DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 215 - Jadilah Pria Sejati


__ADS_3

Toktokok,,,


Seseorang mengetuk pintu. Membuat Berli beranjak dari tempat duduknya.


"Itu pasti Felix.. ". Gumam Berli tersenyum bersemangat. Dengan segera ia membuka pintu.


"Kau dat.. ". Berli menggantungkan ucapan nya saat ketika melihat wajah itu ternyata bukanlah wajah pria yang ia cintai.


"Pak David?". Ucap Berli enggan. Namun tak percaya, kenapa David datang kembali setelah sekian lama.


"Berli, ini aku". David tersenyum.


"Silahkan duduk.. ". Ucap Berli sungkan. Namun ia mempersilahkan David duduk di kursi teras rumahnya.


"Terimakasih". David duduk di kursi itu. Rasanya sudah lama ia tidak menapakkan kaki di rumah ini. Jelas ia merindukan nya.

__ADS_1


Dengan perasaan kalut, Berli duduk di bangku samping David. Hanya meja kecil yang menjadi penghalang di antara mereka.


"Ada apa Pak David datang kemari?". Tanya Berli sungkan.


David menghela nafas dan tersenyum tipis. "Aku merindukan tempat ini, kenangan nya, dan tentu merindukan dirimu". Ucap David sambil mengalihkan pandangan nya ke arah Berli. Ia menatap Berli begitu lekat.


"Maaf, tidak seharusnya Bapak mengatakan itu. Jika Felix mendengarnya, ini akan menjadi salah faham". Balas Berli sedikit tegas.


"Kenapa? Apa kau yakin pada akhirnya dia akan menikahimu?. Kenapa kau begitu menjaga perasaannya, padahal kau sendiri sedang di bohongi olehnya". Balas David tak terkendali.


"Tidak tidak, bukan seperti itu. Dengarkan aku". David spontan ikut beranjak untuk menjelaskan.


"Duduklah.. ". Tambah David berusaha membuat Berli tenang.


Berli kembali duduk di tempatnya semula. Ia tidak ingin jika terbawa emosi semata.

__ADS_1


Kembali David menghela nafas, mengambil awahan untuk bicara.


"Aku tahu kau sangat mencintai pria itu. Tetapi, bukalah matamu.. Apa kau tahu siapa dia sebenarnya?.. Apa ia benar-benar akan menikahimu?, sementara kau sangat percaya padanya. Aku tahu.. Mungkin tidak ada kesempatan untukku. Tetapi, hati kecilku berkata bahwa.. Entah mengapa aku merasa pada akhirnya dia akan meninggalkanmu. Maka dari itu, aku berpikir mungkin masih ada harapan untukku memilikimu. Kau tahu, aku rela menjadi yang kedua. Untukmu, asalkan bersamamu, aku rela.". Ucap David yang seolah menggila.


Berli terkejut mendengar pernyataan menohok David


"Apa maksud bapak? Mengapa bisa berpikir seperti itu?. Aku percaya padanya, karena aku mencintainya. Apalah artinya jika mencintai tanpa di landasi kepercayaan?. Bagaimanapun akhirnya, semua sudah di atur oleh pemilik hati setiap insan. Takdir setiap manusia bukanlah berdasarkan tebakan dari manusia lainnya. Maaf, menurutku bapak sudah sangat berlebihan. Di luar sana masih banyak wanita yang lebih pantas, dan bapak tidak harus menjadi yang kedua. Aku sudah menjadi milik orang lain. Maka dari itu, maaf.. Sebaiknya bapak lupakan semua tentangku.. Jadilah pria sejati tanpa merusak kebahagiaan pria lainnya". Balas Berli yang benar-benar masuk ke relung hati David.


"Itulah yang istimewa darimu. Kau wanita yang setia. Dan aku hanya menginginkanmu. Melupakan dan membuka hati untuk menerima seseorang bukanlah hal yang mudah. Tetapi kau sudah berhasil menghilangkan egoku, kau menguasai hatiku. Dan aku tidak bisa mengendalikan diriku. Karena aku benar-benar menginginkanmu". Balas David


"Maaf, tetapi aku tidak bisa. Untuk kesekian kalinya, aku memang tidak bisa. Aku sudah di miliki orang lain, dan aku tidak akan pernah pergi darinya, kecuali dia yang memintaku pergi. Sekali lagi, maafkan aku.. ". Ucap Berli sambil beranjak masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu. Ia tidak ingin pembahasan ini semakin berlanjut.


"Berli.. ". Ucap David berusaha menghentikan. Namun Berli tetap memilih masuk untuk menghindar.


"Baiklah, bukan hari ini. Tapi suatu saat nanti.. ". Ucap David yang kembali bertekad. Ia melenggang pergi dari rumah Berli dengan perasaan kecewa. Meskipun penolakan itu bukanlah yang pertama kalinya, namun tetap saja ada rasa kecewa di hatinya.

__ADS_1


"Felix.. Bagaimana ini.. ". Gumam Berli yang air matanya lolos begitu saja. Ia takut apa yang di katakan David benar-benar akan terjadi. Mengingat, mungkin saja dugaan status Felix tentang putra kandung Bu Inez adalah benar.


__ADS_2