
"Aku mohon kak, jangan membuat masalah lagi. Aku pikir dengan apa yang terjadi pada Romi sudah cukup membuat mereka mengerti". Ucap Dio yang hari ini berusaha menemui kakak nya yang tak lain adalah Bryan.
"Aku ingin melihat mereka kesulitan. Sulit di atas sulit". Ucap Bryan tersenyum menyeringai
"Kenapa kakak tidak memilih untuk hidup tenang tanpa masalah? Kenapa kakak selalu membuat masalah yang tidak seharusnya di lakukan?". Ucap Dio dengan nada tinggi
Bryan yang tak terima dengan perkataan adiknya langsung menarik leher adiknya ke dalam cengkraman nya
"Sekali lagi kau berani kurang ajar padaku aku tidak akan segan segan untuk menghabisimu Dio!". Ucap Bryan tanpa melepaskan cengkraman nya itu. Tentu hal ini membuat Dio kesulitan untuk bernafas
"Baik. Ku mohon lepaskan aku.. ". Pinta Dio dengan nada pengap nya
"Pergi dari hadapanku!". Tegas Bryan melepas kasar cengkraman nya
......................
"Terimakasih sudah mengantarku pulang pak.. Maksudku.. David.. ". Ucap Berli gugup saat ia sudah sampai di kediaman nya dengan di antar oleh David
"Baiklah wanita cantik. Sekarang beristirahatlah. Dan jangan terlalu terburu buru mengambil keputusan. Tetapi perlu di ingat, bahwa aku menunggumu kapan saja". Ucap David tersenyum manis
__ADS_1
"Emm.. Baiklah pak.. eh, David.. ". Ucap Berli tersenyum renyah
"Baiklah, aku pamit. Assalamualaikum.. ". Ucap David berpamitan
"Waalaikumsalam.. Hati hati.. ". Ucap Berli menatap kepergian David.
'Bagaimana ini? Apa aku harus menerima lamaran Pak David? Sampai kapan aku menunggu Felix? Untuk apa aku menunggu calon suami orang lain?. Kenapa aku malah mencintai Felix daripada Pak David.. Ya Allah berikan aku petunjuk'. Gumam Berli dalam hati. Pikirannya benar benar kalut
Kringg,,, tiba tiba ponsel Berli berbunyi. Tanda ada panggilan masuk
"Abian?". Gumam Berli saat menatap benda pipih di tangan nya itu. Ternyata panggila itu adalah panggilan telpon dari Abian
"Assalamualaikum". Ucap Berli
"Aku baik baik saja. Lalu bagaimana kabarmu?". Jawab Berli
"Aku juga baik baik saja. Aku hanya ingin menelponmu saja untuk memastikan apa kau baik baik saja atau tidak". Ucap Abian tersenyum di sebrang telpon
"Aku baik baik saja. Lalu apa kau betah disana Abian?". Tanya Berli tersenyum manis
__ADS_1
Perbincangan itu terus saja berlanjut. Seolah melepas rindu, Abian terus saja menceritakan hal hal yang ia alami pada Berli. Hal ini membuat Berli melupakan sejenak dilema di hatinya.
......................
"Nak, kau pulang saja ke rumah dan beristirahat lah. Biar sekarang mama yang menjaga adikmu disini". Ucap Bu Inez yang melihat mata lelah Felix
"Ya sudah, sekarang Felix akan pulang. Felix akan kembali setelah hari mulai petang, agar mama bisa beristirahat di rumah". Ucap Felix
"Ya sudah.. Pulanglah". Ucap Bu Inez tersenyum
"Kak Felix, aku ikut.. Aku juga tidak bisa berlama lama disini, aku masih banyak urusan". Sahut Sherly yang mulai merasa bosan berada di rumah sakit
"Baiklah. Ayo.. ". Jawab Felix
"Neel, Adelard, Prianka, aku pamit". Ucap Felix yang berpamitan pada mereka yang masih setia disana
"Baiklah kak, hati hati.. ". Jawab Neel
......................
__ADS_1
Toktoktok,,, suara ketukan pintu di rumah Berli tiba tiba terdengar. Entah siapa yang datang saat hari sudah mulai menjelang siang dan matahari mulai terik.
"Siapa yang datang? Apa pak David kembali lagi?". Gumam Berli yang tengah berada di ruang kamarnya. Sejak tadi ia memang sudah menyelesaikan perbincangan nya dengan Abian lewat telpon.