DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 192 - Hari Yang Berat


__ADS_3

"Bi, apa mama ada di rumah?". Tanya Felix yang baru saja tiba di rumahnya dengan tergesa gesa. Ia bertemu dengan Bi Esin di halaman yang tengah menyiram tanaman.


"Nyonya ada di kamarnya Tuan". Jawab Bi Esin. Felix langsung bergegas menemui Ibunya. "Ada apa lagi ini ya Allah". Gumam Bi Esin.


"Ma.. ". Felix mengetuk pintu kamar Ibunya


"Felix?". Gumam Bu Inez heran karena putra sulungnya sudah pulang di saat jam kerja.


"Nak, kau sudah pulang?". Bu Inez membuka pintu kamar seraya menyambut putranya dengan senyuman


"Ada hal penting yang ingin aku tanyakan pada mama". Ucapan Felix membuat Bu Inez hampir gemetar


"Ada apa sayang? Kau bisa menelpon mama kan". Bu Inez tetap mendinginkan suasana


"Apa maksud rekaman ini?". Felix memutar rekaman itu dengan suara yang hanya terdengar oleh mereka berdua.


Seketika Bu Inez membelalak mendengar suara itu. Ya, itu memang sebagian suara ia saat tengah di sekap oleh kedua pria itu tempo hari.


"Itu suara mama bukan?". Felix menatap lekat wajah Ibunya yang di penuhi rasa takut

__ADS_1


"Eee.. Apa maksudmu sayang?. Mama tidak tahu itu suara siapa". Ucap Bu Inez terbata


"Siapa aku dan Romi sebenarnya?. Siapa putra kandung mama?". Ucap Felix penuh pasti


"A.. Apa? Kalian berdua putra mama nak". Kali ini Bu Inez benar benar di selimuti ketakutan


"Katakan sejujurnya kepadaku". Ucap Felix penuh penekanan. Sorot matanya begitu tajam


"Nak, coba putar sekali lagi, apa suara itu mirip suara mama? Bisa saja itu suara orang lain sayang. Untuk apa mama melakukan rekaman seperti itu". Ucap Bu Inez menyangkal


"Itu suara Mama. Dan sangat jelas itu adalah suara Mama. Aku ingin bertanya, apa yang Mama sembunyikan dari kami?. Dan kapan rekaman itu di buat?". Ucap Felix penuh tatapan


"Kalau begitu, kenapa tadi Mama menyangkal ucapanku?". Tanya Felix yang membuat Bu Inez terdiam seribu bahasa


Toktoktok,, Bi Esin mengetuk pintu membuat pembicaraam mereka terpotong


"Permisi Nyonya, ada tamu menunggu di bawah". Ucap Bi Esin yang membuyarkan suasana


"Baiklah, aku akan turun". Jawab Bu Inez. Ada perasaan lega di hatinya. Karena pertanyaan Felix terpotong.

__ADS_1


Bu Inez melenggang keluar dari kamarnya sebelum Felix kembali menanyakan hal itu. Felix hanya berusaha menenangkan dirinya


"Hari ini aku selamat. Sepertinya ketenanganku akan kembali terancam. Mereka benar-benar membuatku dalam masalah. Entah apa yang mereka inginkan dengan mengirimkan suara itu kepada Felix". Bu Inez membatin. Hatinya begitu berguruh


"Baiklah, tidak hari ini. Tetapi aku pasti akan mengetahui apa yang mama sembunyikan". Gumam Felix sambil ikut melenggang. Ia memutuskan untuk kembali ke tempatnya bekerja, mengingat masalah tadi harus ia selesaikan.


......................


"Baiklah Berli, tidak apa. Kau baik-baik saja. Tidak apa jika Felix memilih wanita lain, kau memang tidak sempurna untuk terlalu berharap lebih". Berli kembali menenangkan dirinya sambil menatap ke arah cermin kamar kecil. Entah berapa ratus menit waktu yang ia lalui disini, ia hanya ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu.


Berli melenggang, ia berniat untuk kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat terbengkalai. Ia berharap bisa melalui hari yang berat ini dengan baik.


.


.


.


.

__ADS_1


Guys kangen update kisah Felix dan Berli ga?. Maaf ya, udah lama ga update karena emang waktu nya sangat minim, dan sibuk di real life hehe. Tapi jangan khawatir, author bakal update terus sampe tamat kok, meskipun ya.. Seadanya waktu. Makasih udah baca, tunggu update selanjutnya ya 😘😘


__ADS_2