
"Aku ingin pergi ke rumah Berli. Aku tidak mau pulang ke rumah. Aku ingin menceritakan perasaanku padanya". Ucap Lathesia yang kini sudah berada di dalam mobil miliknya. Ia memang sudah berpamitan dari rumah mewah itu. Karena, usahanya untuk membuat Felix menuruti permintaan nya kini gagal. Ia merasa kecewa, sehingga ia berniat untuk mengunjungi rumah Berli, yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya.
Lathesia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tanpa mengabari tuan rumah terlebih dahulu, ia bergegas untuk datang.
......................
Prangggg,,,
Sebuah benda berbahan kaca terjatuh begitu saja dari meja.
"Oh ya ampun.. ". Berli segera meraihnya. Ternyata, tanpa sengaja, ia telah meyenggol figura foto yang berisi gambar dirinya dengan Felix.
"Ya ampun, figuranya pecah..". Berli langsung membereskan serpihan kaca yang bertebaran. Ada sedikit perasaan sedih di hatinya.
"Berli, kau memang ceroboh. Ya sudah, aku simpan saja dulu fotonya. Setelah membeli figura baru, aku akan memajang nya kembali". Ucap Berli sambil menyimpan lembar foto itu di laci.
__ADS_1
......................
'Aku ingin hari ini kau memberikan uang kepadaku. seratus juta!. Aku ingin hari ini!. Atau jika tidak, semua kejahatanmu akan terungkap!'.
Pesan singkat itu kembali di dapatkan Bu Inez, tentu saja permintaan nya itu membuat Bu Inez kesal.
"Apa-apaan ini?. Mereka memanfaatkanku". Ucap Bu Inez kesal.
Bu Inez berusaha menelpon nomor itu, namun tak kunjung mendapat jawaban. Ya, pengirim pesan misterius itu enggan mengangkat panggilan telepon dari Bu Inez. Entah apa alasan nya.
'Kau sudah berani memanfaatkanku. Maka kau akan menerima akibatnya!. Aku tidak sudi memberikan uang itu kepadamu!. Dan kau tidak akan bisa memberikan bukti palsu itu karena putraku sangat percaya kepadaku!''.
Balas Bu Inez yang mengetik pesan itu dengan perasaan kesal.
Tak berselang lama, pesan itu di balas oleh orang misterius itu.
__ADS_1
'Bisa saja kau berkata seperti itu, tetapi setelah kedua putramu mendengar pengakuan darimu, apa menurutmu mereka akan percaya, seperti perkataanmu itu Nyonya?'.
Kembali Bu Inez di buat risau dengan balasan itu.
"Mereka benar. Dasar manusia licik! Lihat saja nanti. Aku akan mengetahui siapa kalian sebenarnya. Aku yakin mereka sudah sering melihat kehidupanku, sampai sampai mereka tahu bahwa aku mempunyai dua anak laki laki". Gumam Bu Inez yang masih kesal.
'Baiklah. Aku akan memberikan apa yang kau inginkan. Tunggu aku, dan jangan pernah berbuat macam-macam setelah ini!'
Balas Bu Inez yang tentu mempunyai siasat lain. Ia berencana untuk membawa beberapa anak buahnya untuk menangkap si pengancam itu. Tentu ia ingin tahu siapa mereka sebenarnya. Setelah tertangkap, tudung yang menutupi wajah orang misterius itu akan terungkap.
'Baiklah, aku ingin sekarang juga!'. Balas orang misterius itu.
Bu Inez hanya membaca pesan itu. Namun ia puas dengan akal cerdas nya ini.
"Semakin kau ingin cepat-cepat mendapatkan uang itu, maka kau akan semakin dekat dengan kehancuranmu anak muda". Ucap Bu Inez menyeringai.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, ia langsung menyewa anak buah nya untuk membuntuti dan melakukan semua yang ia rencanakan. Dengan begitu, ia akan mengetahui siapa sebenarnya si pengancam itu. Ia sudah tidak sabar untuk kemenangan.