DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 33 - Pesan Misterius


__ADS_3

'Bersiap lah untuk yang selanjutnya'. Pesan singkat yang membuat pemuda tampan itu kembali naik darah. Tentu, siapa lagi jika bukan Romi yang selalu menerima pesan singkat misterius itu. Seketika raut wajah nya berubah saat melihat pesan itu


"Ada apa Rom?". Tanya Adelard yang masih berada di taman rumah Romi


"Pesan misterius itu datang lagi". Ucap Romi sambil memikirkan siapa pengirim pesan ini


"Rom, aku tidak bermaksud untuk menuduh. Tapi, kenapa pesan ini datang saat Neel sudah pergi. Maksud ku". Ucap Adelard yang menjelaskan. Sebenarnya ia tidak ingin menuduh sembarangan


"Aku juga sudah sangat mencurigainya, tapi untuk apa sebenarnya. Aku benar benar tidak mengerti". Ucap Romi penuh penekanan


"Aku juga tidak ingin menuduh sembarangan. Maka dari itu Rom, menurutku kau harus selidiki dulu lebih dalam". Ucap Adelard menenangkan Romi


"Baiklah". Ucap Romi yang pemikiran nya benar benar kalut


"Rom, sepertinya aku harus pulang. Ayah pasti sudah mencariku, besok kita bertemu di kampus. Atau jika kau butuh bantuan apapun itu, telpon saja aku". Ucap Adelard yang berpamitan kepada Romi


"Baiklah, terimakasih banyak Rio". Jawab Romi. Adelard pun berlalu pergi dan hanya tinggal Romi yang duduk di bangku taman


"Aku benar benar penasaran. Apa masalah Neel?, apa yang sedang Neel sembunyikan?". Beribu pertanyaan berputar di kepala Romi


......................


"Ah akhirnya aku dapet juga". Ucap Berli yang kini sudah mendapatkan jus yang ia inginkan.


Namun betapa terkejutnya saat ia membalikan tubuh nya untuk kembali ke pabrik. Mata nya menangkap sosok yang ia rindukan tengah bersama wanita lain


Degg,,,


Mata mereka bertemu. Felix yang terkejut melihat Berli di luar dan melihatnya tengah bersama Jovanka, karena niat Felix sebenarnya hanya ingin lewat namun malah langsung bertemu Berli.


Felix hanya bisa melanjutkan perjalanan , meskipun ia melihat beribu pertanyaan di mata Berli. Ia hanya tidak ingin Berli di sakiti Jovan karena perkataan nya


"Jadi dia sudah mempunyai pacar?. Ah jelas itu pasti kan, memang nya pria setampan dia ya tidak mungkin tidak punya.. Aghhh kenapa aku jadi kesal". Ucap Berli dalam hatinya. Ia memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan Felix, karena ia tahu bahwa sebenarnya Felix sudah ada yang memiliki.

__ADS_1


"Dia pasti menyangka bahwa wanita menyebalkan ini pacarku. Hah aku harus cepat cepat menjelaskan nya, tapi untuk apa aku menjelaskan nya?. Aghh pikiranku benar benar kalut". Ucap Felix membatin


......................


"Ma, mama sudah makan?". Ucap Romi yang kini tengah berada di kamar ibunya


"Sudah sayang". Ucap Bu Inez sambil tersenyum


"Jaga kesehatan mama, jangan sampai hal buruk terjadi lagi kepada mama. Romi tidak sanggup jika harus melihat mama sakit". Ucap Romi sambil memijat lembut kaki ibunya


"Kamu perhatian sekali sayang, mama baik baik saja oke". Jawab Bu Inez sambil tersenyum dan terharu dengan perhatian Romi


"Ma, papa dulu sangat tampan ya". Ucap Romi yang pandangannya tertuju pada foto mendiang ayah nya yang terpajang di dinding kamar ibunya


"Tentu, sama sepertimu dan kakak mu". Ucap Bu Inez sambil tersenyum menatap Romi


"Rasanya aku jadi ingin bertemu papa". Ucap Romi sambil tersenyum tipis


"Kamu belum pernah bertemu ayahmu ya?. Mama sangat mengerti sayang, tapi kita masih bisa berziarah ke makan nya kan". Ucap Bu Inez menenangkan Romi penuh kelembutan


"Ah iyaa, Romi sudah lama tidak berziarah ke makan papa. Mungkin itu sebab nya Romi merindukan papa". Ucap Romi sambil tersenyum


"Jika mama sudah pulih nanti, kita akan berziarah sama sama oke?. Yang penting sekarang, jangan putus putus mendoakan papa di setiap solat mu ya sayang". Ucap Bu Inez sambil tersenyum


"Romi tidak akan pernah berhenti mendoakan papa". Ucap Romi sambil tersenyum


"Haii tan". Ucap Jovanka yang kini sudah sampai di rumah Bu Inez. Tentu tak lepas dari keberadaan Felix di belakang nya


"Sayang, sudah pulang. Kenapa sebentar?". Tanya Bu Inez menyambut kedatangan Jovanka


"Aku tidak betah berlama lama". Ketus Felix dingin sambil memberikan pesanan ibunya tadi


"Ayo sayang, kita makan sama sama". Ucap Bu Inez mengajak kedua anak nya dan Jovanka untuk makan

__ADS_1


"Aku tidak selera". Ucap Felix sambil berlalu pergi


"Ah iyaa sayang, kenapa memakai jaket Felix?". Tanya Bu Inez sambil terkekeh, ia menyangka bahwa mereka sudah dekat satu sama lain


"Tadi ada yang menumpahkan minuman di bajuku tante. Jadi sepertinya Jovan harus pulang untuk ganti baju". Pamit Jovan kepada Bu Inez


"Baiklah sayang, hati hati di jalan". Ucap Bu Inez sambil tersenyum. Jovan berlalu pergi. Dan hanya Romi dan Bu Inez yang tinggal


......................


"Apa pekerjaan mu sudah selesai nyonya?". Tanya Sherly kepada Berli yang kini sibuk dengan kain kain nya


"Ini masih saya kerjakan bu". Ucap Berli sambil tersenyum ramah


"Aku harap kau tidak lupa bahwa hari ini kau lembur. Oh iya, sebelum itu tolong bawa berkas berkas sisa di ruangan saya. Antarkan ke tempat penghancur kertas". Ucap Sherly sambil tersenyum puas karena ia sudah membuat Berli lelah


"Berkas bu?". Tanya Berli bingung


"Ya, sudah saya masukan ke kardus. Hanya sedikit". Ucap Sherly


"Maaf bu, tapi mungkin itu bukan bagian saya". Ucap Berli, karena selama bekerja ia bahkan tidak pernah di suruh untuk mengerjakan pekerjaan itu. Ia hanya takut melakukan kesalahan


"Kau akan membantah Berli?". Tanya Sherly penuh penekanan


"Baiklah bu, saya akan kerjakan". Ucap Berli sambil tersenyum


.


.


Wahh ternyata sudah sejauh ini yaa kalian membaca nya 🤗🤗.


jangan lupa like dan dukung karya ku terus yaa 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2