
"Sebaiknya aku mengerjakan pekerjaan rumah saja. Cucian ku banyak sekali". Gumam Berli sambil menyambar pakaian kotor untuk ia cuci
"Lagipula Felix akan datang. Setelah ia kemari, aku pasti tidak akan mood mengerjakan pekerjaan rumah. Ya, aku lakukan sekarang sebelum Felix datang". Gumam Berli kembali sambil tersenyum keindahan
Seperti biasa, jika Felix sudah mengunjungi rumahnya ia selalu saja menunda pekerjaan rumah. Ia lebih suka menghabiskan waktu bersama Felix, setelah itu ia akan tertidur dengan pulasnya.
......................
"Sedang apa Berli sekarang? Baru saja beberapa jam aku sudah merindukannya". Gumam Felix sambil menekan tombol panggilan. Ia berniat untuk menelpon kekasih hatinya itu. Karena sejak tadi, pekerjaan nya sudah mulai senggang
Beberapa menit Felix menunggu jawaban, namun Berli tak kunjung mengangkat telpon itu.
"Ck. Kenapa tidak di angkat sayangggg". Gumam Felix saat tak kunjung mendapat jawaban
Kringg,, Ponsel Berli berbunyi entah ke berapa kalinya.
"Siapa yang menelpon.. Ada ada saja". Gumam Berli yang tengah mencuci pakaian itu. Ia terpaksa beranjak karena ponselnya berbunyi
Ternyata panggilan itu bukan hany sekali, namun Felix melakukannya sampai beberapa kali. Kali ini Berli mengangkatnya
"Ohh ternyata..". Gumam Berli tersenyum keindahan saat membaca nama kontak yang menelpon nya
__ADS_1
"Kenapa tidak di angkat hm? Kau darimana saja?". Tanya Felix di sebrang telpon penuh kelembutan
"Aku.. Aku sedang mencuci pakaian. Jadi aku tidak mengangkat telponmu. Maafkan aku yaa". Jawab Berli terkekeh
"Kau mencuci? Tapi kau masih harus beristirahat. Sudahlah, antarkan cucian nya ke tempat Laundry saja. Kau harus istirahat sayang". Ucap Felix penuh perhatian
"Jadi es batuku ini sebenarnya sangat perhatian ya". Berli terkekeh mendengar apa yang Felix katakan. Ia tak menyangka bahwa Felix memperhatikan hal yang begitu kecil
"Bukan begitu. Kau harus benar benar pulih". Ucap Felix kembali
"Baiklah sayang, aku akan beristirahat setelah selesai mencuci ya. Lagipula aku baik baik saja. Cucianku hanya sedikit, jadi tidak perlu ke laundry. Oh ya, kau sedang tidak bekerja? Mengapa tak terdengar suara mesin?". Ucap Berli yang membuat Felix bingung harus menjawab apa. Pasalnya, Berli belum mengetahui kalau Felix adalah bosnya.
"Baiklah tuan". Jawab Berli tertawa renyah
"Ya sudah, kau jangan melewatkan makan siang mu. Aku akan menelpon sepulang nanti". Ucap Felix lembut hendak menutup telpon
"Baiklah. Sampai nanti. Semangat bekerja nya.. ". Ucap Berli hangat penuh cinta
"Hmm". Gumam Felix tersenyum keindahan. Rasanya sudah lama ia tak merasakan perasaan ini
......................
__ADS_1
"Romi.. Bagaimana ini.. ". Gumam Bu Inez yang kini berada di dalam mobil pribadinya. Ia hendak pergi ke kantor polisi
Tiiiiiiddddd.. Tiba tiba mobil di depan nya menghalangi jalan Bu Inez
"Ck. Siapa lagi.. ". Bu Inez kesal sambil keluar mobil berniat menegur orang tersebut
"Tante.. ". Ternyata pemilik mobil itu adalah Jovanka yang hendak mendatangi kediaman Bu Inez. Tetapi karena mereka tak sengaja berpapasan di jalan itu, Jovanka memutuskan untuk menghadang jalan Bu Inez
"Jovanka. Tante kira kau siapa. Untung tante belum memarahimu". Ucap Bu Inez sambil bercipika cipiki dengan calon menantu idaman nya itu.
"Apa tante tega memarahiku?". Jovanka tertawa renyah
"Tentu tidak sayang". Jawab Bu Inez penuh senyuman
"Oh iya. Tante akan pergi? Padahal aku baru saja ingin datang ke rumah tante". Ucap Jovanka dengan nada sedikit kecewa
"Ah iya sayang. Tante sedang buru buru. Entah mengapa Romi di vonis menggunakan obat obatan terlarang. Ia berada di kantor polisi sekarang. Jadi tante harus segera pergi". Ucap Bu Inez
"Apa? Ini sangat penting, tante harus segera kesana. Dan aku akan mengikuti tante dari belakang. Aku akan ikut ". Ucap Jovanka dengan khawatir
"Baiklah sayang ayo.. ". Ucap Bu Inez sambil melenggang kembali ke mobilnya. Begitu juga dengan Jovanka yang menyusulnya dari belakang
__ADS_1