DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 243 -Perasaan Yang Menggebu


__ADS_3

"Sebenarnya apa hubungan mereka berdua?. Kenapa Felix mengantar dia ke rumahnya?". Ucap Lathesia penuh kesal. Sejak tadi ia berhasil membuntuti mobil Felix. Dan kecurigaan nya ternyata benar, Felix mengantarkan Berli bahkan sampai rumah nya.


Kembali ia di kejutkan dengan pemandangan yang berhasil membuat hatinya terbakar api cemburu.


"Sudah sampai, besok pagi aku akan menjemputmu". Ucap Felix lembut. Yang entah mengapa ia mulai berani melayangkan kecupan hangat di kening kekasih nya.


Berli yang baru pertama kalinya mengalami hal tersebut, ia terkejut sekaligus heran. Ini adalah pertama kalinya Felix melakukan hal tersebut. Meskipun memang hanya kecupan di kening yang bahkan terhalang hijab nya. Namun Berli tetap terkejut.


"Fe.. Lix". Berli terbata kehabisan kata. Rasanya begitu campur aduk.

__ADS_1


"Tidurlah, ini sudah malam sayang". Ucap Felix kembali membuat hati Berli meleleh.


Berli hanya tersenyum menatap lekat Felix. Ia masih terkejut, namun Felix terus saja membuat perasaan nya terbang.


"Sampai bertemu besok, calon istriku.. ". Felix melambaikan tangan nya dan mulai melenggang, tanpa mengalihkan pandangan nya dari Berli. Ia suka sekali dengan ekspresi bingung Berli. Padahal, ia tahu perasaan Berli saat ini pasti sedang sangat menggebu.


Berli pun akhrinya angkat bicara dan membalas lambaian tangan Felix "Hati-hati sayang". Ucap Berli lembut penuh senyuman.


"Apa?. Bagaimana bisa ini terjadi?. Jadi, Berli adalah kekasih Felix?. Wanita yang selalu di sebut sebut oleh Felix adalah dia?. Aku tidak terima ini!. Berli, kau berpura-pura baik kepadaku. Seolah kau mendukung hubunganku dengan Felix. Ternyata, di belakang ku kau adalah sainganku!. Aku akan membuat perhitungan denganmu Berli!. Mulai detik ini aku membencimu!". Ucap Lathesia penuh penekanan. Ia memukul stir dengan sangat kesal nya. Ia mulai menyimpan kebencian kepada Berli. Padahal, Berli tidak pernah tahu tentang hubungan ia dengan Felix.

__ADS_1


"Ya Allah.. Terimakasih. Hari ini aku sangat bahagia". Gumam Berli yang masih tersenyum di luar. Ia mulai melanggang untuk masuk ke dalam rumah dengan perasaaan berbunga-bunga.


Melihat Berli tersenyum bahagia, Lathesia tak bisa terima. "Kau bisa tersenyum sekarang. Tetapi, ketika waktunya sudah tiba, kau bahkan akan lupa bagaimana caranya tersenyum, Berli. Aku akan membuat hatimu hancur perlahan lahan!". Umpat Lathesia kembali, dengan sorot mata tajam dan merah.


......................


"Ini bukan mimpi kan?. Hari ini benar-benar nyata kan?. Baju cantik ini, perasaan ini, restu dari orangtua Felix, tanggal pernikahan dan kecupan itu.. Semua impianku perlahan tercapai. Aku bertemu dengan pria yang sangat mencintaiku, keluarga yang hangat dan harmonis, perasaan ini. Aku begitu beruntung. Benarkah sebentar lagi aku akan menjadi pengantin, dan seorang istri untuk selamanya?. Ini semua seperti mimpi". Ucap Berli, saat ia melihat bayangan nya memantul di cermin.


Ia memang belum mengganti pakaian nya. Ia masih asyik menatap bayang dirinya yang begitu beruntung dan bahagia. Rasanya ia tidak ingin melepas pakaian itu. Pakaian yang di berikan Felix untuk nya, pakaian yang menjadi saksi bahagia nya hari ini.

__ADS_1


"Haruskah aku menceritakan hal ini kepada Lathesia dan Laura?. Aku ingin sekali berbagi kebahagiaan dengan mereka. Tapi apa itu tidak terkesan pamer?. Ah tidak, nanti saja ku beri tahu. Sekarang aku hanya ingin melihat diriku. Aku merasa menjadi wanita terbahagia sedunia". Ucap Berli. Ia mengurungkan niat nya untuk menceritakan hal ini kepada kedua sahabatnya.


"Mulai sekarang, aku harus belajar memasak makanan kesukaan Felix. Aku harus mencari tahu, apa yang ia suka dan tidak suka. Aku juga akan belajar menjadi istri yang taat dan lembut seperti ibu dulu. Ibu, apakah aku akan bisa menjadi istri dan ibu yang baik seperti ibu, kelak?". Ucap Berli. Tak henti-henti nya ia bergumam. Mulai sekarang ia akan berusaha untuk lebih memantaskan diri. Agar menjadi pasangan yang baik untuk suami nya kelak.


__ADS_2