DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 155 - Jalan Setapak


__ADS_3

"Baguslah.. Aku menemukan orang yang bisa mengantarku pulang di hutan belantara itu. Aku tidak peduli tentang apapun, yang terpenting sekarang adalah.. Aku harus bisa mendapatkan kembali rekaman itu. Rekaman itu benar benar ancaman bagiku". Batin Bu Inez yang kini berjalan di jalan setapak menuju rumahnya.


Kini hari mulai petang, matahari mulai turun. Bu Inez yang masih dalam keadaan kalut itu kini tengah berjalan seorang diri menapaki jalan setapak. Beruntung ia bertemu dengan seorang petani karet di hutan itu. Sehingga ia bisa meminta bantuan di antar pulang. Meskipun dengan kendaraan seadanya, dan rute se singkat singakatnya. Bu Inez menyambung perjalanan nya dengan berjalan kaki menuju rumahnya.


"Bu Inez? Sedang apa ia berjalan seorang dir disini?". Gumam David yang sedang melintas di jalan itu. Ia memang sudah berniat untuk datang ke kediaman Bu Inez sebelum datang waktu kepulangan bekerja. Namun ia malah mendapati Bu Inez di jalanan itu


"Bu Inez? Sedang apa disini?". Sontak David menghentikan mobilnya dan berhenti tepat di samping Bu Inez


"Nak David?". Bu Inez terkejut


"Ayo Bu.. Naiklah.. Kebetulan saya datang untuk membicarakan hal penting". Ucap David


"Baiklah". Tanpa menunggu lama, Bu Inez menaiki mobil David untuk pergi ke rumahnya.

__ADS_1


"Apa yang sedang ibu lakukan di jalan setapak ini?". Tanya David memecahkan keheningan di mobil itu. Karena sejak tadi Bu Inez hanya terdiam


"Aku.. Aku ada sedikit urusan tadi.. Dan aku pikir aku tidak perlu membawa mobilku". Jawab Bu Inez berbohong.


"Begitu ya.. Apa ibu tidak keberatan jika saya membicarakan masalah perusahaan?. Saya pikir jika ibu masih lelah, saya akan membicarakan hal ini besok saja". Ucap David yang merasa sungkan saat melihat keadaan Bu Inez yang terlihat lelah


"Tidak nak David.. Kita akan membicarakannya sekarang saat sudah sampai di rumahku. Aku sama sekali tidak keberatan". Jawab Bu Inez


"Baiklah". Ucap David yang melajukan mobilnya menuju kediaman Bu Inez


......................


"Setengah jam lagi aku akan pergi ke rumah Berli. Rasanya aku merindukan nya. Oh ya, apa yang harus ku bawa ya? Apa makanan Turki? Ya. Aku akan membelinya. Ia pasti akan senang". Gumam Felix di ruangan mewah terpencil itu. Ia sedang dilanda kasmaran saat ini. Ia bergumam sambil tersenyum berbunga bunga

__ADS_1


"Apa aku harus meminta bantuan Felix saat Felix kemari nanti?. Ya. Aku tidak bisa mencari adikku sendirian. Aku butuh bantuan Felix. Ia pasti akan berkenan untuk membantuku". Gumam Berli sambil memegang surat pernyataan hak asuh itu


Kringg,, tiba tiba ponsel berbunyi. Tanda ada panggilan masuk


"Hai Aditya. Assalamualaikum.. ". Ucap Berli yang sontak mengangkat panggilan itu


"Waalaikumsalam.. Kak.. Bagimana kabarmu? Apa kau baik baik saja?. Mengapa kau tidak berangkat hari ini?". Tanya Aditya yang tak mengetahui tentang keadaan Berli


"Ah, Aditya.. Sebenarnya kemarin aku mengalami kecelakaan kecil. Aku terserempet mobil saat hendak menunggu angkutan kemarin. Tetapi tidak terjadi hal yang serius, aku hanya butuh istirahat saja". Jawab Berli di sebrang telpon


"Apa? Mengapa tidak memberitahuku? Mungkin aku akan mengantar kakak pulang. Jika saja aku mengantar kakak, hal ini pasti tidak akan terjadi. Maafkan aku.. Aku tidak ada saat kakak membutuhkan aku.. ". Ucap Aditya terkejut dan sontak menyalahkan dirinya sendiri


"Tidak.. Ini bukan salahmu. Sudah sudah, semua baik baik saja. Kau tidak perlu cemas. Hari ini Felix akan datang, aku baik baik saja. Lagipula kemarin ia juga membantuku disini". Ucap Berli tersenyum

__ADS_1


"Kak Felix? Sungguh? Kalau begitu aku tenang. Ya sudah, aku harus kembali bekerja kak. Lain kali aku akan menelponmu lagi. Dan jika ada senggang, aku juga akan mengunjungi kakak. Semoga kakak cepat sembuh. Assalamualaikum". Ucap Aditya berpamitan untuk menutup telpon


"Baiklah. Terimakasih banyak Aditya. Waalaikumsalam". Jawab Berli lembut


__ADS_2