biasanya di jam seperti ini aku sudah tidur". Jawab Berli tertawa renyah


"Dasar anak bayi". Ucap Felix terkekeh


"Tidak...". Gerutu Berli sambil mengerucutkan bibirnya


'Bukankah itu Felix?, dengan siapa dia?'. Batin Bu Inez saat mobil nya tak sengaja berpapasan dengan motor Felix di jalan itu. Sementara Romi yang fokus menyetir tak menyadari hal itu


"Ada apa ma?, mama terlihat cemas". Tanya Romi yang melihat ibunya tiba tiba terdiam


"Tidak sayang... Mama hanya lelah". Jawab bu Inez mengembalikan suasana

__ADS_1


'Siapa wanita itu?, apa dia yang di maksud Felix?, kenapa aku merasa sangat familiar saat melihatnya'. Batin Bu Inez gusar memikirkan yang baru saja di lihatnya


__ADS_2