
"Rom kami pikir terjadi sesuatu. Kenapa kau tidak ke kampus hari ini?". Tanya Adelard yang kini sudah berada di kediaman Romi
"Aku baik baik saja, aku hanya mengkhawatikan ibuku. Itu saja, ayolah jangan terlalu khawatir". Ucap Romi sambil tersenyum menepis pundak Adelard
"Bagaimana kabar tante?". Sahut Neel yang menanyakan kabar Bu Inez
"Sejauh ini keadaannya mulai membaik, doakan saja semoga lekas pulih". Jawab Romi sambil tersenyum
"Kemana kak Felix?". Tanya Adelard yang sedari tadi matanya tak menemukan sosok Felix
"Dia pasti belum pulang dari pabrik". Ucap Romi
"Wahh hebat, sekarang Kak Felix sudah mengelola pabrik milik orangtua mu Rom?". Tanya Adelard
"Tentu saja, dia sudah cukup matang untuk mengelola perusahaan bukan? hahah". Ucap Romi sambil tersenyum
"Lalu jika kau sudah lulus nanti, kau pasti akan mengelola perusahaan milik orangtuamu juga bukan?". Tanya Neel sambil tersenyum
"Aku tidak tahu. Semua tergantung perintah ibu negara haha". Jawab Romi sambil tersenyum
"Kau sangat beruntung Rom". Ucap Neel tersenyum tipis sambil menepuk pundak Romi
"Kalian menginaplah disini, sudah lama tidak membuat gaduh kamarku bukan? Haha". Ucap Romi mengajak mereka berdua menginap di rumah nya
__ADS_1
"Ide bagus". Ucap Adelard semangat
"Maafkan aku Rom, tapi sepertinya aku tidak bisa. Kalian berdua saja". Ucap Neel membuat Romi kecewa
"Tapi kenapa?". Tanya Romi penuh selidik
"Aku harus menemui saudaraku malam ini". Ucap Neel menjelaskan
"Baiklah. Lain kali jika kau ada waktu luang, pintu rumah ku akan selalu terbuka untukmu". Ucap Romi kepada Neel
"Baiklah Rom, tapi sepertinya aku harus pulang sekarang". Pamit Neel kepada Romi
"Dasar orang sibuk". Sahut Adelard sambil tersenyum menggoda Neel
......................
"Sekarang pabrik itu sudah di kelola oleh anak sulung wanita itu". Pesan singkat yang di kirim sang adik kepada kakak nya yang membuat darah kakak laki laki nya mendidih
"Apa?, ini tidak bisa di biarkan. Kita harus bergerak cepat". Balas seorang kakak di seberang telepon
"Kita harus segera melakukan rencana lain". Ujar sang adik
"Aku akan memikirkan langkah selanjutnya, tentu kita akan melakukan nya dengan hati hati". Balas sang kakak
__ADS_1
......................
"Terimakasih". Ucap Berli yang kini sudah berada di depan rumah nya
"Untuk apa?". Tanya Felix dingin
"Sudah mengantarku, dan membelikan ku bakso". Ucap Berli pelan
"Kau pikir berterimakasih saja cukup?". Ucap Felix sambil tersenyum menyeringai
"Maksudmu?". Tanya Berli bingung penuh selidik
"Suatu saat nanti kau akan membayarnya, aku pulang". Ucap Felix singkat dan berlalu pergi
"Apa yang dia bicarakan?". Ucap Berli bingung sambil menatap kepergian Felix
"Apa aku harus memaafkan Abian?, sungguh perkataan nya membuat ku hancur". Ucap Berli yang kini sudah berada di kamar nya. Ia masih mengingat perkataan Abian tadi
Drttttt,,, tiba tiba suara notifikasi handphone Berli berbunyi, tanda ada pesan masuk. Ternyata benar, itu adalah pesan dari Abian
'Berli aku sangat menyesal, sungguh aku tidak tahu kenapa aku bisa berkata seperti itu. Aku harap kau akan memaafkan aku, sekali lagi aku menyesal Berli'. Isi pesan tersebut di kirim Abian kepada Berli
"Maafkan aku Abian, aku belum bisa memaafkan mu". Ucap Berli yang membaca pesan itu sambil menyeka air matanya yang menetes
__ADS_1