
"Ani, ayo..... Kau sudah selesai?". Ucap Laura menghampiri Berli
"Iya, ayo". Jawab Berli. Waktu makan siang memang sudah selesai, maka dari itu ia akan kembali bekerja
"Kemana?". Sahut Felix
"Kembali bekerja, memang nya kau tidak akan kembali bekerja?". Jawab Berli heran
"Oohh tentu saja". Jawab Felix
"Baiklah, aku duluan". Ucap Berli dan mulai melenggangkan kaki nya
"Tunggu". Langkah nya terhenti oleh Felix
"Nanti kau akan pulang bersamaku. Jangan membantah". Ucap Felix. Laura hanya terkekeh melihat tingkah Felix
"Baiklah, aku tidak akan menculiknya darimu". Sahut Laura terkekeh
"Aku bisa pulang sendiri". Jawab Berli menghadap ke arah Felix
"Terserah saja". Jawab Felix dan langsung berlalu pergi
"Hih dasar". Gumam Berli melihat kepergian Felix yang mendahuluinya
"Ayolah Berlianinininini.... Kenapa menolak". Ucap Laura terkekeh
"Aku tidak mau". Jawab Berli mengerucutkan bibirnya. Tentu lain di hatinya
"Sudahlah, dia tampan, dan sepertinya baik. Aku saja jika menjadi dirimu tidak akan menolak. Kenapa kau menolak?". Ucap Laura tertawa
"Ah aku tidak tahu". Jawab Berli dan mulai melangkahkan kakinya untuk kembali bekerja. Laura hanya menggeleng melihat kelakuan sahabatnya.
......................
"Assalamualaikum". Adelard mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Ia kini berada di depan pintu rumah Romi
"Waalaikumsallam". Jawab seorang wanita yang tak lain adalah Bi Esin, ia membukakan pintu untuk mereka
"Romi ada kan bi?". Tanya Neel
"Ada den, ayo silahkan masuk". Jawab Bi Esin ramah
__ADS_1
"Romm... Romeoooo hahaha". Ucap Adelard berteriak sedikit di ambang pintu rumah Romi
Tanpa menunggu lama, pria tampan yang di panggil nya itu langsung datang. Namun, betapa terkejutnya ia saat melihat kedatangan seseorang di antara kedua teman nya itu
"Prianka?". Ucap Romi terkejut saat memghampiri tamu nya itu.
"Iya, ini aku". Jawab Prianka bahagia.
Mereka saling menatap satu sama lain, tentu tak lepas dari tatapan Neel dan Adelard yang menyaksikan momen haru mereka.
"Ekhmm". Adelard menggumam dan membuyarkan momen haru mereka
"Eh iya, ayo masuklah". Ucap Romi merasa tidak enak dan langsung mengajak tamu tamu nya masuk
"Bagaimana keadaan tante?". Tanya Neel saat mereka masih duduk di sofa ruang tamu
"Dia sudah baikan, sekarang sedang di temani kak Jovanka". Jawab Romi
"Jovanka calon kakak iparmu?". Tanya Adelard penuh selidik
"Ya, mungkin... Tapi aku berharap itu tidak akan terjadi haha". Jawab Romi
"Kau ini Rom". Jawab Adelard terkekeh
"Ah iya, aku lupa". Jawab Adelard terkekeh
"Bagaimana kabarmu Prianka?". Tanya Romi yang hanya tinggal berdua dengan Prianka
"Aku baik baik saja. Bagaimana dengan mu?". Jawab Prianka manis
"Seperti yang kau lihat". Ucap Romi tersenyum
"Romi, aku minta maaf atas kesalaha pahaman yang dulu". Ucap Prianka ragu
"Tidak masalah, lagi pula itu kan masalalu, tidak perlu di ingat lagi". Jawab Romi
"Lalu, kenapa kau bisa ada disini?". Tambah Romi
"Aku kembali ke kota ini lagi. Ayahku di pindah tugaskan untuk bekerja di kota ini lagi. Dan aku kembali ke kampus, tadi aku bertemu dengan Fataq dan Adelard, dan mereka mengajakku ikut kesini. Kau tidak keberatan kan Romi?". Jawab Prianka
"Tidak sama sekali". Balas Romi tersenyum.
__ADS_1
Ia memang merasakan perasaan bahagia setelah sekian lama bertemu kembali dengan Prianka, namun apa yang harus ia lakukan, karena Prianka hanya lah seorang mantan.
"Apa aku boleh menjenguk ibumu Rom?". Tanya Prianka
"Oh, tentu saja.. Ayo". Jawab Romi sambil tersenyum dan mempersilahkan Prianka menjenguk ibunya
"Bagaimana bisa tante di larikan ke rumah sakit lagi?". Tanya Adelard khawatir
"Tante terjatuh dari kursi roda sayang, jadi tante di larikan ke rumah sakit. Tante benar benar merepotkan semua orang". Jawab Bu Inez lesu
'Ternyata si tua bangka ini sadar diri juga'. Batin Jovanka
"Begitu ya, tidak apa apa tante. Tante pasti akan segera pulih, percayalah". Ucap Adelard memberi semangat kepada Bu Inez
"Iya tante, tante yang kuat ya". Sahut Neel
"Terimakasih sudah menjenguk tante ya Neel, Adelard". Ucap Bu Inez sambil tersenyum
"Sudah kewajiban kita sebagai anak tante". Jawab Adelard tersenyum. Neel hanya mengangguk
"Assalamualaikum". Ucap seorang wanita di ambang pintu yang mengejutkan Bu Inez dan Jovanka
"Prianka?". Bu Inez terkejut
"Tanteee". Prianka langsung berhambur ke pelukan Bu Inez, dan di balas oleh Bu Inez.
Mereka memang sedekat itu, karena saat masih mejadi kekasih Romi, mereka memang sudah dekat. Dan Bu Inez sangat menyukai Prianka
"Bagaimana keaadaan tante?". Tanya Prianka kembali ke posisi semula
"Tante sudah baikan nak, ini benar benar kejutan... Kau datang lagi". Ucap Bu Inez bahagia
"Iya tan, Prianka kembali tinggal di kota ini. Jadi kita pasti akan sering bertemu". Jawab Prianka bahagia
'Siapa lagi wanita ini'. Batin Jovanka melihat wanita asing yang baru ia temui hari ini
"Bagus sayang, ah iya. Perkenalkan, ini Jovanka calon menantu tante". Ucap Bu Inez memperkenalkan Jovanka
"Prianka. Kau sangat cantik... Senang bertemu dengan mu". Ucap Prianka mengulurkan tangan nya dan tersenyum ramah pada Jovanka
"Jovanka Alleta, senang berkenalan dengan mu". Jovanka membalas uluran tangan Prianka dan tersenyum
__ADS_1
"Jovanka, Prianka ini teman dekat Romi. Dia baru kembali lagi ke kota ini". Ucap Bu Inez bahagia. Jovanka hanya mengangguk dan tersenyum menutupi kebosanan yang melanda hatinya
'Ternyata mama masih menyukai Prianka'. Batin Romi yang melihat kebahagiaan ibunya saat bertemu Prianka