DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 114 - Siapa Dia


__ADS_3

"Ya Allah apa sehina itu aku di mata orang lain, sampai sampai aku kembali mendengar kata kata itu untuk yang kedua kalinya?". Batin Berli sambil menyeka air matanya, ia langsung bergegas untuk menaiki kendaraan umum tanpa menghiraukan Sherly


"Tunggu, bukankah itu wanita yang sama dengan wanita yang bersama Felix tempo hari? Tapi kenapa wanita itu bersama pria lain?". Gumam Berli yang tanpa sengaja mendapati pemandangan aneh di depannya. Pasalnya, ia melihat Jovanka tengah bersama pria lain di sebrang jalan. Mereka terlihat begitu mesra saat memasuki mobil


"Apa aku harus memberitahukan ini kepada Felix?, ah tidak Berli.... Bisa jadi kau yang salah sangka, dan jika begitu sama saja seperti aku menghancurkan hubungan orang lain. Sudah Berli, sudah..... Jangan lagi mempedulikan Felix". Gumam Berli kembali


......................


"Nak, bagaimana keadaan Romi? Adikmu baik baik saja kan?". Tanya Bu Inez panik saat menemui Felix di koridor itu


"Romi baik baik saja ma, mama jangan khawatir, Romi sedang di periksa oleh dokter. Sebentar lagi Romi pasti akan siuman". Ucap Felix tersenyum berusaha menenangkan


"Mama bermimpi buruk tentang Romi, syukurlah itu semua tidak benar benar terjadi". Ucap Bu Inez sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang Felix, di balas pelukan hangat oleh Felix


"Semua akan baik baik saja". Ucap Felix penuh kelembutan


......................


"Apa Romi sengaja tidak datang tadi malam? Atau terjadi sesuatu pada Romi sehingga..... Ah tidak mungkin, jika begitu ibunya pasti akan mengabariku. Tetapi apa? Sampai saat ini bahkan tidak ada kabar baik dari Romi ataupun ibunya. Apa Romi sengaja menjauhiku? Apa yang Romi pikirkan". Gumam Prianka sambil menatap nanar ke arah jendela kamarnya. Hari ini ia memutuskan untuk tidak pergi ke kampus


"Neel, aku harus menanyakan ini pada Neel. Tapi.... Ah sudahlah, untuk apa aku mempedulikan Romi, sudah jelas Romi tidak mempedulikanku lagi. Aghhh". Ucap Prianka kembali mengacak rambutnya. Hatinya benar benar kesal tanpa kehadiran Romi


......................

__ADS_1


"Hari ini hari pertama Romi di skors. Apa sebaiknya kita ke rumahnya setelah ini? Aku pikir Romi pasti akan bosan berada di rumah terus". Ucap Neel kepada Adelard yang kini sudah berada di kampus tempatnya menimba ilmu. Mereka tengah berbincang di kursi luar ruangan


"Ide bagus. Kita akan ke rumahnya setelah ini. Tapi Neel, sepertinya Prianka juga tidak ke kampus hari ini, hari ini aku tidak melihat kedatangannya". Ucap Adelard


"Iya, apa mungkin Prianka menemani Romi di rumahnya? Haha". Ucap Neel tertawa renyah


"Mungkin saja". Jawab Adelard tersenyum geli


"Rupanya para budak sedang menunggu kedatangan tuan nya hahaha". Ucap seorang Pria yang membuat darah kedua pria tampan itu mendidih. Siapa lagi jika bukan Bryan


"Kami tidak memiliki masalah denganmu. Jadi tidak perlu membuat gara gara". Ucap Neel tegas


"Oohhh.... Kini budak tuan Alshar sudah bisa melawan ya". Ucap Bryan tersenyum menyeringai


"Adelard, hentikan.... ". Ucap Neel sambil berusaha memisahkan Adelard yang terus saja menghajar Bryan yang sudah tersungkur di lantai


"Dasar kepa**t, kau sama sekali tidak bosan membuat masalah dengan kami. Siapa yang budak dan siapa yang di perbudak hah? Ayo bicara sekali lagi". Tegas Adelard penuh amarah sambil mengepalkan tangannya dan bersiap memukul kembali Bryan yang berada di bawah kuasanya


"Adelard, hentikan... ". Ucap Neel sambil berusaha menarik Adelard untuk melepaskan Bryan


Seketika Adelard langsung melepaskan genggamannya saat melihat Bryan sudah tidak berdaya. Dengan sigap Bryan langsung berdiri tanpa perlawanan, karena kini luka nya sudah bertambah


"Kau akan membayar semua ini Adelard!". Ucap Bryan penuh ancaman sambil berlalu pergi

__ADS_1


"Dasar ba**ngan". Gerutu Adelard sambil menatap kepergian Bryan


"Adelard, tenanglah". Ucap Neel berusaha menenangkan Adelard


"Tenang kau bilang? Neel bagaimana bisa kau tenang saat ba**ngan itu kembali membuat masalah hah?". Ucap Adelard tidak terima


"Aku mengerti Adelard. Aku pun kesal dan ingin sekali menghajarnya. Tapi pikirkan sekali lagi, Romi baru saja di skors gara gara Bryan membuatnya mendapat masalah. Tidak mungkin kita akan ikut mendapat masalah. Kau tahu? Bryan hanya ingin memancing kita dan membuat kita semua mendapat masalah. Jadi aku mohon, kali ini saja.... Dengarkan aku dan jangan bertindak gegabah". Jawab Neel penuh penjelasan


"Baiklah". Ucap Adelard sambil menghela nafas kasar menahan amarah


.


.


.


.


GUYSS!! masih setia baca novelku kan? Setia dong yaa 😣😣


seperti biasanya, awalnya aku mau update banyaaakkkk tapi ya... beginilah, aku masih sibuk kerja huhu jadi aku update 1 episode aja dulu, karena yang lain belum ke tulis, jadi sabar yaa.... ngebagi waktu emang susah) :


bentaran lagi tamat, bismillah aja dulu 🤗

__ADS_1


__ADS_2