
Pagi yang cerah mulai menyapa, setiap insan di bumi mulai melakukan aktivitasnya. Namun lain hal nya dengan Berli, hari ini ia tidak melakukan rutinitasnya sebagai karyawan, karena hari ini adalah tanggal merah yang artinya adalah hari libur.
"Aku sudah lama sekali tidak berziarah, aku harus pergi sekarang. Hari ini banyak waktu luang, aku juga akan menemui paman dan bibi, ah atau aku ke panti asuhan saja?. Ahh aku bingung, aku akan pergi ke semua tempat itu hari ini". Ucap Berli yang kini sudah menyelesaikan pekerjaan rumah nya. Setelah solat subuh, Berli memang selalu melakukan pekerjaan rumah
Setelah bersiap, akhirnya Berli bergegas pergi. Tujuan pertama nya adalah berziarah ke makam almarhum ibu dan ayah nya
Deggg,, betapa terkejutnya saat Berli hendak membuka pintu, ternyata di luar sudah ada Felix yang siap dengan motor matic nya
"Kau?, untuk apa ada disini?". Tanya Berli terkejut
"Aku sudah bilang bukan, jika kau akan membayar kebaikanku kemarin". Ucap Felix tersenyum menyeringai
"Jadi kau tidak iklas mengantarku pulang?, baiklah berapa yang harus aku bayar?". Ucap Berli kesal
"Aku tidak mau uang". Ucap Felix dingin
"Lalu apa?". Tanya Berli heran
"Aku ingin kau menemaniku jalan jalan hari ini". Ucap Felix dengan senyuman tipis di ujung bibirnya
"Aku mau pergi, lain kali saja aku menemanimu". Ucap Berli dengan ekspresi kesal nya
"Kalau begitu aku akan ikut". Ucap Felix dingin
"Tidak, tidak perlu, aku sendiri saja". Ucap Berli menahan Felix
__ADS_1
"Begitu ya?, jadi kau tidak akan membayar hutang mu?, wahh itu perbuatan yang berdosa". Ucap Felix sambil tersenyum menyeringai. Sebenarnya ia sama sekali tidak meminta imbalan atas kebaikan nya kepada Berli. Ia hanya mengerjai Berli agar tidak menolak permintaan nya. Felix hanya ingin menghabiskan waktu hari ini bersama Berli
"Ya sudah, tapi aku mau berziarah. Kau masih ingin ikut juga?". Tanya Berli sambil tersenyum tipis. Ia berpikir Felix tidak akan jadi ikut ketika mengetahui tempat tujuan Berli sekarang
"Kenapa tidak". Ucap Felix dingin dan langsung menyalakan mesin motornya. Berli hanya terdiam dengan sikap Felix yang masih bersih keras untuk ikut
"Naik". Ucap Felix singkat. Mau tidak mau Berli menaiki motor Felix
......................
"Sayang, kenapa hanya diam di rumah?, lihat bahkan kakak mu sekarang entah sedang berkelana kemana". Ucap Bu Inez sambil tertawa. Ia kini sedang berbicara dengan Romi yang sedari tadi hanya menemaninya di kamarnya
"Romi khawatir dengan keadaan mama". Ucap Romi sambil mengelus lengan Bu Inez
"Memang nya mama kenapa?, mama sehat kok, sebentar lagi mama akan berjemur di taman. Mama sudah sehat, ayolah tidak biasanya kamu hanya diam di rumah". Ucap Bu Inez meyakinkan Romi. Karena tidak biasanya Romi hanya diam di rumah, keadaan Bu Inez memang berangsur membaik, bahkan mungkin tinggal sehari saja Bu Inez akan kembali pulih
"Baiklah sayang, terimakasih sudah mengkhawatirkan mama. Kalau anak mama yang tampan ini akan keluar untuk berkencan, pergilah sayang". Ucap Bu Inez sambil tersenyum menyeka pipi Romi
"Maksud mama kencan bersama Neel dan Adelard? hahah". Ucap Romi sambil tersenyum. Karena selama ini Romi memang belum memiliki wanita pilihan nya
"Cari lah pasangan, apa mau mama carikan juga?". Ucap Bu Inez sambil tertawa
"Tidak tidak, Romi akan mencari pujaan hati Romi sendiri haha". Balas Romi sambil tersenyum
......................
__ADS_1
"Sudah sampai". Ucap Berli yang kini sudah berada di sebuah tanah yang luas.
"Baiklah, tapi kau berziarah ke makam siapa?". Tanya Felix. Ia memang tidak mengetahui ke makam siapa Berli akan berziarah
"Lihat disana, mama dan papah ku, mereka berpulang bersama". Ucap Berli sambil menunjuk ke arah makam ibu dan ayahnya. Felix terkejut mendengar pernyataan Berli
"Jadi?". Tanya Felix bungkam
"Aku seorang yatim piatu". Ucap Berli sambil tersenyum tipis menjawab Felix
"Boleh aku ikut?". Tanya Felix yang melihat Berli hendak menyiapkan Al-qur'an untuk di bacakan di makan kedua orangtuanya
"Tentu saja". Ucap Berli sambil tersenyum
Felix terharu saat Berli membacakan surah Yassin, suaranya sangat indah dan menyejukkan hati. Felix menyimak dengan khidmat setiap bacaan yang di bacakan Berli, karena kini ia sudah menyelesaikan bacaan nya.
"Ibu, Bapak, aku akan menjaga putri kalian dengan penuh kasih sayang. Maka izinkan aku untuk memilikinya". Batin Felix sambil menatap nisan orangtua Berli
"Heii". Ucap Berli yang mengejutkan lamunan Felix. Berli kini sudah menyelesikan doa nya namun ia terheran saat melihat Felix tiba tiba terdiam menatap nisan orangtuanya
"Apa?". Tanya Felix dingin
"Tidak, ayo aku sudah selesai". Ucap Berli hendak berdiri, dan langsung diikuti Felix
"Assalamualaikum ibu, ayah. Berli pamit pulang ya". Ucap Berli sambil mengelus nisan kedua orangtuanya. Dan berlalu pergi
__ADS_1
"Kak". Ucap seseorang mengejutkan Berli dan Felix yang hendak pergi dari tempat nya sekarang
"Aditya". Sapa Berli terkejut saat melihat Aditya kini berada di tempatnya menapak kan kaki