
"Akhirnya selesai juga, aku harus cepat cepat pulang. Rasanya aku tidak enak badan". Ucap Berli dalam hati, ia kini sudah menyelesaikan pekerjaan nya dan hendak pulang.
"Berli". Ucap seseorang di ambang pintu dengan beribu penyesalan
"Saya pamit, permisi". Ucap Berli berlalu pergi tanpa menghiraukan keberadaan Abian yang memanggilnya. Ia masih merasa sakit hati karena perkataan Abian tadi. Abian hanya tertunduk penuh penyesalan.
"Lian?. Pulang sendiri?". Tanya David yang kini berada di koridor pabrik
"Iyaa pak". Ucap Berli sambil tersenyum ramah
"Saya antar ya?". Ajak David penuh senyuman
"Tidak perlu pak, saya bisa sendiri". Ucap Berli pelan
"Tidak masalah, ayo saya antar". Ucap David penuh senyuman
"Tidak perlu". Tiba tiba suara gagah itu terdengar di telinga mereka berdua. Siapa lagi jika bukan Felix
"Dia akan pulang bersamaku, ayo". Ucap Felix sambil menggenggam erat tangan Berli
"Untuk apa kau datang kesini?". Tanya David penuh kekesalan
"Membawanya pulang". Jawab Felix sambil berlalu membawa Berli
"Maaf ya pak". Ucap Berli kepada David. Ia benar benar tidak enak hati
"Sial". Umpat David penuh kekesalan
__ADS_1
......................
"Hari ini sepertinya Romi tidak datang ke kampus. Apa terjadi sesuatu?". Ucap Adelard kepada Neel yang kini tengah berada di sebuah warung kopi tak jauh dari kampus nya
"Apa perlu kita ke rumah nya?". Tanya Neel
"Itu lebih baik, ayo". Ajak Adelard yang langsung bergegas pergi ke rumah Romi
......................
"Kenapa kau tiba tiba membawaku". Ucap Berli yang kini berada di parkiran tempat motor Felix di simpan
"Aku tidak akan menculikmu. Tenang saja". Ucap Felix dingin
"Huhhhh". Gerutu Berli
"Ayo turun". Ucap Felix yang mematikan motor nya di suatu tempat. Namun, bukan nya di rumah Berli berhenti, ia justru memarkirkan motor nya di depan warung bakso
"Untuk apa kita kesini?". Tanya Berli heran karena tempat ini bukan tujuan nya sekarang
"Merampok". Ucap Felix sambil berlalu masuk ke warung bakso tersebut. Dengan heran akhirnya Berli memutuskan untuk ikut masuk
"Pak, bakso 2 mangkuk". Ucap Felix saat hendak duduk di bangku warung bakso tersebut
"Jadi kita kesini untuk makan bakso?". Tanya Berli heran, karena Felix tidak memberitahunya terlebih dahulu
"Tentu saja, kau pikir kita akan benar benar merampok warung ini?". Ucap Felix terkekeh mendengar pertanyaan konyol Berli
__ADS_1
"Owalahh si eneng mah ada ada aja, di tempat bakso juga masih aja nanya mau makan apa hahaha". Sahut penjual bakso yang terkekeh mendengar pertanyaan Berli
"Hehe iya pak". Ucap Berli tersipu malu
"Di temenin atuh si aa nya duduk neng, jangan berdiri berdiri terus". Sahut penjual bakso kembali dengan nada khas sunda nya
"Duduklah". Ucap Felix sambil menepuk kursi yang ada di samping nya
"Kau tidak bilang jika akan makan disini". Ucap Berli heran, ia kini sudah duduk di samping Felix
"Memang nya kau ibuku sehingga aku harus meminta izin untuk makan bakso?". Ucap Felix sambil terkekeh. Hatinya benar benar bahagia
"Tidak seperti itu..... Maksudku, ah sudahlah". Ucap Berli dengan ekspresi gemas. Tentu tak lepas dari pandangan intens Felix
Tak berselang lama, pesanan Felix pun datang
"Sok mangga ah pasti enak ini mah neng". Ucap penjual bakso yang kini tengah menyodorkan piring berisi bakso kepada Berli
"Mangga?, apa bakso ini mengandung mangga?". Ucap Felix terheran. Tentu membuat Berli dan penjual bakso tersebut tertawa
"Mangga itu, artinya silahkan. Itu bahasa sunda hahaha". Ucap Berli yang menertawakan perkataan Felix
"Nahh itu betul tuh, silahkan selamat menikmati". Ucap penjual bakso sambil tertawa dan berlalu pergi
"Apa kau orang sunda juga?". Tanya Felix
"Tidak, aku hanya tahu sedikit. Ada sedikit darah sunda dalam diriku hahaha". Ucap Berli sambil tertawa
__ADS_1