
"Apa dia benar-benar putra Bu Inez?. Lalu, untuk apa dia menyembunyikan identitasnya?. Apa Berli mengetahui semua ini?. Atau jangan-jangan, di sengaja menyembunyikan identitasnya untuk melakukan sesuatu kepada Berli. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi". David membatin. Ia duduk di ruangan nya dengan pikirannya yang terus berputar
"Maaf Pak. Apa ada masalah?". Aditya yang sedari tadi memperhatikan raut wajah David yang kalut, ia memutuskan untuk bertanya.
"Ah, Aditya. Tidak apa apa, aku baik baik saja". Balas David yang tersentak saat Aditya menyadarkan lamunan nya
"Baiklah kalau begitu". Balas Aditya tersenyum dan kembali mengerjakan pekerjaan nya.
"Aditya, boleh aku bertanya sesuatu?". David kembali bicara
"Tentu saja Pak. Tanyakan saja". Aditya menjawab dengan antusias
"Aditya, menurutmu.. Jika ada seseorang yang dengan sengaja memyembunyikan identitasnya. Emm.. Maksudku, misalkan ada seseorang yang menyembunyikan identitas nya, dan melakukan tindakan yang tidak di ketahui siapapun, bagaimana menurutmu?". Ucap David hendak bertanya, namun ia bingung bagaimana cara mengutarakan nya dengan tepat
"Maksudnya, apa Bapak berpikir bahwa seseorang menyembunyikan identitasnya, artinya ia mempunyai maksud buruk, begitu?". Aditya berusaha memahami apa yang David maksudkan.
__ADS_1
"Ya, itu termasuk pertanyaanku juga. Tetapi ada yang lebih spesifik dari itu. Entahlah, aku bingung bagaimana cara mengungkapkan nya padamu". Ucap David dengan nada bingung nya
"Menurut saya, semua orang terkadang lebih memilih menyembunyikan identitas nya agar bisa hidup lebih tentram. Bisa saja seseorang melakukan itu untuk maksud tertentu, bisa tujuan nya baik atau buruk. Itu tergantung pada tujuan utamanya kan". Balas Aditya
"Kau benar. Tetapi apa itu perlu?. Maksudku, untuk apa harus menyembunyikan identitas. Kenapa tidak berterus terang saja dengan keadaan?". Ucap David yang masih kalut. Ia meminta pendapat Aditya.
Aditya mulai bertanya-tanya, siapa orang yang David maksudkan.
"Mungkin jalan seperti itulah yang harus di tempuh untuk menyelesaikan tujuan nya Pak. Saya pikir, mungkin setiap orang punya privasi dan caranya sendiri untuk menghadapi sebuah tujuan". Balas Aditya bijak
"Kau benar. Terimakasih atas pendapatmu". Ucap David tersenyum
"Aku harus bicara dengan Berli. Mungkin saja ia tidak mengetahui tentang semua ini. Entah apa tujuan dia menyembunyikan identitasnya". David membatin. Ia khawatir Felix mempunyai tujuan buruk kepada Berli
......................
__ADS_1
"Ya. Aku memang pembunuhnya. Dan aku yang bertanggungjawab atas kehancuran Ini. Putraku satu satunya tidak akan pernah membenciku....."
Suara itu nyaring terdengar saat Felix memutarnya di komputer miliknya. Ya, isi flashdisk itu hanya berisi potongan suara itu. Suara terengah, penuh ketakutan dan amarah itu mendominasi. Suara itu, mengingatkan nya pada wanita yang melahirkannya. Itu memang suara Ibunya.
"Apa ini?. Apa maksud potongan suara ini?. Tidak ada hal lain disini. Dan bagaimana bisa suara ini.. Apakah ini benar-benar suara mama?". Kini perasaat Felix bercambuk. Ia terus saja memutar suara itu, dan berusaha mencari apapun yang ada disana. Namun nihil, tidak ada jejak apapun selain suara itu.
Felix yang kini sudah di penuh rasa penasaran, ia kembali meraih bungkusan yang membungkus benda kecil ini. Ia berharap bisa menemukan petunjuk yang bisa menjelaskan apa maksud dari semua ini. Dan benar, ia kembali menemukan secarik kertas yang hampir saja ia lewatkan.
"Ya, itu suara wanita pertama yang kau cintai sampai saat ini. Perlahan kau akan tahu semuanya. Aku yakin kau akan sangat terkejut saat mendengar yang selanjutnya".
Bagai teka-teki, benda benda ini benar benar membuat Felix kalut. Ia merasa di permainkan dengan petunjuk yang tak berdasar ini
"Ck, sial. Apa arti semua ini? Apa orang ini sedang mempermainkanku?". Felix membuang surat itu ke sembarang arah dengan perasaannya yang mendidih.
Ia berusaha memenangkan diri, dan kembali duduk di tempatnya sambil memikirkan apa yang terjadi.
__ADS_1
Felix menunduk seraya berpikir keras. Setelah beberapa menit lamanya, ia kembali menemukan jawaban "Mama pasti menyembunyikan sesuatu dariku dan Romi. Ya, ini suara mama, aku sangat kenal dengan suara ini. Artinya, saat suara ini di rekam, keadaan mama sedang tidak baik baik saja. Pasti ada rahasia besar di balik semua ini. Aku akan menyelesaikan nya hari ini juga". Felix merapikan kembali benda yang berserak, dan memutuskan untuk bergegas pergi ke rumahnya.
Saat ini di pikirannya, hanya ingin menemui Ibunya dan mempertanyakan semua ini.