
"Berli... ". Ucap Felix yang kini berada di tempat Berli bekerja. Ia merasa tidak enak dan memutuskan untuk menemuinya
"Kau...?". Berli terkejut
"Boleh aku membantumu?". Ucap Felix memberikan penawaran
"Felix, itu tidak perlu. Kau kerjakan saja pekerjaanmu". Ucap Berli pelan. Ia berniat untuk menjaga jarak dengan Felix
"Tidak. Aku sudah selesai mengerjakan pekerjaanku". Ucap Felix membantah
"Itu tidak perlu, aku bisa sendiri". Jawab Berli cuek sambil mengerjakan pekerjaannya. Sikap hangat nya kemarin benar benar hilang hari ini
"Begitu ya?, apa aku melakukan kesalahan?". Ucap Felix penuh selidik
"Tidak ada". Jawab Berli singkat
"Kau terlihat berbeda hari ini". Ucap Felix hampir saja mengutarakan perasaan nya tentang perubahan sikap Berli
"Aku biasa saja..". Jawab Berli cuek
"Baiklah jika begitu". Ucap Felix yang mulai melenggangkan kakinya untuk keluar. Ia berpikir akan menunggu informasi dari Aditya nanti
'Maafkan aku Felix, aku harus menjauhimu. Aku ingin melupakanmu'. Batin Berli sambil menundukan kepalanya
'Aku yakin ada sesuatu pada Berli. Aku akan menunggu kabar dari Aditya nanti. Karena Berli tidak akan pernah mengakui masalahnya kepadaku'. Batin Felix
......................
__ADS_1
"Prianka, aku di skors dari kampus selama sepekan mulai besok". Ucap Romi yang kini sudah berada di kediaman Prianka. Mereka tengah berbincang, kini Prianka sudah merasa lebih baik
"Tapi kenapa Rom?". Ucap Prianka terkejut
"Tadi.... Aku sempat bermasalah dengan Bryan. Ternyata dia mengadu pada dosen. Dan aku harus mendapatkan hukuman ini". Jawab Romi menjelaskan
"Tapi masalah apa?, kenapa Bryan begitu nekat?". Ucap Prianka cemas
"Dulu aku bermasalah dengan Dio adiknya. Dan entahlah..... Sampai saat ini Bryan menyimpan dendam kepadaku". Ucap Romi menjelaskan. Ia tidak ingin Prianka tahu bahwa sebenarnya masalah itu di timbulkan karena Romi membelanya
"Ya sudah, kau yang sabar Rom. Biar saja Bryan akan melakukan apa, suatu saat nanti dia pasti akan mendapat balasannya". Ucap Prianka
"Iya, tentu saja". Jawab Romi
......................
"Semua baik baik saja. Aku bisa bernafas dengan lega, semua sudah teratasi". Jawab Adelard sambil tersenyum
"Tapi masalah dengan polisi? Maksudku... Apa ini di bawa ke jalur hukum?". Tanya Neel
"Ya, tentu saja.... Tapi aku bisa mengatasinya". Jawab Adelard
"Baiklah, apa besok kau akan kembali ke kampus?, Romi di skors mulai besok". Ucap Neel yang membuat Adelard terkejut
"Apa?, Romi di skors?, tapi kenapa?". Jawab Adelard tak percaya
"Dia memukul Bryan karena berbicara tak senonoh soal Prianka. Romi tak terima dan akhirnya ya... Kau tahu apa yang terjadi". Ucap Neel menjelaskan
__ADS_1
"Sudah kuduga, dia kembali hanya untuk membuat masalah". Gerutu Adelard kesal
"Kita harus berhati hati pada Bryan. Dia melakukan itu semata mata hanya untuk membuat masalah dengan kita". Ucap Neel penuh pemikiran
"Neel aku hampir lupa memberitahukan nya kepadamu. Tadi aku melihat tante Inez di rumah sakit. Sepertinya ia mendatangi psikolog. Entah untuk apa. Kira kira apa yang terjadi pada tante Inez?". Ucap Adelard kembali mengingat kejadian tadi
"Psikolog?, untuk apa?, setahuku ia sudah kembali sehat". Ucap Neel tak percaya
"Itu yang menjadi pertanyaan. Untuk apa tante Inez datang kesana". Ucap Adelard dengan pikiran nya yang benar benar bingung
......................
"Aku ingin kau menutup rapat tentang masalah ini. Aku tidak menyangka bahwa masalah Rida masih berlanjut sampai saat ini". Ucap Bu Inez kepada seorang teman nya yang tak lain adalah psikolog
"Kau tenang saja Inez, aku tidak akan memberitahukan masalah ini kepada siapapun. Dan ya, kau harus berkonsultasi tentang masalah pribadimu pada temanku. Dia sudah menunggu di ruangan sebelah". Ucap psikolog tersebut
"Baiklah, aku akan segera menemuinya". Ucap Bu Inez sambil berlalu menemui psikolog yang di maksud
......................
"Lathesia sayang, kau sudah berjanji untuk tidak murung lagi kan?. Sekarang, kau akan ikut mama ke mall. Oke?". Ucap Bu Yuni yang berusaha mengembalikan kebahagiaan putrinya
"Baiklah, ayo ma". Ucap Lathesia yang sudah kembali bersemangat. Meskipun hatinya belum begitu pulih, namun ia berusaha bahagia
"Ya sudah, kau bersiap saja. Setengah jam lagi kita akan berangkat". Ucap Bu Yuni yang segera bersiap dan berlalu pergi
"Baiklah Lathesia, hari ini kau akan memulai kembali hidupmu. Kau akan menjadi Lathesia yang baru. Kau harus memulainya dari sekarang". Gumam Lathesia sambil tersenyum menyemangati dirinya. Ia menatap lekat bayangan dirinya yang memantul di cermin
__ADS_1