
Di sebuah rumah yang indah dan megah, terlihat raut wajah bahagia dari seorang pria yang melihat orang yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga. Ia adalah Romi yang kini melihat kakak satu satunya sudah berdiri di ambang pintu.
"haii kak, darimana saja?aku menunggu kakak pulang sejak tadi". Ucap Romi kepada sang kakak satu satunya yang tak lain adalah Felix.
"kau bahkan tidak memberiku waktu untuk mengucapkan salam, Assalamualaikum". Ujar Felix sambil tersenyum melihat adik nya yang tengah merindukan dirinya
"ahahah iyaa kak, hampir aku lupa. Waalaikumsalam". Jawab Romi bahagia
"kemana kakak sejak tadi?,kau membuat ku menunggu lama". Tambah Romi sambil memeluk kakak tercinta nya.
"aku ada urusan sebentar di luar. Lihatlah, bahkan sekarang kau sudah terlihat sangat dewasa, jangan bilang kau kesini untuk mengabariku tanggal pernikahan mu". Goda Felix sambil tersenyum kepada Romi
"tidak kak, aku hanya berkunjung sebentar. Sebenarnya ada hal yang harus aku bicarakan kepada ibu dan kakak, makan nya aku menunggu kakak pulang ". Jawab Romi sambil merangkul pundak kakak nya yang hendak duduk di sofa
"apa?". Tanya Felix singkat, sambil meneguk jus jeruk yang berada di atas meja.
"aduhhh.... Duo ganteng mama lagi ngobrol nih, lagi bahas apa tuhh?". Suara Bu Inez yang tiba tiba terdengar di telinga mereka. Bu Inez menghampiri kedua anak laki laki nya itu, dan duduk bersama mereka.
"gatau tuh romi". Ujar Felix yang sedari tadi setia meneguk jus di gelas nya.
"begini ma, kak, sepertinya aku akan kembali tinggal disini bersama kalian". Jawab Romi kepada ibu dan kakak nya.
"itu bagus sayang, kita bakalan kumpul bareng lagi. Tapi mama jadi penasaran kenapa tiba tiba kamu buat keputusan seperti itu? ". Tanya Bu Inez penuh selidik kepada Romi. Namun ia terlihat bahagia karena anak keduanya kini akan berkumpul bersama keluarga kecil nya lagi
"romi pengen aja ma". Jawab romi sambil tersenyum kepada ibu nya. Ia memang tidak mau memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi kepada ibu dan kakaknya. Ia takut ibu nya khawatir. Tugas nya saat ini adalah menjaga ibu dan kakak nya tetap baik baik saja.
"hanya itu?. Kenapa harus bilang, kau bisa pulang kapan saja kau mau. Aku tidak akan mengusirmu". Ucap Felix terkekeh mendengar penuturan adiknya itu. Bagaimana adik nya menganggap izin kepulangan ke rumah nya sendiri adalah hal yang penting. Ia bahkan bisa pulang kapan saja ke rumahnya sendiri.
"iyaa kak hanya itu, hehe". Jawab Romi tersenyum malu. Namun sebenarnya ia menyimpan begitu banyak ke khawatiran di hatinya.
"aku ke kamar dulu ma". Ucap Felix saat tengah berdiri untuk bergegas ke kamar nya. Namun di hentikan oleh Bu Inez
"tunggu sayang, mama mau bicara". Ucap Bu Inez lembut, saat melihat putra sulung nya hendak pergi ke kamar. Ia merasa hari ini adalah hari yang tepat untuk memberitahukan Felix tentang perjodohan nya dengan Jovan
"iyaa ma?". Ucap Felix kembali duduk di tempat asal nya
"bagaimana menurutmu dengan Jovan?. Dia cantik kan sayang?". Tanya Bu Inez sambil menepuk pundak putra sulung nya.
"lumayan". Jawab Felix singkat, seolah tidak peduli dengan pertanyaan ibu nya
"mama bermaksud menjodohkan kalian berdua, kamu mau kan? ". Ucap Bu Inez penuh harap. Hari ini ia berhasil mengutarakan maksudnya kepada putranya.
"tidak". Jawab Felix singkat. Dari awal pertemuan Felix dengan Jovan, Felix memang sama sekali tidak tertarik dengan Jovan. Karena ia sudah memiliki incaran hatinya sendiri. Dan Felix menolak mentah mentah perjodohan itu.
"tapi sayang, mama rasa kalian cocok cocok saja, apa masalahnya?. Kamu juga belum ada calon kan?". Ucap Bu Inez kecewa dengan penolakan Felix.
"ada". Ucap Felix singkat. Ucapan Felix benar benar membuat Bu Inez dan Romi kaget. Sejak kapan Felix punya calon, bahkan pacar saja tidak punya.
