
"Malam ini turun hujan. Apa dia pulang sendirian?". Ucap Felix dalam hatinya, ia kini tengah memandang jendela kamarnya yang memperlihatkan pemandangan hujan di luar
"Kak". Tiba tiba Romi datang sambil menepuk pundak Felix
"Ada apa?". Tanya Felix dingin. Pandangan nya masih terarah ke luar jendela
"Apa yang sedang kakak lihat?". Tanya Romi
"Tidak ada". Jawab Felix singkat
"Kak aku akan kembali tinggal di rumah ini". Ucap Romi
"Bukan kah kau sudah bilang hari itu?, untuk apa meminta izin pulang ke rumah sendiri". Ucap Felix yang masih belum mengalihkan pandangan nya dari jendela
"Apa kakak mencurigai seseorang terkait kejadian yang menimpa mama kemarin?". Tanya Romi penuh selidik. Seketika Felix langsung mengalihkan pandangan nya kepada Romi
"Aku tahu kau mengetahui sesuatu Romi". Ucap Felix penuh kepastian
......................
"Aduhh hujan, apa akan ada angkutan malam ini?". Ucap Berli yang kini sudah berada di ujung jalan tempat nya menunggu angkutan umum. Ia kini tengah berdiri seorang diri
"Apa aku tunggu di halte saja?. Bahkan aku tidak membawa jaket, dingin sekali". Ucap Berli sambil bergegas menuju halte untuk berteduh
"Kakk". Tiba tiba seorang pemuda dengan motor matic nya ikut menepi di tempat Berli duduk. Ia tak lain adalah Aditya
"Aditya, kau belum pulang?". Tanya Berli yang melihat Aditya basah kuyup
"Belum kak, aku hendak pulang. Tapi melihat kakak ada disini, aku akan mengantar kakak pulang ya". Ucap Aditya di tengah derasnya hujan
__ADS_1
"Iyaa tapi tunggu hujan nya reda dulu, ayo duduk adit". Ucap Berli sambil mempersilahkan Aditya duduk di samping nya
Tak berselang lama, seorang pria datang menggunakan motor sport miliknya. Hati nya benar benar panas melihat kebersamaan Berli dengan Aditya di halte. Ia tak lain adalah Abian
"Abiann ayo sini berteduh dulu". Teriak Berli yang melihat Abian melajukan motor nya di depan nya. Namun bukan mendapat balasan yang ramah, Berli justru di abaikan begitu saja. Padahal terlihat sangat jelas bahwa Abian pasti mendengar teriakan Berli. Abian Berlalu pergi, entah di sengaja atau tidak, air yang menggenang di jalanan seketika mengenai Berli karena Abian melajukan motor nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
"Aduh bajuku". Ucap Berli sambil menatap baju nya yang kotor
"Kak sudahlah, untuk apa mempedulikan orang seperti itu". Ucap Aditya yang langsung membawa Berli kembali duduk di tempatnya
"Aku pasti melakukan kesalahan Aditya, aku harus meminta maaf". Ucap Berli
"Tetapi untuk apa meminta maaf, sedangkan orang itu pun bahkan tidak mempedulikan kakak". Ucap Aditya penuh penekanan
"Tidak Aditya. Dia pasti sudah salah faham, sudahlah besok aku akan bereskan masalah ini". Ucap Berli kepada Aditya
"Baiklah, pakai jaket ku kak". Ucap Aditya sambil memberikan jaket nya kepada Berli
"Aku tidak menerima penolakan". Ucap Aditya sambil tersenyum. Akhirnya Berli pulang menggunakan jaket Aditya
......................
"Aku hanya bertanya, ayolah kak. Bukan artinya aku mengetahui semuanya". Ucap Romi yang enggan memberitahu kakak nya terkait ancaman yang menghantuinya
"Jujur aku mencurigai Neel". Ucap Felix. Sontak perkataan nya mengejutkan Romi
"Kita sama". Ucap Romi pelan namun masih terdengar oleh Felix
"Apa?". Ucap Felix yang mendengar bisikan perkataan Romi
__ADS_1
"Tidak ada. Aku balik ke kamar kak, selamat malam". Ucap Romi menghindari pertanyaan Felix dan langsung berlalu pergi ke kamar nya
......................
"kenapa aku berpikir bahwa setiap ada Bu Sherly ke pabrik, aku pasti akan sangat kelelahan". Ucap Berli yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Sejak tadi ia memang sudah sampai di rumah nya, karena Aditya mengantarkan nya pulang
"Ah tapi aku tidak boleh berburuk sangka, karena memang aku melakukan kesalahan tadi. Tapi...... Abian, kenapa dia?". Ucap Berli yang dalam pikiran nya di penuhi pertanyaan tentang Abian.
Namun betapa terkejut nya Berli saat hendak mengambil ponsel nya di nakas, ternyata ada pemberitahuan bahwa besok adalah ulang tahun Abian. Berli masih ingat, ia membuat pengingat ini satu tahun yang lalu.
"Ah iyaa, bagaimana aku bisa lupa bahwa besok ulang tahun Abian?. Ah Berli Berli, bisa saja Abian sedang mengerjaiku seperti tahun lalu kan ahahaha". Ucap Berli kembali setelah melihat pengingat di ponsel nya itu
"Aku beri dia hadiah apa ya?. Tapi bahkan aku tidak akan sempat membelinya besok. Ah tapi Abian sangat suka bolu coklat buatanku, apa aku buatkan saja untuk Abian?. Ah iyaa, untung bahan nya masih ada". Ucap Berli yang langsung bergegas ke dapur untuk membuat bolu coklat kesukaan Abian. Ia sama sekali tidak mengingat rasa lelah nya hari ini. Ia hanya ingin memberikan Abian kejutan seperti tahun sebelumnya
"Huh rasanya aku mengantuk sekali. Tapi tahan, besok pasti Abian akan kembali seperti sediakala setelah aku memberikan ini. Wahh aku jadi tidak sabar". Ucap Berli sambil tersenyum membayangkan bagaimana ekspresi Abian besok
......................
"Semoga dia baik baik saja, aku benar benar tidak sabar untuk bertemu dengannya besok". Ucap Felix bahagia dalam hatinya. Sejak tadi ia belum beranjak dari depan jendela kamarnya itu, ia asyik menyaksikan hujan turun begitu deras nya.
"Sempurna, aku akan memberikan tulisan di atasnya". Ucap Berli yang kini tengah menghias bolu yang ia buat untuk Abian
'Happy birthday Abian'. Bacaan itu indah di atas bolu cokelat buatan Berli. Ia menghiasnya se simple mungkin agar lebih indah, tak lupa ia menyematkan kartu ucapan di samping nya
'Hai Abian Malik, selamat ulang tahun. Semoga di umurmu yang baru ini kau menjadi pribadi yang lebih baik. Semua yang terbaik untukmu, semoga tercapai semua doa dan keinginanmu Abian:)
Aku minta maaf sebesar besar nya jika aku membuat kesalahan dan maaf jika aku selalu merepotkan mu:).
__ADS_1
Sekali lagi, Selamat ulang tahun:D'.
Ucapan itu terpampang indah di kartu ucapan itu. Berli bahkan tidak menghiraukan waktu istirahat nya, ia tetap asyik menghias bolu itu