DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 70 - Kuliner


__ADS_3

"Ya sudah tante, sepertinya Jovan harus pulang. Sudah mulai sore". Ucap Jovanka ingin berpamitan


"Sayang, tante akan mencoba lagi untuk membujuk Felix ya nak. Kau yang sabar, pokoknya secepatnya kalian akan bertunangan". Ucap Bu Inez kembali meyakinkan Jovanka


"Tapi Jovan merasa tidak yakin, sikap Felix sepertinya sudah menjawab semuanya tan". Ucap Jovanka


"Tidak sayang, ia seperti itu pasti gara gara belum kenal dekat dengan mu. Pokoknya kau yang sabar ya sayang". Ucap Bu Inez


"Baiklah tan. Jovan pamit ya, sampai nanti". Balas Jovanka dan langsung berlalu pergi


"Iya sayang". Jawab Bu Inez penuh senyuman.


......................


"Bapak akan lembur hari ini?". Tanya Aditya yang melihat bosnya ini masih sibuk dengan laptop nya


"Sepertinya begitu, karena aku datang terlambat. Kau pulang lah Aditya". Jawab David sambil sibuk dengan laptop nya.


"Apa bapak tidak perlu bantuan lagi?, saya akan tetap disini jika bapak masih membutuhkan bantuan saya pak". Ucap Aditya


"Tidak Aditya, aku bisa menanganinya sendiri. Kau pulanglah, kau harus beristirahat". Jawab David sambil tersenyum


"Baiklah pak, saya izin pulang. Assalamualaikum". Ucap Aditya


"Baiklah terimakasih, waalaikumsalam. Hati hati Aditya". Jawab David


"Kak Berli......". Teriak Aditya saat melihat Berli dan Laura hendak keluar untuk pulang


"Haii Aditya... ". Sapa Berli ramah


"Kakak pulang sendiri?, mau ku antar kak?". Tanya Aditya ramah


"Maaf Aditya, tapi aku sudah ada janji dengan seseorang. Sekali lagi aku minta maaf". Jawab Berli tak enak hati namun tadi Felix mengatakan akan mengantarnya

__ADS_1


"Kau mengerti kan Aditya? haha". Sahut Laura mengerlingkan matanya


"Ohh iya, aku lupa haha maaf kak, iya iya aku mengerti, kak Berli pasti akan pulang bersama pacarnya". Jawab Aditya tersenyum


"Bukan begitu Aditya". Ucap Berli membantah


"Hahah sudahlah kak, kalau begitu aku duluan ya, kak Laura, kak Berli..... Sampai nanti, Assalamualaikun". Ucap Aditya terkekeh dan berpamitan


"Baiklah, waalaikumsalam, hati hati Aditya". Jawab Berli


"Seandainya aku juga punya pacar haha". Ucap Laura menggoda Berli


"Ah kau salah faham, aku dan Felix tidak punya hubungan apa apa". Jawab Berli


Tak berselang lama, pria tampan yang sudah menjadi andalan ojek pribadi Berli datang


"Ayo". Ucap Felix sambil berjalan mendahului Berli ke arah pintu keluar


"Haha, dia malu karena masih ada aku bersama mu. Sabar ya, setelah aku pergi nanti kalian bisa berduaan". Ucap Laura menggoda Berli


"Kau ini". Ucap Berli tersipu malu


......................


"Rom apa sebaiknya kita ke cafe sekarang?". Tanya Adelard kepada teman nya. Sedari tadi mereka memang sudah menyelesaikan mata kuliahnya. Namun mereka tak kunjung pulang ke rumah


"Iya Rom, sudah cukup lama kita tidak pergi kesana". Sahut Neel


"Baiklah, ayo". Jawab Romi


Mereka bertiga akhirnya bergegas pergi ke cafe tempat andalan mereka. Karena sedari tadi, Prianka sudah pulang ke rumahnya.


"Ayah mau pergi kemana?". Tanya Prianka yang melihat ayah nya sudah bersiap dengan pakaian rapi nya

__ADS_1


"Ayah ada sedikit urusan kantor dengan klien nak, kau tunggu ayah pulang ya. Secepatnya ayah akan kembali, paling ayah pergi hanya dua atau tiga jam saja". Jawab Pak Ardito sambil mengelus lembut rambut Prianka


"Baiklah, ayah hati hati ya". Jawab Prianka sambil mengecup pundak tangan ayah nya.


"Assalamualaikun". Ucap Pak Ardito


"Waalaikumsalam". Balas Prianka


'Apa Romi masih memikirkan Bryan?, tadi sepertinya Romi sangat marah saat mengetahui Bryan kembali ke kampus. Apalagi ini...?'. Batin Prianka


......................


"Kenapa kita kesini?". Tanya Berli yang kini berada di atas motor Felix.


Sedari tadi ia memang sudah di antarkan Felix untuk pulang. Namun saat belum sampai, justru Felix malah turun di sebuah warung makan kuliner sunda


"Lebih baik kita mengisi perut terlebih dahulu". Jawab Felix yang langsung turun dari motor nya


"Kau selalu saja makan saat sedang bersamaku". Jawab Berli terkekeh, karena Felix selalu membawanya ke tempat makan saat mereka sedang bersama


"Tentu saja, aku tidak mungkin membiarkan anak orang kelaparan". Jawab Felix


"Begitu ya, sekarang es batu sudah mulai peduli haha". Ucap Berli menggoda Felix. Felix merasa tertampar saat Berli menyadari bahwa dirinya sudah mulai perhatian


"Sampai kapan kau bicara. Ayo". Ucap Felix bergegas masuk ke warung makan itu untuk mengalihkan topik pembicaraan


"Wawww ini enakkk sekaliii". Ucap Berli saat menyantap makanan yang ada di depannya.


Ia dan Felix memesan nasi liwet dan makanan khas sunda lainnya seperti lalaban, ikan asin, tumis kangkung, dll..


"Ternyata kau gembul juga. Seharusnya kau tidak protes saat aku membawamu kesini". Ucap Felix tersenyum tipis melihat Berli makan dengan lahapnya


"Baiklah, terimakasih sudah membawaku kesini". Jawab Berli tersenyum

__ADS_1


__ADS_2