__ADS_1
"mama serius sayang, kamu bahkan tidak punya pacar. Mama rasa Jovanka cocok sayang". Ucap Bu Inez tidak percaya akan penuturan Felix, ia berusaha tenang dan memberikan pengertian kepada Felix.
"aku punya jalan hidupku sendiri ma. Mama bisa mengatur kehidupanku sekarang, tapi tidak dengan kehidupan masa depan ku nanti. Felix mohon ma, kali ini biarkan Felix membuat keputusan sendiri". Ujar Felix lembut, ia berusaha memberikan pengertian kepada ibunya pelan pelan agar tidak membuat ibunya sakit hati. Felix yang mood nya hilang entah kemana setelah mendengar permintaan ibu nya, ia langsung bergegas pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri. Bu Inez dan Romi hanya bisa menatap Felix yang berlalu pergi
"ma, menurut romi kak felix memang benar. Biar saja kak felix memilih calon pasangan nya sendiri, romi yakin pilihan kak felix pasti tepat". Ujar Romi berusaha menenangkan ibunya. Ia tahu betul apa yang ada dalam perasaan ibu dan kakak nya itu.
Bu Inez hanya terdiam memikirkan siapa wanita yang di pilih Felix, ia berniat untuk mencari tahu siapa wanita yang di maksud Felix itu. Ini benar benar membuat pikiran Bu Inez kalut.
"ah, iyaa ma, apa boleh malam ini romi mengundang teman teman romi makan malam disini?, hanya neel dan adelard kok". Ujar Romi meminta izin kepada ibunya. Permintaan Romi membuat lamunan Bu Inez buyar
"tentu boleh sayang, ajak teman teman mu datang kesini. Mama akan meminta bi esin siapkan makanan yang enak buat kalian semua. Ajak saja teman yang lain, kenapa hanya berdua?". Jawab Bu Inez kembali bersemangat karena malam ini rumah nya tidak akan terasa sepi lagi. Mood nya kembali membaik saat romi meminta izin untuk itu
"baik ma, terimakasih banyakkk. Tidak ma, teman romi yang benar benar dekat hanya neel dan adelard. Yang lain hanya teman selewat hahaha". Ujar Romi tertawa sambil mengecup pipi ibu nya. Ia benar benar bahagia karena sudah lama sekali tidak mengajak kedua teman nya itu makan malam bersama
"ya sudah, romi mau ke kamar dulu ya ma. Romi mau mengabari mereka". Ucap Romi bahagia, ia langsung berpamitan kepada ibunya dan bergegas pergi ke kamar nya di lantai atas rumah nya.
"iyaa sayang". Jawab Bu Inez lembut melihat Romi begitu bahagia karena izin nya.
......................
"malam ini, kita akan mulai membalaskan dendam kita. Lakukan semuanya dengan rapi dan jangan meningkalkan jejak". Senyum menyeringai penuh kebencian tersirat di wajah pemuda yang tengah berbicara dengan adik kembar nya. Mereka benar benar akan memulai rencana yang sudah mereka persiapkan dengan matang, malam ini juga. Ini benar benar kesempatan emas mereka untuk memulai aksi nya.
"sesuai perintah kakak, aku akan melakukannya dengan sangat hati hati. Akhirnya waktu yang kita tunggu selama ini datang juga. Aku benar benar tidak sabar untuk menyaksikan kematian nya di depan mataku sendiri". Ekspresi serupa juga terlihat di raut wajah sang adik. Kakak beradik ini benar benar menantikan kematian seseorang.
"kita akan pergi bersama". Ujar sang kakak, senyum menyeringai penuh kebencian itu semakin tersirat di wajahnya.
.......
Malam ini Romi memang sudah mengundang kedua teman nya itu datang ke rumah nya untuk makan malam bersama. Namun ternyata, selain Romi yang menundang tamu tamu nya, bu Inez juga mengundang Jovanka dan Sherly untuk ikut datang ke rumah nya. Agar suasana di rumah nya ini benar benar ramai malam ini.
"haii.... apa kamu romi?" suara itu berhasil menyadarkan Romi dari kegelisahan nya. Ia adalah Jovanka, saat ini ia sedang berada di ambang pintu. Saat ia melihat Romi mondar mandir tanpa menyadari kehadirannya, akhirnya ia memutuskan untuk menyapanya saja.
"ah,iyaa. Tapi kamu siapa?". Jawab Romi yang masih bingung dengan orang asing yang ada di depannya.
"perkenalkan, aku Jovanka Aletta, ibu mu pernah menceritakan tentang mu padaku, jadi saat aku melihatmu, aku langsung tahu hehe". Jawab Jovanka memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya kepada Romi sambil tersenyum menjelaskan.
