DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 165 - Kasus


__ADS_3

Pria tampan itu kini tengah asyik menatap wajah wanita cantik yang menjadi walpaper ponselnya. Di ruangan yang sepi dan mewah itu, ia menatap begitu lekat setiap inci dari wajah indah itu.


"Kau begitu cantik. Aku sangat beruntung". Gumam Felix tersenyum keindahan.


Toktoktok,, tiba tiba ada seseorang yang berusaha mengetuk pintu


"Masuk". Ucap Felix. Ia tahu siapa yang datang ke ruangan nya


"Assalamualaikum.. ". Ucap Aditya memasuki ruangan pribadi Felix


"Waalaikumsalam. Duduklah.. ". Ucap Felix mempersilahkan Aditya duduk


"Aku hanya ingin mengantarkan berkas ini saja Pak.. Maksudku, kak.. ". Ucap Aditya segan


"Baiklah. Biar ku lihat". Ucap Felix sambil membuka isi setiap berkas itu


"Semua baik baik saja. Bahkan finansial pun terkendali. Kau bekerja dengan sangat baik Aditya". Ucap Felix dengan sedikit senyuman mengapresiasi


"Terimakasih Kak. Ohh iya, bagaimana dengan keadaan Kak Berli? Sebenarnya aku belum sempat menjenguknya". Tanya Aditya

__ADS_1


"Ia sudah merasa lebih baik. Mungkin besok ia akan datang. Kau tidak perlu khawatir". Jawab Felix ramah. Ia tahu bahwa Aditya sangat menyayangi Berli sebagai kakaknya.


"Syukurlah kalau begitu.. ". Ucap Aditya merasa lega


"Kalau begitu aku pamit kembali kak, sampai nanti". Ucap Aditya berpamitan


"Baiklah". Jawab Felix.


Mereka berdua memang terkesan kaku, namun di dalam hatinya, mungkin mereka ingin sama sama berbincang.


......................


"Untuk apa di adakan pemeriksaan? Aku yakin di antara semua mahasiswa disini tidak ada yang menggunakan barang haram itu". Ucap Neel merasa pemeriksaan ini tidaklah penting


"Entahlah. Yang penting kita tidak pernah menggunakan nya". Jawab Romi


Dengan begitu teliti, petugas kepolisian itu memeriksa tas setiap mahasiswa satu per satu. Beberapa menit berlalu. Namun setelah memeriksa tas Romi, ada sesuatu yang janggal


"Apa ini? Kau menggunakannya?". Ucap polisi yang memeriksa tas Romi penuh penekanan. Ia mendapatkan sebungkus ganja dari tas Romi

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak tahu mengapa barang itu bisa ada di tas ku. Aku sama sekali tidak mengerti". Bantah Romi yang tak pernah merasa pernah menyentuh barang itu


"Kau ikut kami untuk pemeriksaan". Ucap seorang polisi yang langsung memborgol Romi di depan teman temannya


"Pak.. Hentikan, kalian salah faham.. Aku tidak pernah menggunakan benda haram itu". Romi meronta tak terima


"Iya pak. Romi tidak pernah menggunakan barang haram itu. Kalian tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak". Ucap Neel membela


"Kalian bisa menjelaskannya di kantor kami. Mungkin saja ia tidak munggunakannya, tetapi mengedarkan nya. Kami tak akan semudah itu untuk di bohongi". Jawab polisi itu


"Lepaskan. Aku tidak tahu semua ini". Romi kembali meronta


"Pak.. Ayolah, aku mohon. Temanku ini orang baik baik. Setidaknya dengarkan penjelasannya". Ucap Neel penuh permohonan


"Romi.. Sungguh tidak di sangka sangka". Sejak tadi cuitan itu terdengar di telinga Romi. Teman teman kampus nya begitu sinis melihatnya. Begitu juga dengan dosen yang melihat langsung kejadian itu


"Romi.. Kau harus bertanggungjawab. Pergilah, ikut dengan mereka". Ucap sang dosen


"Ini benar benar tidak adil". Romi beegemuruh penuh amarah. Ia meronta sambil mengikuti langkah polisi membawanya. Namun dengan setia Neel mengikutinya dari belakang sembari membujuk polisi itu.

__ADS_1


__ADS_2