
'Aku tahu aku adalah wanita yang sudah hancur. Ya Allah..... Apa masih ada sedikit harapan untuk ku bisa meneruskan hidup ini?. Apa yang harus aku lalukan sekarang?, aku tidaklah berguna. Kau menghukum ku untuk segala kesalahanku. Maka hukumlah aku, bahkan aku ingin pergi saja dari dunia ini. Setiap bayangan masalalu itu menghantuiku, aku merasa sangat tidak berharga.... Untuk apa aku hidup ya Allah... '. Batin Lathesia sambil menatap nanar gambar dirinya yang memantul di cermin.
Sejak tadi Ibunya memang sudah pergi. Ia tak kuasa menahan tangis di hadapan Lathesia. Sehingga ia memilih pergi untuk menangkan diri. Kini hanya tinggal Lathesia seorang di kamarnya
"Felix..... Aku lah yang membuatmu hancur. Aku menghancurkan perasaan mu dengan brutal. Dan inilah balasan yang pantas untuk ku. Aku sungguh sangat menyesal Felix..". Ucap Lathesia di tengah isakan nya. Ia masih setia menatap pantulan dirinya di cermin itu
Saat itu~
Aku dan Felix, kami saling mencintai. Ibunya sangat mendukung hubungan kami. Begitu juga orangtua ku. Tetapi aku yang bodoh, aku yang mengkhianatinya. Aku yang merusak hubunganku sendiri. Aku merusak semua harapan Felix tentang cerita masa depanku bersamanya nanti
__ADS_1
Aku memang sudah berselingkuh dengan Jeff, pria yang aku temui sebelumnya di Amerika saat aku berlibur saat itu. Kami saling tertarik satu sama lain sampai akhirnya kami menjalani hubungan jarak jauh yang hanya di fasilitasi media online untuk saling mengabari.
Saat itu hubungan ku masih menginjak sebelas bulan bersama Felix. Aku sengaja datang ke dunia malam itu, untuk menemuinya dengan sedikit minum minuman. Jeff, pria berkebangsaan Inggris itu memang sedang berlibur ke Indonesia dan sengaja menemuiku.
Ia dan teman teman nya mengunjungi ku diam diam tanpa sepengetahuan Felix, ataupun keluargaku. Umurku dengan Jeff memanglah lumayan jauh berbeda, di bandingkan aku dan Felix, Jeff jauh lebih tua darinya. Saat itu usia ku dan Felix genap 22 tahun. Sedangkan Jeff, ia sudah berusia 27 tahun. Jelas ia adalah pria dewasa yang sudah matang.
Semakin lama, hubungan ku dan Felix renggang karena aku yang membuat perpecahan. Aku hanya fokus memikirkan tentang hidupku dan Jeff, atau mungkin tentang kehidupan mahluk kecil yang entah sudah hadir di dalam perutku atau tidak.
Semakin lama, aku menyembunyikan hubungan ku dengan Jeff dari Felix ataupun keluargaku. Jika di hitung hitung tentang waktu hubunganku dengan Jeff, kami memang sudah 5 bulan berhubungan jarak jauh. Aku hanya bertemu dengan nya beberapa kali saat di Amerika. Lalu bertemu dengan nya di Indonesia sekali malam itu, karena ia memutuskan untuk pulang. Ia bilang ingin pulang ke negara nya untuk meminta restu dari orangtuanya dan menikahiku. Aku setia menunggu kedatangan Jeff kembali ke Indonesia, namun ia tak kunjung datang.
__ADS_1
Semakin hari Felix semakin mencintaiku, ia berniat melamarku dan mengadakan acara pertunangan seminggu setelah aku melakukan itu dengan Jeff.
"Malam ini aku akan membawa keluargaku ke rumah mu. Kau tidak keberatan kan?". Ucap Felix sore itu saat ia menemuiku di taman
"Felix, apa menurutmu ini tidak terlalu cepat?". Ucap ku yang sudah benar benar memikirkan tentang Jeff.
Ya, saat itu aku memang sedang mengandung anak Jeff. Anak pria yang sudah merebut kesucianku malam itu, kandungan ku masih berusia satu minggu. Aku tidak tahu bagaimana caraku menolak Felix, hubungan kami memang sudah akan masuk ke jenjang yang lebih serius, karena Felix tidak ingin menunda lebih lama lagi.
"Tentu tidak. Aku tidak ingin kau di miliki orang lain hanya karena aku terlambat meminang mu". Ucap Felix sambil tersenyum penuh harapan. Aku melihat beribu harapan di sorot matanya yang penuh cinta.
__ADS_1