
"Kira kira kemana Adelard?, ini sudah hampir siang tetapi dia belum datang juga". Ucap Neel kepada sahabatnya Romi. Sampai sekarang Adelard belum juga terlihat kemunculan nya
"Iya kau benar. Apa sebaiknya kita menelpon nya?". Jawab Romi
"Iya itu lebih baik. Aku akan mencoba menelpon nya". Ucap Neel dan langsung mengeluarkan ponsel nya. Namun tak kunjung mendapat jawaban
"Bagaimana?". Tanya Romi
"Aku tidak tahu Rom. Ponselnya tidak aktiv. Kemana Rio sebenarnya". Jawab Neel bingung
"Baiklah, nanti saja kita ke rumah nya setelah ini". Ucap Romi. Neel hanya mengangguk
......................
Kringg,,,, tiba tiba suara ponsel Prianka berdering di tengah pembelajaran.
"Pak, apa saya boleh izin menangkat telpon?". Ucap Prinka kepada dosen pengajar nya hari ini
"Ya, silahkan". Jawab Dosen
__ADS_1
'Siapa yang menelpon di saat seperti ini. Nomor nya pun tidak di kenal'. Batin Prianka sambil bergegas pergi keluar ruangan
"Apa maksud mu?, Ayah?". Ucap Prianka terkejut. Begitu mendengar kabar itu, badan nya langsung lemas. Ia mulai menangis
"Iya nona. Jasad nya masih berada di rumah sakit untuk di otopsi". Jawab seorang penelpon di sebrang telepon
Penelpon tersebut mengabari kabar duka kepada Prianka. Ayah Prianka yang menjadi satu satu nya orang yang menjadi orangtua nya kini sudah berpulang, dan meninggalkan Prianka
"Ayah.. ". Ucap Prianka tak percaya. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Ia tak kuasa menahan kesedihan yang meluap di hatinya
......................
"Ayah tolong, rahasiakan semua ini. Aku mohon ayah. Hanya kita yang tahu". Ucap Adelard penuh permohonan
"Tapi apa kau sadar ini salah nak?. Dimana hati nurani mu?". Ucap Pak Yudi penuh penekanan
"Tidak ayah, untuk saat ini tolong... Jaga rahasia ini baik baik. Atau hidup anakmu ini akan di pertaruhkan ayah". Ucap Adelard memelas
"Tapi suatu saat nanti semuanya akan terbongkar nak. Ingat, kebohongan apapun yang kita sembunyikan pada akhirnya akan terbongkar juga". Ucap Pak Yudi
__ADS_1
"Aku tahu ayah. Maka dari itu biar saja sekarang begini, itu semua hanya soal waktu. Adelard mohon ayah, jangan mengatakan ini kepada siapapun". Ucap Adelard penuh permohonan sambil menyatukan kedua tangannya
"Baiklah, aku akan menjaga nya. Tapi kau berhati - hatilah. Ayah takut justru orang lain yang akan membongkar nya". Ucap Pak Yudi
"Baik ayah". Balas Adelard kembali bersemangat.
......................
"Prianka..... Tunggu, ada apa?". Ucap Romi yang melihat Prianka berlari di koridor kampus. Seketika ia langsung menghentikannya
"Romi, ayahku sudah tiada... ". Ucap Prianka menangis tersedu sedu. Dengan refleks ia langsung berhambur ke pelukan Romi
"Apa maksud mu Prianka?". Ucap Romi tak percaya
"Iya, Ayah mengalami kecelakaan kemarin malam. Sekarang ia berada di rumah sakit untuk di otopsi. Tolong katakan padaku bahwa ini tidak benar benar terjadi Romi....". Ucap Prianka, kini tangisan nya benar benar membuncah
"Prianka, kau tenanglah. Aku akan menemanimu, ayo". Ucap Romi yang seketika merangkul pundak Prianka.
Prianka menahan tangis nya di dekapan Romi. Mereka pun segera bergegas pergi ke rumah sakit untuk melihat jasad Pak Ardito
__ADS_1
"Romi kemana?, kenapa belum kembali juga?. Bukannya tadi bilang hanya ke toilet". Ucap Neel pada dirinya sendiri. Karena sedari tadi, sahabat nya tak kunjung datang