DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 65 - Rahasia


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan Kartik, apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan?". Ucap seorang pria hampir paruh baya yang tak lain adalah Indra Rustan. Ia adalah paman yang selalu Berli cari


Sudah lama Indra meninggalkan tempat tinggalnya karena ia harus merantau ke kota. Ia meninggalkan istrinya di rumah sendirian. Mereka memang tidak di karuniai seorang anak dari pernikahannya yang sudah bertahun tahun ini. Namun sesekali Indra selalu pulang ke rumahnya untuk menemui istrinya. Dan hari ini ia baru saja kembali ke rumahnya setelah beberapa saat


"Apa maksudmu aku harus memberitahukan semuanya pada gadis itu?". Jawab Kartika penuh penekanan.


Kartika adalah bibi yang ingin Berli temui kemarin, namun apa daya, Kartika bahkan tidak menerima kedatangan Berli


"Setidaknya jamu dia dengan baik. Bukan malah mengusirnya!". Balas Indra penuh amarah


"Lalu apa setelah itu? Dia akan menanyakan apa yang ingin ia tanyakan. Lantas apa jawaban yang harus aku berikan Indra?"


"Dia sudah dewasa, mungkin ini sudah saatnya dia mengetahui semua rahasia yang kita simpan Kartika. Apa kau tidak sadar, bahwa kita selalu di hantui rasa bersalah?. Apa kau tidak ingin hidup tenang hah?". Bentak Indra


"Dimana akal mu Indra, bahkan jika sedikit saja kita membuka mulut pada gadis itu, kita justru akan menghabiskan sisa hidup kita di balik jeruji". Balas Kartika penuh penekanan


"Itu tidak akan terjadi Kartik. Kita akan memberitahunya pelan pelan, kita adalah paman dan bibinya. Dia tidak mungkin akan tega membuat kita terpuruk dalam sel". Jawab Indra


"Apa yang telah merasuki mu Indra?, bagaimana bisa seseorang menerima kenyataan pahit tentang orangtuanya dengan penjelasan pelan pelan seperti itu. Kau paman nya. Kau adik dari ayahnya, maka jika kau ingin mempertanggung jawabkan kesalahan mu silahkan saja. Jangan pernah bawa bawa aku lagi dalam hal seperti ini". Ucap Kartika menunjuk tegas pada Indra


"Apapun yang terjadi, kita harus memberitahunya Kartika. Kita tidak bisa selamanya menutup fakta ini. Sewaktu waktu rahasia kita akan terbongkat dengan sendirinya. Maka sebelum itu terjadi, lebih baik kita yang menyelesaikannya". Balas Indra menjelaskan


"Baik, jika kau ingin seperti itu, pergilah, dan jangan pernah membawa bawa namaku jika kau harus mendekam di balik jeruji Indra. Aku tidak ingin mengambil resiko hanya karena dia sudah dewasa. Ingat, kau yang dulu memulai semua ini. Pertanggungjawab kan semua oleh mu sendiri dan jangan bawa bawa istrimu ini". Ucap Kartika tegas sambil berlalu pergi


Indra hanya terdiam menduduki kursi yang ada di rumahnya. Ia benar benar menyesali kesalahannya di masa lalu


......................


"Neel kau sedang apa disini?". Tanya Romi

__ADS_1


"Aku baru saja akan pergi ke kampus. Dan kau sendiri?, kau berjalan kaki?, bersama sang mantan? ". Jawab Neel terkekeh menggoda Romi.


Hari ini Neel memang menaiki ojek online untuk sampai ke kampusnya. Maka dari itu, ia harus berjalan sedikit untuk sampai ke kampusnya


"Neel Fataq, tunggu pembalasanku hahaha". Sahut Prianka mencubit lengan Neel


"Haha baiklah baiklah". Ucap Neel terkekeh


"Tadi kami hanya sedikit berjalan jalan dan ya, kami sarapan karena belum sarapan". Jawab Romi tersenyum


"Jalan jalan?, apa tidak salah? Hahah seorang Romi dengan sengaja berjalan jalan tanpa menggunakan kendaraan. Pagi pagi pula, waw ini sungguh keajaiban". Ucap Neel tertawa menggoda Romi


"Neel kau akan rasakan akibatnya". Jawab Romi tertawa. Prianka hanya tersenyum bahagia dengan kelakuan mereka


"Boleh aku bergabung?". Ucap seseorang yang tiba tiba datang


"Hai Bro". Neel merangkul pundak Adelard yang baru saja datang. Begitu juga Romi


"Ohh haiii". Balas Adelard


"Kau tidak membawa motormu?". Tanya Romi


"Tidak, motorku sedang servis, aku di antar sopir kesini". Jawab Adelard


"Adelard, kau tahu?, awal yang baik mulai tercium disini Haha". Ucap Neel yang lagi lagi menggoda kedekatan Romi dan Prianka


"Ah iya aku hampir melupakan hal itu hahah". Balas Adelard yang juga menggoda Romi


"Adelard, kau juga akan merasakan akibatnya". Jawab Romi tersenyum sambil mengacak rambut Adelard

__ADS_1


"Mau sampai kapan kita disini?, ayo....Nanti saja kalian menikmati persahabatan kalian. Sekarang sudah waktunya kita ke kampus". Sahut Prianka


"Nyonya Romi mulai marah haha". Sahut Adelard


"Kau mau ku pukul Rio Dewanta? Haha". Balas Prianka kepada Adelard. yang jelas hatinya sangat bahagia


Mereka pun bergegas pergi ke tempatnya menimba ilmu.


......................


"Pak, mobilmu sudah selesai". Ucap seorang montir kepada kedua pria tampan di bengkelnya.


"Baiklah pak, terimakasih. Ini tagihannya". Jawab David yang langsung bergegas ke arah mobilnya dan memberikan bayaran pada montir itu


'Gawat, ternyata bensin nya habis. Lagi lagi aku akan meminta bantuan padanya. Sepertinya hari ini adalah hari jatuhnya harga diriku'. Batin David. Saat ini ia memang sedang mencoba menghidupi mobilnya. Namun siapa sangka, ia lupa mengisi bahan bakar sehingga mobilnya tidak bisa di gunakan


"Hai kutu, apa kau akan membuatku menunggu lebih lama lagi?". Ucap Felix yang tak kunjung melihat pergerakan dari mobil David


"Kau bersabarlah dulu". Balas David


"Apa ada masalah pak?". Sahut montir


"Bensin saya habis pak, saya lupa mengisinya kemarin". Jawab David sungkan. Ia tahu Felix sudah mulai kesal dibuatnya


"Sepertinya hari ini benar benar hari sial ku". Gerutu Felix


"Pak, dimana saya bisa mendapatkan bensin disini?". Tanya David


"Sangat jauh pak, kira kira 1 km dari sini". Jawab montir

__ADS_1


"Bagaimana ini, saya bisa terlambat ke tempat kerja". Ucap David cemas


"Hai kutu, ikutlah denganku". Ucap Felix yang mulai beranjak dari tempat duduknya


__ADS_2