DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 105 - Siapa Pria Itu?


__ADS_3

"Aditya benar, aku harus melupakan nya. Tidak seharusnya aku berharap lebih kepada milik orang lain". Gumam Berli yang kini sedang kembali mengerjakan pekerjaan nya


"Berli... ". Ucap seorang pria yang tiba tiba datang menghampiri Berli


"Abian? Hai....". Jawab Berli tersenyum


"Berli aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Sepulang bekerja nanti, kau mau kan ku antar pulang?". Ucap Abian penuh permohonan


"I.. Iya.. Tapi apa yang ingin kau katakan Abian? Katakan saja". Ucap Berli bingung


"Aku akan mengatakan nya nanti, tunggu aku sepulang nanti". Ucap Abian tersenyum sambil berlalu pergi


"Apa yang ingin Abian katakan? Kenapa serius sekali?". Gumam Berli menatap kepergian Abian


......................

__ADS_1


"Wanita tua itu kini menemui psikolog kak. Aku tidak mengerti dengan tindak tanduknya, ada apa sebenarnya dengan wanita itu". Ucap seorang adik yang kini tengah menemui kakak nya


"Apa? Hahah, mungkin sebelum kita kembali menyerangnya, dia sudah gila terlebih dahulu". Jawab sang kakak penuh kepuasan


"Kita harus mencari tahu kak, apa yang ingin wanita itu lakukan sekarang. Dia tidak boleh gila begitu saja sebelum kita yang membuatnya hancur. Sepertinya kita tidak boleh menunda lagi". Jawab sang adik


"Kau benar, tadinya aku akan menghentikan ini selama beberapa saat, tapi saat mendengar kabar darimu sepertinya kita tidak perlu menunda lagi". Jawab sang kakak


"Jadi apa rencana kita selanjutnya kak?". Tanya sang adik


Kedua kakak beradik itu kini tengah merencanakan kembali aksinya untuk membalaskan dendam nya


......................


Malam ini memang akan di adakan tahlilan di rumah Prianka untuk mendoakan mendiang ayahnya. Sehingga Romi membantu Prianka untuk membeli makanan untuk di suguhkan kepada yang hadir nanti

__ADS_1


"Sepertinya sudah Rom, kita tinggal membeli bungkusan nya saja". Jawab Prianka tersenyum


"Baiklah, ayo.. Biasanya kita bisa menemukan itu di pasar". Ucap Romi yang bergegas untuk pergi ke tempat lain tak lepas dari Prianka yang berada di belakangnya


'Bukankah itu kak Jovanka? Untuk apa dia berada di sana? Siapa pria yang bersamanya?'. Batin Romi yang melihat Jovanka tengah di rangkul oleh seorang pria di toko mas tepat di sebrang Romi berdiri


"Rom? Ada apa?". Ucap Prianka yang melihat tatapan tajam Romi ke arah sebrang. Ia langsung mengekori tatapan Romi ke arah itu, namun ia tidak mengerti


"Tidak ada, ayo.. ". Ucap Romi tersenyum sambil kembali menyalakan mesin motornya untuk segera pergi


'Aku harus memberitahukan ini kepada mama dan kakak sebelum semuanya terlambat'. Batin Romi geram sambil melajukan kendaraan nya


......................


"Apa yang Berli pikirkan? Ternyata dia jatuh cinta kepada orang lain. Aku kira dia menyukaiku, aku kira Berli tepat untukku. Tetapi ternyata dia sedang mengharapkan orang lain. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menghentikan perasaanku saat bahkan aku sama sekali belum memulainya?". Gumam Felix sambil menatap nanar ke luar jendela

__ADS_1


Di ruangan mewah itu, ia kini sedang sibuk bergelut dengan hati dan pikirannya. Ia merasa bahwa wanita yang di cintainya kini tidak akan mungkin menjadi miliknya. Harapan itu, perasaan itu, dan rasa nyaman itu kini terasa hampa saat Felix mengetahui apa yang Berli pikirkan


"Apa aku harus melupakan nya demi melihatnya bahagia bersama orang lain?". Gumam Felix kembali saat menatap jam tangan couple yang masih melingkar di pergelangan tangan nya.


__ADS_2