DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 107 - Kecelakaan


__ADS_3

"Abian, coba lihat itu... Terjadi kecelakaan di depan sana. Ayo, kita harus menolongnya". Ucap Berli panik saat melihat seorang pria tergeletak di aspal, namun sama sekali tidak ada yang menolongnya karena jalanan saat itu sedang sepi


"Iya, baiklah". Ucap Abian yang bergegas menepikan motornya untuk menolong


"Kau tidak apa apa kan? Ayo.. Aku akan membantumu.. ". Ucap Berli yang sontak mendekati pria yang tergeletak karena kecelakaan itu


"Hmmm". Gumam pria itu yang hampir tak sadarkan diri. Kepalanya kini berlumuran darah karena membentur aspal. Wajahnya yang memar membuat khawatir siapa saja yang melihatnya


"Abian, kita harus segera melarikan nya ke rumah sakit. Kau carikan mobil umum untuk mengantar kita. Biar aku yang menemaninya, kau susul kami menggunakan motormu ya". Ucap Berli yang begitu panik


Dengan segera Abian langsung mencari mobil tumpangan atau mobil umum untuk bisa membantunya


"Berli, ayo... Naiklah, kau temani dia, aku akan menyusul menggunakan motorku, kita bertemu di rumah sakit. Biar motor miliknya, aku amankan terlebih dahulu". Ucap Abian dengan memapah pria itu untuk menaiki mobil tumpangan nya


"Baiklah, kau cepat menyusul Abian...". Ucap Berli yang langsung menaiki mobil itu. Dengan segera mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai ke rumah sakit


"Bertahanlah.. Kau pasti bisa... ". Ucap Berli sambil berusaha menyadarkan pria yang di tolongnya itu. Namun pria itu sama sekali tidak merespon


"Pak.. Ayo... Percepat mobilnya, kita harus segera sampai di rumah sakit". Ucap Berli panik


"Iya nona.. ". Jawab sang sopir


'Sepertinya pelakunya melarikan diri. Ya Allah semoga pria ini segera siuman. Aku takut jika dia tidak tertolong karena aku terlambat membawanya ke rumah sakit. Badanku lemas sekali melihat darah di kepalanya itu.... Kuatkan aku untuk menolongnya ya allah.. '. Batin Berli menatap iba pria itu dengan kekhawatiran nya yang memuncak


......................


"Kenapa ponsel Romi tidak aktif?, ban motorku kempes, bagaimana aku bisa pulang?". Gumam Felix yang masih berada di parkiran pabrik itu.

__ADS_1


Saat ia hendak pergi, ban motornya kempes, ia bingung karena tidak ada bengkel di daerah itu. Ia bermaksud untuk meminta jemput kepada adiknya namun ponsel nya tidak aktif


"Kak.. Apa ada masalah?". Tanya Aditya yang baru saja datang. Ia melihat Felix tengah kebingungan


"Iya, ban motorku kempes, entah kenapa adikku sulit sekali di hubungi". Jawab Felix sambil kembali berusaha menghubungi Romi


"Kalau begitu biar aku saja yang antar kakak pulang, setelah itu kakak bisa kemari bersama adik kakak". Ucap Aditya


"Apa itu tidak merepotkan?". Tanya Felix sungkan


"Sama sekali tidak kak, ayo... ". Ucap Aditya tersenyum


"Baiklah". Ucap Felix sambil menaiki motor milik Aditya


......................


"Tolong segera tangani sus... Dia kecelakaan... ". Ucap Berli panik.


"Apa kau menemukan ponselnya? Kita harus menghubungi keluarganya". Ucap Abian


"Tidak, aku tidak menemukannya... Aku pikir ponselnya pasti terjatuh dekat motornya, tadi aku tidak sempat memikirkan itu.. ". Jawab Berli


"Lalu bagaimana caranya kita menghubungi keluarga nya?". Tanya Abian yang pikirannya benar benar bingung sehingga ia lupa akan mengatakan sesuatu kepada Berli


"Kita tunggu saja sampai dia siuman. Setelah itu mungkin dia akan mengatakan sesuatu tentang keluarganya. Abian, jika kau ingin pulang untuk beristirahat, kau pulang saja... Aku akan menemani pria ini sampai ada keluarganya yang datang". Jawab Berli


"Tidak, aku juga akan menemanimu disini". Ucap Abian tersenyum. Kembali di balas oleh Berli

__ADS_1


"Sepertinya dia korban tabrak lari. Aku tidak mengerti bagaimana kejadiannya sampai sampai motornya rusak parah, dan helm nya pun lepas begitu saja dari kepalanya. Ada kemungkinan ponsel nya pun terpental jauh". Ucap Abian cemas memikirkan pria itu


"Aku juga berpikir begitu, kasihan sekali dia". Jawab Berli


......................


"Pak sepertinya sempat terjadi kecelakaan disini, biasanya disini sangat sepi, tetapi sepertinya sedang di lakukan evakuasi.. ". Ucap Aditya yang melihat warga tengah mengamankan motor korban kecelakaan itu.


Abian memang meminta bantuan kepada warga setempat untuk mengamankan motor itu, dan membersihkan darah yang tercecer disana


"Iya, kasihan sekali..". Jawab Felix menatap tajam ke arah kerumunan itu


"Akses jalan masih di buka, kita bisa lewat kak". Ucap Aditya sambil mencoba melajukan motornya ke arah kerumunan warga itu


"Romi......". Gumam Felix saat matanya menangkap pemandangan motor Romi yang tengah di evakuasi warga


"Aditya... Hentikan motornya". Ucap Felix yang seketika langsung turun dan menghampiri kerumunan itu


Betapa terkejutnya ia saat mendapati pemandangan itu, motor yang rusak karena kecelakaan, ceceran darah dimana mana, membuat jantung nya berdegup kencang mengingat barang itu adalah milik sang adik.


"Tidak mungkin... ". Ucap Felix sambil menatap nanar motor rusak itu. Matanya mulai berkaca kaca


"Pak, dimana korban kecelakaan ini sekarang?". Tanya Felix panik kepada seorang warga


"Ia di bawa oleh seorang wanita ke rumah sakit tuan, tadi seorang pria mungkin temannya juga, ia ikut menyusul, mereka pasti melarikannya ke rumah sakit terdekat". Jawab warga itu


"Baiklah, tolong amankan motor ini, nanti saya akan kembali... Terimakasih". Ucap Felix yang kembali bergegas pergi ke arah Aditya. Kini tujuannya adalah pergi ke rumah sakit terdekat

__ADS_1


"Aditya, antarkan aku ke rumah sakit. Sepertinya adikku yang mengalami kecelakaan itu". Ucap Felix yang pikirannya benar benar kalut dan cemas


"Apa? Baiklah pak... ". Ucap Aditya yang langsung tancap gas untuk pergi kesana


__ADS_2