DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 209 - Niat Buruk Mereka


__ADS_3

"Cepat Jovan. Kita bisa terlambat jika kau makan seperti itu". Ucap Bu Delli saat melihat Jovanka menikmati makanan nya dengan begitu lambat.


"Tenang saja. Lagipula wanita tua itu pasti belum ada disana bukan?". Balas Jovanka ringan sambil menikmati makanan yang tersaji di depan nya.


"Iya, tapi jika kita datang lebih awal, itu lebih baik. Pertama, kita sama sekali tidak datang saat Felix mengalami kecelakaan, ya.. Setidaknya kita akan menunjukkan simpati kita saat bertemu dengan wanita menyebalkan itu nanti". Ucap Bu Delli penuh keinginan.


Tanpa mereka sadari, sepasang telinga menangkap pembicaraan mereka sejak tadi. Ya, Ozcan yang duduk di samping meja mereka tak sengaja mendengar pembicaraan itu. Ia terkejut saat nama Felix kini di sebut sebut.


'Apa wanita ini yang Felix sebut akan menjebak Ibunya dalam investasi itu?. Dan wanita di sampingnya, nama Jovanka. Rasanya sangat familiar'. Ozcan membatin.


"Tuan Ozcan, anda mendengar saya?". Tanya seorang rekan Ozcan

__ADS_1


"Ah iya, maaf. Saya tidak konsentrasi. Sampai mana tadi?". Ozcan menyadari apa yang ia lakukan.


"Tidak apa-apa Tuan Ozcan, itu saja yang ingin saya sampaikan. Pertemuan hari ini sudah cukup. Saya hendak berpamitan. Terimakasih atas waktunya". Ucap rekan itu, ramah. Mereka memang sudah selesai membicarakan bisnis itu sejak tadi. Namun fokus Ozcan saat ini benar-benar teralihkan oleh pembicaraan Bu Delli dan Jovanka.


"Baiklah, terimakasih kembali. Senang bertemu dengan anda". Ozcan mengulurkan tangan nya seraya berdiri dari kursi itu. Rekan kerja itupun pergi, namun Ozcan kembali duduk disana seorang diri. Entah mengapa ia ingin sekali mendengarkan pembicaraan mereka.


"Bukankah tante Inez punya banyak perusahaan?. Kalaupun kita mengambil salah satunya, itu sama sekali tidak akan mempengaruhinya kan". Ucap Jovanka sembari menyantap makanan itu.


Ozcan membelalak tak percaya. Begitu licik nya wanita yang ada di samping nya ini. Namun, pikiran nya masih bisa terbuka. Ia memutuskan untuk merekam semua percakapan itu untuk membuktikan niat buruk mereka kepada Bu Inez. Tentu Ozcan akan menyelamatkan perusahaan milik keluarga sahabatnya itu.


'Benar-benar wanita licik. Aku tidak akan membiarkanmu'. Ozcan membatin. Ia menyimpan ponsel nya hampir di sudut meja untuk menjangkau suara mereka.

__ADS_1


Harapan harapan itu mulai mereka ucapkan. Perlahan, mereka mulai berkhayal akan bahagia menikmati kekayaan yang akan mereka dapatkan dari hasil sifat picik mereka. Tentu saja, rekaman itu menangkap semua percakapan mereka dari awal sampai akhir. Kini, Ozcan memutuskan untuk menguntit mereka. Ia ingin tahu kemana mereka akan pergi.


"Felix. Ya, aku harus membawa Felix untuk menghentikan rencana busuk mereka". Gumam Ozcan seraya beranjak membawa rekaman itu. Di akhir percakapan, Ozcan mendengar bahwa mereka akan menemui Bu Inez di sebuah cafe untuk menandatangani berkas yang akan menjebaknya. Dengan langkah seribu, Ozcan keluar mendahului mereka untuk menjemput Felix.


Tentu Felix akan menjadi hal terkuat dalam hal ini. Terlebih, kini Ozcan mempunyai bukti rekaman suara niat busuk mereka. Perlahan tapi pasti, Ozcan berniat membawa Felix untuk ikut menguntit mereka dan menggagalkan pertemuan itu.


"Ayo Jovan. Kita sudah terlambat". Ucap Bu Delli yang kini mulai beranjak untuk menuju lokasi perjanjian itu. Dengan langkah tergesa ia mengambil mobil yang semula di perbaiki di bengkel. Ia tidak ingin terlambat di hari keberuntungan nya ini.


"Tenang saja, kenapa terburu-buru". Ketus Jovanka kesal dengan tingkah ibunya.


Sementara, Ozcan masih menuju kediaman Berli untuk menjemput Felix. Bagaimana jadinya jika Bu Delli sampai di lokasi terlebih dahulu? Apakah perusahaan itu masih bisa di selamatkan?

__ADS_1


__ADS_2