DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 228 - Membawa Nya


__ADS_3

Hari hari terus berlalu, luka Felix kian pulih. Namun, berbeda dengan nasib perusahaan yang masih terombang ambing.


"Ma, hari ini aku akan memperkenalkan mama dengan seseorang. Aku harap mama bisa meluangkan waktu malam ini". Ucap Felix pagi ini. Pernyataan nya membuat Bu Inez dan Romi yang tengah sarapan terkejut.


"Seseorang?. Siapa sayang?". Ucap Bu Inez yang menyimpan kecurigaan. Jangan jangan dugaan nya tentang Berli adalah benar.


"Wanita yang tak lama lagi akan ku nikahi. Yang jelas, dia adalah wanita terbaik yang ku kenal". Ucap Felix tersenyum.


"Wahh.. Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya kak". Sahut Romi sumringah.


"Tunggu saja. Baiklah kalau begitu, aku pamit bekerja ma.. ". Ucap Felix berpamitan dengan wajah semangatnya.


"Hati-hati". Ucap Bu Inez dengan pikiran nya yang kalut.


'Apa benar wanita yang Felix maksud adalah wanita itu?. Jika benar, aku tidak akan membiarkan perkataan Felix tentang pernikahan itu terjadi'. Batin Bu Inez.


"Ma, aku pamit pergi. Adelard sudah menunggu". Ucap Romi yang telah menyelesaikan sarapan nya. Ia hendak berpamitan.


"Baiklah, hati-hati sayang". Bu Inez tersenyum meskipun hatinya mengganjal.


......................


"Lathesia sayang, kau sedang apa?". Tanya Bu Yuni yang melihat putrinya tengah memilih pakaian di lemari.


"Ah, mama. Mama tahu tidak?. Malam ini aku akan datang ke rumah Felix. Ya, jika Felix tidak mau datang kemari, aku saja yang datang kesana. Lagipula makan malam bersama Berli sepertinya akan di undur". Jawab Lathesia.


"Di undur?. Tapi kenapa sayang?". Tanya Bu Yuni heran.


"Apa lagi jika bukan gara gara Felix. Berli akan datang dengan pasangan nya, sedangkan aku?. Apa mama tega, melihatku sendiri?". Balas Lathesia sendu.

__ADS_1


"Baiklah, tapi pastikan kau memberitahu Berli ya. Kasihan, jika ia sudah mempersiapkan diri untuk datang, tapi malah tidak jadi". Ucap Bu Yuni memberi saran.


"Iyaa, ma. Aku akan memberitahu nya". Ucap Lathesia. Dan langsung merogoh ponsel di nakas.


......................


Kringg,, suara ponsel Berli berbunyi, tanda ada panggilan masuk. Ia langsung mengangkat nya.


"Lathesia?". Ucap Berli saat melihat nama pemanggil itu.


"Hai Berli.. Selamat pagi". Lathesia menyapa di sebrang telepon


"Selamat pagi. Ada apa menelponku hmm?". Tanya Berli lembut.


"Berli, sebenarnya aku merasa tidak enak padamu. Maaf ya, makan malam nya mungkin tidak jadi hari ini. Kau tahu, aku mudah sekali mengubah rencana. Aku ingin mengadakan double date. Hanya saja mungkin "DIA" belum bisa. Jadi aku.. ". Ucap Lathesia menggantung. Namun Berli langsung mengerti.


"Begitu?. Tidak apa Lathesia, kau tidak perlu khawatir. Kita lakukan ini lain kali saja. Aku mengerti perasaanmu". Ucap Berli penuh pengertian.


"Bukan apa apa. Aku harap, semoga semua keinginanmu segera terlaksana ya". Ucap Berli tersenyum.


"Aaamiin. Kau juga.."


"Ah iya, kau mau berangkat bekerja ya?. Maaf aku mengganggu waktumu. Semangat sahabatku..". Tambah Lathesia.


"Terimakasih sahabatku..". Berli tersenyum


"Baiklah, kita sambung nanti ya.. Dahh Berli.. ". Ucap Lathesia di sebrang telepon berpamitan.


"Dahh.. Lathesia..". Balas Berli.

__ADS_1


Tak berselang lama, ketukan pintu kembali terdengar. Siapa lagi yang mengetuk pintu di pagi hari selain Felix.


"Itu pasti Felix". Ucap Berli tersenyum sambil berjalan menuju ambang pintu.


"Selamat pagi". Ucap Felix yang langsung mencubit hidung mancung Berli.


"Aww.. Felix.". Berli kesal namun tersenyum.


"Aku punya sesuatu untukmu". Ucap Felix sambil menyodorkan sebuah paper bag berwarna hitam.


"Apa ini?". Berli menerimanya dengan bingung.


"Malam ini aku akan mengajakmu bertemu orangtuaku. Aku rasa ini sudah saatnya. Pakai itu malam nanti, kau pasti akan terlihat sangat cantik". Ucap Felix tersenyum.


"Benarkah?. Apa ini tidak terlalu terburu-buru?. Maksudku, apa mungkin orangtua mu akan menerimaku?". Ucap Berli yang psimis.


"Sutt.. Aku tidak mau mendengar kata-kata itu. Ibuku pasti akan setuju. Kau adalah wanita tepat yang aku pilih. Aku yakin". Ucap Felix yang membuat Berli terharu.


"Kau ini.. ". Berli sedikit berkaca kaca karena terharu.


"Baiklah Nona, jangan menangis. Sekarang, simpan dulu hadiah nya dan kita pergi bekerja. Setelah pulang, kau boleh mengenakan nya". Ucap Felix menggoda.


"Kau membuatku penasaran, apa isinya ini?". Berli membolak balik paper bag itu. Ia merasa penasaran dengan hadiah yang di berikan Felix.


"Nanti saja, ayo.. Kita bisa kesiangan nanti". Ucap Felix.


Mereka pun memutuskan untuk segera berangkat. Meskipun rasanya ingin sekali Berli membuka paper bag itu.


'Ini sudah saatnya kau tahu tentang semuanya Berli. Aku harap Ibuku akan merestui hubungan kita'. Felix membatin.

__ADS_1


'Apakah yang Pak David katakan itu benar?. Jika iya, maka malam ini.. Aku menjadi ragu, jika hubunganku dan Felix akan bertahan'. Berli membatin. Ia mulai gundah. Ia takut yang David katakan adalah benar. Dan ia mungkin tidak akan di restui oleh Bu Inez.


__ADS_2