"ah iyaa calon kakak ipar kan?hehe. Aku Romi". Jawab Romi membalas tangan Jovanka sambil tersenyum
"bisa aja kamu hahaha". Jawab Jovanka tersenyum sambil menepuk pelan pundak Romi
Tanpa menunggu lama, kedua pemuda yang sejak tadi di tunggu kehadirannya oleh Romi datang juga. Neel dan Adelard kini sudah berada tepat di depan mata Romi
"haii bro!!". Sapa Adelard sambil memeluk Romi sekilas.
"kalian lama sekali, benar benar membuatku menunggu". Jawab Romi sambil membalas pelukan Adelard. Hal serupa juga di lakukan Romi kepada Neel.
"sorry bro hahah". Jawab Neel sambil menepuk pundak Romi
__ADS_1
"ah iyaa, ini perkenalkan, calon kakak ipar ku, jovanka". Ujar Romi memperkenalkan gadis yang kini tengah berdiri di samping nya kepada kedua teman nya. Mereka pun saling berkenalan.
"cantik". Ujar salah satu pria di antara mereka. Suaranya sangat kecil sehingga tidak terdengar oleh orang orang di samping nya.
.......
"sayang, ayo turun nak, semuanya udah pada nunggu di bawah". Ujar seorang ibu yang mengajak anak nya untuk ikut bergabung makan malam. Saat ini memang rumah mewah itu sudah ramai, orang orang yang pemilik rumah itu undang, sudah memenuhi undangan nya. Termasuk Jovanka dan Sherly. Namun lain hal nya dengan Felix yang sedari tadi Sedari tadi enggan turun.
"kalian saja, aku belum lapar". Jawab Felix singkat. Rasanya ia sangat malas untuk bergabung karena Jovanka ada disana
"sayang ayo lah sebentar saja, demi mama". Pinta Bu Inez kepada Felix
"ya sudah". Jawab Felix singkat, ia benar benar tidak mau menyakiti perasaan ibunya dengan menolak ajakan nya. Makannya meskipun malas, Felix berusaha untuk ikut dengan ajakan mama nya.
"si ganteng idaman para ciwi udah dateng nih hahah". Goda Sherly saat melihat Felix sudah turun untuk bergabung makan malam
"hm". Jawab Felix malas
"haii Felix". Sapa Jovan penuh senyuman
"ya". Jawab Felix ketus. Ia benar benar malas dengan keadaan ini
"sayang, bicara yang benar". Ucap Bu Inez tersenyum memberikan pengertian kepada Felix
"haii kak, sudah lama tidak bertemu, ternyata sekarang kak felix makin tampan hahah". Ucap Neel menggoda Felix. memang sudah lama Neel tidak bertemu dengan Felix karena Romi tidak tinggal di rumah nya
"sayang nya aku tidak membawa uang receh di kantong ku hari ini". Jawab Felix sedikit tertawa membalas pujian Neel.
"wahh wahh neel, kau memang hebat. Kau bisa mengembalikan mood kak felix". Sahut Adelard tersenyum menyaksikan peristiwa di depan nya
"sudah sudahh.. Mari kita makan, kasian bi esin udah masak banyak tapi malah di anggurin". Sahut Bu Inez sambil tersenyum
Sementara itu, sepasang mata yang sejak tadi menyaksikan kebahagiaan itu kini sedang menanti balas dendam nya terbalas di depan mata nya. Senyuman menyeringai itu kini kembali tersirat di ujung bibirnya.
Makan malam pun selesai, mereka menutup kegiatannya dengan canda tawa dari masing masing mereka. Namun lain halnya dengan Felix yang sudah mulai bosan dan ingin cepat cepat pergi dari ruangan itu.
"ma, felix balik kamar dulu ya". Ucap Felix singkat, dan berhasil menyita perhatian setiap orang yang ada di sana
"mau kemana sayang, mengobrol lah dulu dengan Jovanka, mungkin sebentar lagi Jovanka akan kembali". Jawab Bu Inez menghentikan Felix
"felix males ma". Ketus Felix sambil berlalu pergi. Namun langkah nya terhenti saat mendengar kejadian yang terjadi di belakang nya.
BRUUKKK..
Bu Inez jatuh tak sadarkan diri seketika saat Felix melenggangkan langkah nya untuk kembali ke kamar nya. Seketika kejadian itu membuat orang orang yang ada di sana terkejut dan langsung menghampiri Bu Inez yang tergeletak tak berdaya di lantai. Begitu juga Felix yang bergegas menghampiri Bu Inez. Semua orang terlihat panik atas kejadian yang baru saja mereka lihat.
GUYSSSS!! aku minta maaf kalo di episode sebelumnya penulisan nya salah salah. Insyallah nanti akan aku revisi yaaa.. aku bakalan berusaha lebih baik lagi dalam penulisannya🤗 karena aku juga masih belajarr hihi
__ADS_1
SUPPORT AKU TERUS YAA!! 🤗❤