DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 274 - Pembohong


__ADS_3

"Siapa pengirim pesan ini?. Mengapa tiba-tiba ia memblokir nomorku!". Felix marah. Ia memukul stir untuk meluapkan amarah nya. Sejak tadi ia berusaha menelpon nomor tak di kenal itu, namun nomor telepon miliknya malah di blokir.


"Aku bisa saja tak percaya dengan semua ini. Tetapi, rekaman video itu sudah membuktikan semua nya Berli.. ". Felix hampir berkaca. Ia yang semula ingin mengabaikan pesan itu, kini goyah karena rekaman video itu menunjukkan wajah asli Berli dan David.


......................


Hari ini mungkin bisa di katakan lebih baik daripada kemarin. Sekarang Berli sudah membersihkan seluruh rumah, dan juga membersihkan diri nya. Ia duduk di teras untuk menghirup udara pagi ini. Ia juga menyiram tanaman nya yang sudah hampir layu.


"Bunga, kau harus hidup. Aku akan membuatmu mekar kembali, agar bisa menciptakan keindahan saat orang lain menatapmu. Kau masih punya banyak harapan untuk kembali bersinar. Andai saja kehidupanku secerah itu.. ". Gumam Berli.


"Entah sampai kapan seperti ini. Aku tidak ingin pergi bekerja, karena disana aku akan bertemu David. Lalu bagaimana jika aku akan kehilangan pekerjaanku?". Berli masih bergumam, sambil menyiram bunga-bunga yang tumbuh di pekarangan rumah nya.


Setelah beberapa saat, Berli memutuskan untuk masuk ke dalam. Karena cuaca di luar semakin terik.


Berli menutup pintu perlahan, ia hendak melenggang, namun langkah nya terhenti saat tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Toktotkok,, Berli langsung membalikan badan nya, dan membuka pintu. Namun betapa terkejut, dan bahagia nya ia saat mendapati seseorang di ambang pintu. Orang yang selalu ia rindukan, kini telah kembali. Seketika Berli melupakan kegusaran hati nya.


Berli berhambur kepelukan Felix dengan spontan. "Felix.. Kapan kau pulang?. Mengapa tidak memberitahuku?".


Berli masih tersenyum, menikmati pelukan nya disana. Namun, Felix tak membalas pelukan itu. Ia hanya diam dan terpaku. Wanita yang membuat nya kecewa, kini tengah memeluk nya.


Berli melepaskan pelukan nya. Masih dengan antusias yang sama, ia berkata. "Kenapa tidak memberitahuku?. Aku pasti akan menyiapkan makanan untukmu. Dan tentu aku akan menjemputmu di bandara. Felix, kau ini.. Selalu membuat kejutan".

__ADS_1


Felix masih terdiam, tak ada senyum di raut wajah nya.


"Sayang? kau tidak merindukanku?". Berli heran. Mengapa Felix hanya terdiam.


Berli semakin heran, Felix menatap nya tajam dan mata nya merah menahan amarah.


"Sayang, ada apa?". Berli mundur satu langkah. Ia merasa tak nyaman dengan tatapan itu.


Felix masuk, dan menutup pintu. Membuat Berli semakin takut.


"Kau yang membuat kejutan untukku Berli!". Ucap Felix.


Berli mengernyit. "Apa maksudmu?. Kenapa kau berkata seperti itu?"


Berli tak kalah terbelalak. Ternyata, dugaan nya benar. Rekaman itu ada di tangan Felix, dan seseorang sengaja mengirim nya kepada Felix.


Dengan nada tergetar. "Felix, siapa yang mengirim nya?".


"Kau bertanya padaku?. Bukankah aku yang harus bertanya, apa yang kau lakukan dengan David!?". Ucap Felix penuh penekanan. Ia berusaha mengontrol emosi nya.


Akhirnya pertahanan Berli runtuh, ia menangis dan gemetar. "Felix, aku mohon.. Kau jangan mempercayai itu. Seseorang pasti telah memfitnahku. Aku juga terkejut saat aku tiba-tiba berada di samping nya. Aku berani bersumpah, aku tak pernah melakukan apapun dengan nya. Felix, tolong.. Percayalah padaku".


Felix mengalihkan pandangan nya. Ia tak kuasa menatap Berli.

__ADS_1


"Apa yang harus aku percaya, Berli?. Kau tertidur di pelukan nya dengan nyaman tanpa busana. Bukankah kalian berdua sama-sama senang melakukan nya?. Sudah kuduga. Jadi, selama ku pergi.. Kau berkencan dengan pria lain, kau memberikan kehormatanmu kepada orang lain. Di saat aku selalu menjagamu dan menghormati mu, Berli. Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk menyentuhmu sebelum menghalalkan mu!"


Berli semakin kalut, kini Felix benar-benar tak mempercayai nya. Namun ia berusaha menjelaskan.


"Felix, aku mohon.. Percayalah padaku. Aku tidak pernah melakukan apapun. Felix, aku datang ke tempat itu karena mendapat undangan perusahaan. Aku datang kesana, aku pikir ada banyak teman. Namun tiba-tiba aku tak sadarkan diri. Dan saat terbangun, David sudah ada di sampingku".


Felix semakin merasa di bohongi. "Undangan perusahaan, katamu?. Bukankah kau tahu, perusahaan itu sekarang ada di bawah pimpinan ku. Aku tidak pernah membuat pertemuan apapun, dengan siapapun. Kau lihat?, sekarang aku sudah tahu sifat aslimu Berli. Kau, membuatku kembali merasakan sakit nya masalalu ku. Kau, dan Lathesia. Kalian sama saja! Kalian pembohong!".


Felix melenggang. Ia menjatuhkan paper bag berisi oleh-oleh spesial dari Turki untuk Berli. Ia tak pernah menyangka, akan memberikan hadiah spesial nya dengan cara seperti ini.


Berli berlari, ia menangis mengikuti langkah Felix. "Felix, dengarkan aku..". Berli mengetuk jendela mobil nya. Namun Felix tak peduli, ia pergi begitu saja.


Felix pergi dengan perasaan kecewa. Air mata itu mulai lolos dari mata nya. Ia langsung menyeka nya. Ia menyetir dengan kecepatan tinggi. Ia mulai mengingat ucapan-ucapan dan sikap Berli yang selalu membuat nya bahagia. Kini, semu itu sudah tak ada artinya.


"Kenapa kau melakukan ini, Berli!".


......................


"Selesai. Felix pasti sudah memutus hubungan nya dengan si miskin itu". Ucap Bu Inez menyeringai.


"Aku sangat puas, sekali.. Ayo, bersulang". Lathesia begitu puas. Ia meminum minuman bersoda di rumah Felix.


'Bukankah di depan Tuan Felix, Nyonya Inez sangat mendukung hubungan mereka?. Tetapi mengapa sekarang, Nyonya Inez malah menghina nya. Nona Berli.. Kasihan sekali dirimu'. Bi Esin membatin.

__ADS_1


Ia tak sengaja mendengar percakapan mereka berdua.


__ADS_2