DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 167 - Gadis Penurut


__ADS_3

"Anak mama sudah cantik. Kemana kau akan pergi hmm?". Tanya Bu Delli saat melihat Jovanka kini tengah bersiap


"Tentu aku akan mendatangi wanita tua itu. Kemana lagi aku pergi". Jawab Jovanka menyeringai


"Bagus sayang. Aku harus lebih bersemangat. Sekarang pergilah, calon mertua mu pasti sudah menunggu". Ucap Bu Delli menyeringai penuh arti


"Lebih tepatnya pengabul keinginan". Balas Jovanka puas sambil berlalu pergi untuk mendatangi kediaman Bu Inez


"Lihatlah Smith. Putri kita sudah tumbuh menjadi gadis penurut yang kita inginkan". Gumam Bu Delli tersenyum puas saat melihat Jovanka berlalu pergi.


......................


"Kau darimana saja sayang? Kami semua mengkhawatirkan mu. Sejak kemarin kau tidak pulang. Sekalinya mendapat kabar darimu, kami mendapat kabar buruk". Tanya Bu Yuni penuh kelembutan pada putrinya. Ia memang duduk di jok belakang untuk memudahkan perbincangan dengan Lathesia.


"Maaf sudah menyusahkan kalian semua". Ucap Lathesia sambil berhambur ke pelukan ibunya


"Baiklah. Sekarang kau tenang ya. Dan jangan memendam perasaanmu sendiri. Jika kau mempunyai beban pikiran, ceritakan pada kami". Ucap Bu Yuni lembut membelai rambut Lathesia

__ADS_1


Lathesia hanya terdiam membenamkan wajahnya di pelukan Ibunya. sekilas terdengar isakan tangis di dalam mobil itu.


"Nak.. Apa kau masih mengharapkan Pria itu? Maksud ayah.. Felix?". Tanya Pak Yudi yang tak tahan lagi


"Sudahlah Ayah.. Itu semua tidak akan pernah terjadi". Ucap Lathesia sambil menyeka air matanya dan kembali ke posisi semula


"Wajar jika kau masih mengharapkan nya nak. Jodoh itu rahasia, bisa jadi kalian di persatukan kembali. Masih ada harapan sayang". Ucap Bu Yuni memberikan harapan untuk putrinya yang malang


"Tapi.. Apakah itu benar?". Tanya Lathesia penuh harap


"Ayah akan melakukan segala cara untuk melihatmu dan adikmu bahagia sayang. Kau jangan khawatir, ayah akan membantumu mendapatkan nya kembali". Ucap Pak Yudi yang membuat Lathesia kembali percaya diri


"Meskipun kemungkinan nya sangat sulit karena kau sudah pernah di miliki Pria lain. Aku tidak tahu apakah Felix akan bersedia menerima keadaanmu sekarang. Seburuk apapun dirimu, kau tetap putriku. Aku akan memperjuangkan kebahagiaanmu". Pak Yudi mebatin. Ia menahan sesak di dadanya.


......................


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa maksud pesan itu? Apa yang mereka rencanakan". Bu Inez resah. Sejak tadi ia hanya bolak balik di kamarnya

__ADS_1


Kringg,, Ponsel Bu Inez berbunyi, tanda ada panggilan masuk


"Siapa yang menelponku". Gumam Bu Inez sambil menyambar ponselnya di nakas


"Neel? Ada apa ia menelpon". Bu Inez heran saat tiba tiba mendapat panggilan telpon dari orang yang tak biasanya menelpon.


"Neel ada apa nak?". Tanya Bu Inez


"Tante. Datanglah ke kantor polisi sekarang. Romi di tuduh menggunakan obat obatan terlarang. Saat ini Romi sedang di dalam tahanan. Cepatlah kemari". Ucap Neel di sebrang telpon


"Apa? Tapi bagaimana bisa?". Keresahan Bu Inez semakin membuncah. Tangan gemetar, lutut yang lemas benar benar mendominasi dirinya.


"Datanglah terlebih dahulu kemari. Kasihan Romi.. Atau apakah aku perlu menjemput tante? Aku akan menjemput tante sekarang". Tanya Neel di sebrang telpon. Ia mengkhawatirkan keadaan Bu Inez.


"Tidak perlu Neel. Tante akan berangkat sekarang. Kau temani Romi disana. Dia pasti sangat kacau". Jawab Bu Inez yang begitu panik


"Baiklah". Ucap Neel yang mengakhiri panggilan telpon itu.

__ADS_1


"Apa ini adalah maksud dari surat tadi? Mengapa harus anakku yang mendapat getahnya". Gumam Bu Inez tak percaya dengan keadaan nya saat ini. Ia benar benar terpuruk. Kabar itu benar benar membuatnya lemas. Ia duduk di tepi ranjang untuk menenangkan dirinya sebelum datang ke kantor polisi


__ADS_2