
"Hari ini Felix mungkin akan kemari. Bagaimana ini? Apa aku yang harus menemuinya? Bagaimana bisa, aku di datangi orang yang sedang sakit. Tapi Felix bilang, ia akan datang. Lagipula kalau aku datang, bagaimana jika Felix benar benar putra Bu Inez?". Gumam Berli sambil merapihkan tempat tinggalnya.
Hari ini memang tanggal merah, jadi hari ini ia sibuk merapihkan rumahnya untuk menyambut kedatangan Felix.
Toktoktok,,, seseorang mengetuk pintu di luar. Dengan segera Berli menghampiri sumber suara itu.
"Felix.. ". Berli sumringah saat melihat seseorang di ambang pintu. Ia merasa sangat bersemangat.
Felix tersenyum dan mencubit pelan dagu mungil Berli.
"Kau senang?". Felix tersenyum
"Ayo masuk". Berli menyambut nya dengan penuh senyuman
"Tunggu, temanku boleh ikut masuk?". Tanya Felix. Berli cukup terkejut karena ternyata Felix tidak datang sendirian
"Boleh, tapi siapa?". Berli sedikit heran sambil mengelilingkan pandangan nya ke sekitar.
__ADS_1
"Hai.. ". Ucap Ozcan menyapa. Kali ini ia sudah tahu siapa yang Felix maksud. Mengingat, rumah ini pernah ia datangi saat menolong Berli tempo hari.
"K.. Kau?". Berli terkejut melihat orang yang Felix maksud adalah Ozcan.
"Kalian sudah saling kenal kan?. Ozcan sudah menceritakan semuanya kepadaku. Apakah kau tahu? Ozcan mungkin saja akan tertarik padamu jika aku tidak buru-buru memberitahukan nya kalau kau adalah milikku". Ucap Felix terkekeh
Berli tersipu malu. "Ishh, kau ini. Ya sudah, ayo. Masuklah". Ucap Berli tersenyum
Kedua pria itu masuk untuk bertamu. Berli menyambutnya dengan air teh hangat dan cemilan ringan yang ia punya. Mereka mengobrol dengan semua pembicaraan yang mereka inginkan. Namun, Berli belum berani untuk menanyakan keresahan yang ia rasakan saat ini.
......................
"Mohon maaf Nyonya, Tuan Felix sudah keluar satu jam yang lalu. Ia sudah meninggalkan rumah sakit ini atas izin dokter". Balas resepsionis itu, membuat Bu Inez terkejut.
"Apa?. Lalu ia pergi kemana? Ia tidak pulang ke rumah". Ucap Bu Inez tak terima. Ia mulai mencurigai wanita yang ia benci itu. Ia semakin yakin bahwa Berli sudah mempengaruhinya.
"Mohon maaf Nyonya, Tuan Felix sudah keluar bersama seorang pria yang menemaninya. Pria yang berparas seperti orang Timur Tengah. Begitu Nyonya, apa mungkin itu adalah kerabat Nyonya?". Ucap resepsionis menjelaskan
__ADS_1
"Ohh Ozcan". Gumam Bu Inez merasa tenang.
"Baiklah, terimakasih". Bu Inez bergegas pergi untuk memastikan keadaan Felix yang kini tengah bersama Ozcan
"Kenapa Felix tidak mengabariku terlebih dahulu. Ia pasti pulang ke rumah Ozcan. Anak itu membuatku khawatir". Gumam Bu Inez melangkahkan kakinya di koridor. Ia merasa sedikit kesal dengan apa yang Felix lakukan.
......................
"Baiklah, aku rasa sudah cukup bertamu nya. Felix, aku harus pulang. Aku masih ada urusan. Kau tinggal saja disini, jika kau perlu bantuan, kau bisa hubungi aku. Aku akan datang kapanpun kau membutuhkan aku". Ucap Ozcan yang hendak berpamitan dari kediaman Berli.
"Baiklah. Terimakasih banyak Ozcan. Maaf aku sudah banyak merepotkanmu. Sekali lagi, terimakasih banyak.". Ucap Felix
"Bukan apa apa. Lagipula aku sahabatmu kan. Berli, aku titipkan pria tampan ini padamu ya. Ingat, jangan menyakitinya". Ucap Ozcan terkekeh dan mengalihkan pandangan nya ke arah Berli
"Baik Tuan, akan saya laksanakan". Ucap Berli terkekeh.
"Baiklah, aku pamit. Assalamualaikum".
__ADS_1
"Hati-Hati". Balas Felix
"Waalaikumsallam". Balas Berli.