
"Aneh sekali. Sejak tadi aku membalas pesan Berli, tetapi hanya ceklis satu. Bukankah ia yang mengundangku untuk datang kesana?".
David heran. Pasalnya, nomor Berli langsung tidak aktif setelah mengirim pesan undangan itu. Begitu juga dengan Berli. Ia tak mendapat balasan dari David.
"Atau mungkin ia sudah berada disana?. Ah, aku harus segera datang. Kasian jika ia harus menunggu lama". David bersiap, hendak bergegas untuk memenuhi undangan Berli.
......................
"Ya ampun.. Aku benar-benar harus datang sendirian. Tidak ada siapapun yang membalas pesanku". Berli bingung, ia tak punya teman untuk datang. Sedangkan, David sama sekali tak aktif saat Berli bertanya soal ini.
Dan jelas, Bu Inez telah menyabotase ponsel mereka berdua. Setelah mengirim pesan, ia membuat Berli dan David memblokir nomor di antara mereka. Sehingga, tidak akan terjadi percapakan setelah itu. Pesan yang telah di kirim, langsung di hapus tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Bu Inez juga sengaja membuat David sibuk sejak tadi siang. Sehingga, David tak ada waktu untuk membuka ponsel ataupun menemui Berli.
Berli bergegas pergi, memenuhi undangan itu dengan menaiki angkutan umum. Ada sedikit khawatir di hati nya. Ia takut tak akan menemukan angkutan umum setelah ia pulang nanti. Apalagi jika sudah larut malam.
"Kringg". Felix menelpon. Namun Berli sama sekali tak mendengar dering ponsel nya yang ia simpan di tas.
"Aneh, Berli tidak mengangkat teleponku". Gumam Felix.
......................
"Dimana Berli?". David mengedarkan pandangan nya ke sekitar. Ia sudah sampai di halaman hotel itu.
David bergegas untuk bertanya kepada resepsionis. Ia merasa ada sedikit kejanggalan. Tak biasanya Berli mengajak nya terlebih dahulu. Apalagi, ke sebuah hotel.
"Permisi Nona, aku mendapat undangan dari Nona Berli. Apakah beliau sudah datang?. Atau, dimana aku harus menunggu nya?".
Resepsionis itu tersenyum. "Tuan bisa berjalan lurus, dan di ujung koridor, kami sudah menyiapkan kursi untuk kalian berdua. Nona Berli sepertinya belum datang, jadi.. Tuan bisa menunggunya disana"
"Baik". David melenggang, tanpa merasa curiga sedikitpun.
"Bagus, David". Gumam Bu Inez, yang sejak tadi menunggu kedatangan mereka berdua. Rencana nya kali ini berjalan mulus.
Setelah beberapa menit menaiki angkutan umum, akhirnya Berli sampai di tempat tujuan. Ia sama sekali tak membuka ponsel nya. Ia hanya fokus untuk sampai ke tempat ini, dan mencari teman untuk masuk.
__ADS_1
Berli mengedarkan pandangan nya. Tak ada seorang pun yang ia kenal disana. "Bagaimana bisa?, bukankah ini acara perusahaan?". Ia masih bingung.
Ia melangkah selangkah demi selangkah, mengedarkan pandangan nya ke segala arah, berharap ada seorang teman yang ia kenal. Namun nihil. Ia menyerah, dan kembali bertanya kepada resepsionis yang menangani David tadi.
"Tuan, silahkan di minum..". Seorang karyawan hotel itu membawakan segelas jus untuk David.
"Terimakasih, tetapi itu tidak perlu". David semakin heran, ia tak pernah mendapat minuman secara cuma-cuma saat menunggu disini.
"Tuan, Nona Berli memintaku untuk menjamu Tuan, sebelum ia datang. Setidaknya untuk Nona Berli".
David akhirnya percaya, dan mengambil minuman itu. "Baiklah, terimakasih". Ia meneguk minuman itu sedikit demi sedikit.
