DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 161 - Menolong


__ADS_3

"Nak Ozcan. Bagaimana jika tante ikut berinvestasi di perusahaan mu?Maksud tante.. Mungkin kedepannya saham yang tante punya bisa untuk bekal Romi atau Felix di kemudian hari". Ucap Bu Inez di meja makan itu. Pagi ini keluarga kecil itu berkumpul untuk melakukan rutinitas pagi yaitu sarapan


"Ide yang bagus. Aku akan membantu mengurus semuanya tan". Jawab Ozcan ramah


"Mama serius?". Tanya Romi sumringah


"Tentu saja sayang". Balas Bu Inez penuh senyuman


"Lalu bagaimana dengan perusahaan mama disini?". Sahut Felix yang terlihat kurang setuju dengan ide ibunya.


"Tidak apa sayang. Perusahaan disini biar mama yang mengurusnya, kau dan Romi bisa mengurus saham di Turki kan? Tenang saja, kalian bisa pulang kapan saja". Ucap Bu Inez penuh senyuman berharap rencana nya ini akan berhasil


"Wah.. Aku sangat sangat setuju ma.. ". Sahut Romi kegirangan


"Belajarlah lebih giat Rom. Kau pasti sukses". Ucap Ozcan menepis pundak Romi


"Apa ini tidak terburu buru? Mama sudah memikirkan semuanya kan? Mengapa ini sangat mendadak?". Ucap Felix membantah


"Kenapa kau terlihat seperti tidak setuju sayang? Mama sudah memikirkan semua nya. Lagipula apa salahnya kita mengembangkan bisnis di negri orang?". Ucap Bu Inez. Ia tahu persis apa yang putra sulung nya pikirkan.


"Aku akan memikirkannya dulu". Ucap Felix yang kembali menyantap makanan nya


"Aku pasti akan mendukung apapun keputusan tante dan Felix. Tentu aku akan selalu membantu kalian". Sahut Ozcan tersenyum


"Terimakasih nak Ozcan". Bu Inez tersenyum penuh arti. Sedangkan Felix sedang sibuk bergelut dengan pikiran nya.

__ADS_1


......................


"Ya. Sepertinya kaki ku sudah sembuh. Bismillah.. Aku akan bekerja hari ini. Semoga semuanya di mudahkan". Gumam Berli saat mengenakan sepatu kerjanya. Saat ini ia memang tengah bersiap untuk pergi bekerja


"Apa aku harus meminta jemput pada Felix? Hmm.. Seperti nya tidak usah. Aku akan memberikan kejutan kepada Felix. Ya. Aku akan memberikan kejutan bahwa hari ini aku masuk. Dia pasti akan terkejut saat melihatku". Gumam Berli tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Felix saat melihatnya tiba tiba berada di pabrik.


Berli bergegas pergi seorang diri. Ia lebih memilih menggunakan angkutan umum daripada menelpon Felix. Ia berniat untuk memberikan kejutan kepada Felix.


Namun saat ia berjalan menuju jalan raya, dari kejauhan terlihat sebuah mobil mewah menabrak pohon. Pagi itu sepi sekali, bahkan tak ada seorangpun berlalu lalang di jalanan itu.


"Astagfirullah.. Apa terjadi kecelakaan?". Gumam Berli yang sontak menghampiri mobil itu


"Ada seorang wanita di dalamnya? Tolong.. Tolong.. ". Berli berteriak saat melihat ada seorang wanita tengah pingsan di dalam mobil itu


"Nyonya.. Apa kau bisa mendengarku?". Teriak Berli


"Nyonya.. Apa kau mendengarku?". Teriak Berli kembali memukul kaca mobil itu berharap wanita itu sadar


"Bagaimana ini.. ". Gumam Berli sambil berusaha membuka pintu mobil


Kini bagian depan mobil itu mengeluarkan banyak sekali asap tebal. Berli yang terkejut sontak memecahkan kaca mobil itu dengan batu yang ada di sekitarnya.


"Nyonya.. Bangun.. ". Ucap Berli yang berhasil memecahkan kaca mobil itu dan membuka pintu mobil yang terkunci dari dalam.


Berli yang kalut, tak bisa berpikir apa apa saat melihat kejadian di depan nya. Kepala wanita itu terluka akibat benturan pada stir mobilnya. Dengan segera Berli membawa wanita itu keluar mobil.

__ADS_1


"Nyonya.. Bangun.. ". Tak henti henti Berli menyadarkan wanita yang ia sandarkan di kedua kakinya


"Aku harus membawanya ke rumah sakit.. ". Gumam Berli yang merogoh ponsel di sakunya


"Ohokk,, ohok..". Wanita itu mengeluarkan batuk. Ini menjadi kabar baik untuk Berli


"Nyonya.. Kau baik baik saja?". Tanya Berli yang membantu wanita itu bangkit


"Ayo.. Minumlah.. ". Ucap Berli sambil memberikan sebotol air mineral kepada wanita itu


Seketika wanita itu meneguknya meskipun dalam keadaan lemah.


"T.. Terimakasih.. ". Ucap wanita itu dengan nada terengah


"Tidak apa. Bagaimana keadaan nyonya? Aku antar nyonya ke rumah sakit ya?". Ucap Berli khawatir


"T.. Tidak.. Aku baik baik saja". Jawab wanita itu lemas


"Lalu dimana ponsel nyonya? Saya akan hubungi keluarga nyonya". Ucap Berli


"H.. Hancur.. ". Jawab wanita lemah itu terengah mengatur nafasnya


"Baiklah. Apa nyonya bersedia beristirahat di rumahku? Itu akan lebih baik. Setelah nyonya merasa baik, aku akan mengantar nyonya pulang". Ucap Berli penuh perhatian


"I.. Iya.. ". Wanita itu seolah akan berhenti bernafas. Berli kini memboyong wanita itu seorang diri ke rumahnya. Ia merasa begitu iba padanya.

__ADS_1


"Maafkan aku Felix, mungkin kejutan nya akan gagal". Batin Berli saat membawa wanita itu dalam rangkulan nya


__ADS_2