
"Tumben sekali Abian tidak mengajak ku makan siang, padahal sebentar lagi sudah waktunya. Apa jangan jangan Abian akan menjauhiku, perkataan nya tadi..... Ah aku bingung". Ucap Berli pada dirinya sendiri. Pikiran nya benar benar kalut
Drttt,, tiba tiba suara ponsel Berli berbunyi. Tanda ada pesan masuk
'Hai Lian, bagaimana kabarmu hari ini?, kau baik baik saja kan?, jangan lupakan makan siang mu. Dan hati hati saat kau di jalan pulang nanti. Hari ini aku tidak ke kantor karena aku sakit, mungkin besok aku akan ke kantor. Rasanya aku merindukan mu walau tak bertemu sehari pun. Baiklah, jaga dirimu baik baik ya'.
Pesan itu di kirim David kepada Berli. Ternyata hari ini David tidak datang bekerja karena sakit
"Jadi pak David sakit?, ah aku akan balas pesan ini". Ucap Berli sambil mengetik pesan balasan untuk David
"Jangan memainkan ponsel saat bekerja". Ucap seseorang di ambang pintu yang mengejutkan Berli
"Felix kau ini. Seperti bos saja, aku sedang membalas pesan dari Pak David. Itu saja". Jawab Berli
"Kenapa?". Ucap Felix dingin
"Pak David sedang sakit, lalu ia memberitahuku, itu saja". Jawab Berli
"Kenapa harus memberitahu mu?, apa kau dokter?". Ucap Felix tidak suka
"Bukan begitu, mungkin dia hanya mengabariku. Kau cemburu haha?". Ucap Berli tertawa tipis
"Sudah waktunya makan siang. Ayo". Ucap Felix mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya ia cemburu mendengar pernyataan Berli
"Baiklah". Ucap Berli yang tidak bisa menolak ajakan Felix, karena ia memang selalu merasa nyaman saat berasama dengan Felix
......................
"Prianka, kau yang kuat ya.. ". Ucap Romi menenangkan Prianka. Mereka kini sedang duduk di bangku koridor menunggu kabar dari dokter
__ADS_1
"Romi, aku sudah tidak memiliki siapa siapa lagi disini... ". Ucap Prianka menangis tersedu sedu
"Ada aku Prianka. Kau tidak sendiri oke?". Ucap Prianka sambil menyapu rambut yang menghalangi wajah cantik Prianka. Ia langsung membawanya ke pelukan nya
"Terimakasih Romi". Ucap Prianka yang langsung berhambur ke pelukan Romi
'Apa ini?, kenapa jantung ku berdegup kencang saat Prianka sedekat ini dengan ku'. Batin Romi
Kringgg,,, tiba tiba suara ponsel Romi berbunyi, tanda ada telpon masuk
"Halo Neel.. ". Jawab Romi saat mengangkat telpon dari sahabatnya Neel
"Rom kau dimana?, kenapa kau tidak kembali ke kelas tadi?". Ucap Neel di sebrang telpon
"Neel aku minta maaf karena tidak memberitahumu. Sekarang aku berada di rumah sakit untuk menemani Prianka. Ayah nya mengalami kecelakaan tadi malam, dan kini... Ayah Prianka sudah berpulang. Aku tadi terburu buru dan tak sempat membawa tas ku. Aku titip padamu ya". Jawab Romi menjelaskan
"Tidak perlu Neel, bukankah kita masih ada mata kuliah dua jam lagi?, biar saja aku yang menemani Prianka. Tolong beritahukan dosen jika menanyakan ku". Ucap Romi
"Baiklah Rom, sampaikan bela sungkawa ku kepada Prianka. Maaf aku tidak bisa kesana, tas dan izin biar aku yang urus Rom. Kalau begitu aku tutup telpon nya". Ucap Neel di sebrang telpon
"Baiklah Neel". Balas Romi dan langsung menutup telpon nya
......................
"Inez... Sepertinya rumah mu semakin besar ya, apa baru saja di renovasi?". Ucap Bu Delli yang kini sedang berkeliling di rumah Bu Inez. Sudah lama ia tak berkunjung ke rumah ini
"Ah kau ini bisa saja Delli, aku sama sekali tidak merenovasi rumahku. Mungkin karena kau sudah lama tidak datang kesini". Jawab Bu Inez penuh senyuman
"Tetap saja meskipun aku sering datang pun, rumah ini sangat besar dan megah". Sahut Jovanka
__ADS_1
"Kau ini sayang". Ucap Bu Inez sambil tersenyum merangkul Jovanka
"Benar benar cocok menjadi besanku". Ucap Bu Delli tersenyum
"Kau ini bisa saja". Balas Bu Inez
"Eh iya, Smith belum pulang ke Indonesia?". Tanya Bu Inez
"Belum, ia masih sibuk dengan urusan perusahaan nya. Maklum lah, semakin hari perusahaan nya semakin maju dan berkembang". Jawab Bu Delli bangga
"Kau sangat beruntung Delli". Balas Bu Inez
"Kenapa begitu?, aku pun beruntung memiliki calon besan sepertimu. Aku sudah tidak sabar menggendong cucu dari Jovanka dan Felix haha". Ucap Bu Delli tertawa tipis
"Ihh mamaaa". Rengek Jovanka tersipu malu
"Hahah kau ini Del". Ucap Bu Inez
"Ah iya, bagaimana kabar anakmu Romi?". Tanya Bu Delli
"Dia baik baik saja. Dia masih kuliah". Jawab Bu Inez penuh senyuman
"Aku sudah lama tidak bertemu anakmu yang satu itu". Ucap Bu Delli
"Iya, ia baru saja kembali ke rumah ini. Entah apalah yang ada di pikiran nya sampai sampai ia ingin tinggal di rumah kost". Ucap Bu Inez
"Mungkin dia ingin mandiri. Sudahlah haha". Jawab Bu Delli tersenyum
'Aku harus terus menekan Inez supaya memaksa anaknya untuk segera bertunangan dengan anakku. Ah tapi semoga saja mereka langsung menikah. Aku sudah tidak sabar untuk menyelesaikan misi ku'. Batin Bu Delli sambil menatap lekat Bu Inez
__ADS_1