Pegawai itu menyeringai penuh kepuasan. Begitu mudah mengelabui David.
"Baiklah, terimakasih.". Ucap Berli. Ia melenggang, ke arah yang sudah resepionis itu tunjukkan. Tentu Berli tidak di beri tempat lokasi David saat ini. Berli di tempatkan di koridor yang berbeda, namun berdekatan.
Setelah berjalan sedikit, Berli duduk di kursi yang sudah di siapkan. Kembali seorang karyawan hotel mendatangi nya dan membawakan nya segelas teh.
"Silahkan di minum Nona, Tuan David memesan nya untukmu dan yang lain nya. Ia memintamu untuk menunggu sebentar". Ucap Karyawan itu ramah.
Ia mengangguk. "Benar sekali Nona. Tetapi mereka akan sampai dalam beberapa menit saja. Maka dari itu, minumlah dulu sambil menunggu"
Berli mengerti, dan menerima minuman itu. "Baiklah".
Berli meminum teh itu. Ia berpikir, itu hanya teh biasa yang familiar di hotel.
"Kenapa kepalaku mendadak sakit sekali?". David memegang pelipis nya. Ia merasakan begitu berat di kepala nya. Ini sangat mendadak.
"Tuan, ada apa?. Ada yang bisa saya bantu?". Ucap seorang karyawan hotel yang sudah menunggu moment ini sejak tadi.
David melambaikan tangan nya."Tidak, aku baik-baik saja".
"Tapi Tuan, kau terlihat pucat. Aku bisa mengantarmu ke kamar yang kosong. Kau akan pulih setelah berbaring. Jangan khawatir, aku akan memberitahu Nona Berli setelah ia datang".
__ADS_1
"Baiklah". Akhirnya David menerima tawaran itu. Karena ia merasakan sangat berat di kepalanya. Ia bahkan tak kuat berjalan. Karyawan Pria itu yang memapah nya untuk masuk ke kamar kosong terdekat.
'Semua berjalan dengan lancar. Bu Inez akan senang dengan kabar ini'. Batin Pria itu.
Berli menguap, rasa nya ja mengantuk sekali. Padahal, ini masih terbilang jauh dari larut.
"Rasanya aku mengantuk sekali. Kenapa mata ku begitu berat". Gumam Berli. Ia hendak beranjak ke toilet, untuk membasuh wajah nya. Berharap kantuk itu akan hilang.
"Nona, ada yang bisa saya bantu?". Karyawan wanita itu datang lagi.
"Tidak, aku hanya ingin ke toilet saja".
"Nona, matamu seperti nya sangat berat. Apa kau kelelahan?. Aku akan mengantarmu untuk beristirahat di sebuah kamar. Kebetulan, kamar itu sudah di sediakan perusahaan jika ada keadaan darurat".
Berli menolak, padahal.. Matanya terasa sangat berat.
"Tidak, itu tidak perlu".
"Berbaringlah Pak, kau perlu istirahat". Ucap karyawan pria itu setelah membawa David ke kamar.
David masih memijat kecil kepala nya. "Terimakasih. Bisa tolong matikan lampu nya?".
Dengan senang hati karyawan itu menjawab. "Tentu saja pak".
Setelah selesai, karyawan itu keluar dari kamar David.
"Nona, tapi kau terlihat tidak baik-baik saja". Wanita itu tak menyerah. Ia terus menguntit langkah Berli yang mulai tersendat.
Berli yang tak kuasa menahan kantuk, ia benar-benar merasa lemas. Ia tiba-tiba tak sadarkan diri.
"Yess". Wanita itu tersenyum penuh kepuasan.
Berli memang sudah di bawah pengaruh obat tidur yang telah di masukan ke dalam minuman nya.
__ADS_1
Wanita itu memanggil beberapa teman nya untuk datang dan membantu nya. Ia akan membawa Berli ke kamar yang sama dimana David terbaring.