DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 131 - Rahasia


__ADS_3

Hari mulai gelap, menandakan waktu istirahat untuk semua insan di bumi sudah di mulai. Namun gadis itu masih tetap setia merapihkan isi rumahnya


"Hari ini adalah hari yang benar benar panjang. Aku tidak mengerti, keputusan apa yang harus aku buat. Sampai kapan seperti ini terus". Gumam Berli pada dirinya sendiri. Ia masih tetap bergelut dengan kebingungan yang mengisi kepalanya


Kringg,,, tiba tiba ponsel Berli berbunyi, tanda ada panggilan masuk


"Felix? Ada apa dia menelponku?". Ujar Berli yang terkejut mendapat panggilan itu


"Assalamualaikum.. ". Ucap Berli yang sontak mengangkat panggilan itu


"Waalaikumsalam. Selamat malam kak.. ". Ujar seseorang di sebrang telpon itu. Tentu hal ini membuat Berli heran, pasalnya itu bukanlah suara Felix


"Ya, maaf.. Dengan siapa saya berbicara?". Tanya Berli


"Aku Romi, adik kandung Felix. Maaf jika mengganggu waktu kakak, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah menolongku tempo hari. Jika berkenan, apa kakak bisa datang kemari? Aku ingin sekali mengucapkan terimakasih kepada kakak secara langsung". Ucap Romi di sebrang telpon dengan mada ramah nya

__ADS_1


"Ah itu, bukan apa apa. Aku senang kalau sekarang kau sudah sadar, semoga kau cepat cepat pulih Romi. Ah iya, besok aku akan datang. Tidak masalah kan?". Jawab Berli ramah


"Iya kak. Terimakasih, aku tunggu kedatangan kakak". Ucap Romi


"Baiklah Romi, aku tutup telponnya. selamat malam. Assalamualaikum". Ucap Berli ramah, menutup telpon


......................


"Dia baik sekali kak". Ucap Romi tersenyum menatap kakak kandungnya


"Ya, dia sangat baik". Jawab Felix yang entah pikirannya sedang tertuju ke arah mana


Sejak tadi Felix memang sudah kembali ke rumah sakit untuk menemani adiknya. Namun setibanya di rumah sakit, ia memutuskan untuk tidak langsung menanyakan apa yang ada di pikirannya kepada ibunya. Ia hanya takut pertanyaan nya akan mengganggu pikiran ibunya. Maka dari itu sedari tadi Felix sudah mempersilahkan ibunya dan Prianka pulang. Dan saat ini hanya Romi dan Felix yang tinggal di ruangan penuh aroma obat itu.


"Kak. Siapa sebenarnya kak Berli itu? Mengapa kakak mengenalnya?". Tanya Romi yang membuat Felix tersentak

__ADS_1


"Berli.. Dia, dia karyawan mama di pabrik". Jawab Felix terengah


"Kakak menyukainya?". Tanya Romi penuh selidik. Meskipun dalam keadaan belum benar benar pulih, Romi tetap mengerti apa yang tersirat di mata kakak kandungnya.


"Apa yang kau katakan hm?. Fokus saja untuk pulih, setelah itu kau boleh menggodaku". Jawab Felix seraya mengalihkan pembicaraan. Ia mengatakan itu dengan penuh candaan untuk membuyarkan suasana


"Aku mengerti apa yang kakak rasakan. Kakak sabar saja, aku yakin kalian akan tetap bersama". Ucap Romi tersenyum. Ia tetap berikeras membahas pembicaraan itu


"Kau ini.. Kau mengerti apa hm?". Ucap Felix tertawa renyah mengacak rambut Romi


"Haha". Tawa itu kembali terdengar dari mulut Romi


......................


"Kenapa berkas ini menjadi tidak tersusun? Apa Felix sudah membuka dan membaca berkas ini? Alasan apa yang harus aku beri jika anakku menanyakan hal ini". Gumam Bu Inez yang kini pikirannya benar benar kalut. Ia baru sadar, bahwa ia terlalu ceroboh saat menyuruh Felix mencari berkas Romi di kamarnya. Ia benar benar lupa akan berkas rahasia yang ia tutup rapat rapat itu. Kini berkas itu sudah di ketahui oleh Felix.

__ADS_1


"Felix, apa.. Apa Felix membaca semuanya? Ya tuhan.. ". Ucap Bu Inez sambil mengacak kasar rambutnya


"Aku tidak akan membiarkan anak anakku mengetahui semuanya. Rahasia ini tidak boleh di ketahui oleh siapapun". Gumam Bu Inez penuh penegasan pada dirinya sendiri


__ADS_2