DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 99 - Status Felix


__ADS_3

"Ya, seharusnya aku tidak berharap apapun dari siapapun". Gumam Berli yang kini sudah berjalan di koridor menuju tempatnya bekerja


"Berli... ". Teriak seorang pria membuat Berli terkejut


"Felix?". Berli terkejut. Felix memang baru saja sampai di tempat itu. Setelah meninggalkan Jovanka, ia langsung bergegas pergi ke tempatnya bekerja


"Maaf aku tidak bisa menjemputmu. Aku.. ". Ucap Felix yang langsung di sambat Berli


"Tidak apa apa.... Aku harus segera bekerja. Sampai nanti". Ucap Berli sambil berlalu pergi. Membuat Felix khawatir


"Ada apa sebenarnya dengan Berli?, apa aku melakukan kesalahan?". Gumam Felix yang pikirannya benar benar kalut


"Selamat pagi kak... ". Sapa Aditya yang baru saja datang. Ia hendak menyapa Felix


"Ya, pagi". Jawab Felix dengan wajah muram nya


"Maaf kak, apa ada masalah?". Tanya Aditya penuh selidik


"Aku.... Ah iya, kau dekat dengan Berli kan?. Aditya sebenarnya aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Berli sepertinya tiba tiba saja menjauh dariku, aku ingin kau memastikannya. Maksudku... Aku tidak mungkin bertanya secara langsung jika dia menghindariku. Apa kau bisa membantuku?". Jawab Felix yang kini benar benar bingung


"Baiklah kak, aku mengerti. Kakak tenang saja, nanti aku akan menanyakan hal ini pada kak Berli. Setelah itu aku akan memberikan informasinya kepada kakak". Jawab Aditya ramah


"Baiklah, terimakasih Aditya... ". Ucap Felix sambil berlalu pergi dengan pikiran nya yang benar benar kalut


"Baik kak". Jawab Aditya ramah


'Apa yang harus aku lakukan kepada Kak Berli?'. Batin Aditya


......................


"Romi, apa di kampus adalah tempatnya bertarung?, kau ingin berkelahi dengan Bryan?". Tanya dosen kesiswaan itu kepada Romi di ruangannya


"Sebelumnya maaf pak, saya hanya melakukan apa yang semestinya saya lakukan. Bryan telah menghina Prianka dengan tuduhan hinanya. Siapapun sepertinya akan melakukan apa yang saya lakukan". Jawab Romi lugas

__ADS_1


"Dia berbohong pak. Saya tidak melakukan apa apa. Jelas dia menyimpan dendam kepada saya". Sahut Bryan berbohong


"Romi, untuk sepekan ini, kau akan di skors dari kampus ini". Ucap dosen tegas


"Tapi pak, saya melakukan hal yang menurut saya benar". Bantah Romi


"Tapi itu salah Romi. Kau bisa menjadi contoh yang buruk untuk yang lainnya". Ucap Dosen tegas


"Baiklah pak, aku terima". Ucap Romi sambil berlalu pergi. Tersirat senyum puas di ujung bibir Bryan


"Rom, aku tahu ini berat untukmu. Tapi kau tenang saja, kau bisa mencatat materi saat kau di skors dari buku catatanku. Kau yang sabar Rom". Ucap Neel menenangkan


"Terimakasih Neel. Aku hanya bingung bagaimana caranya aku mejelaskan ini pada ibuku. Aku pasti akan membuatnya kecewa". Ucap Romi bingung


"Tidak Rom, aku yakin jika kau berterus terang tentang tujuanmu pasti ibumu akan mengerti. Percayalah". Ucap Neel kembali


"Baiklah, terimakasih Neel... Kau selalu ada untukku". Ucap Romi berterimakasih


"Tidak masalah". Jawab Neel tersenyumbtipis


......................


"Apa?, tega sekali anak itu meninggalkanmu". Ucap Bu Delli tak terima


"Ini semua demi kita ma. Huh seperti ini kah perjuanganku, sampai sampai aku seolah di buang seperti sampah". Gerutu Jovanka


"Tidak apa apa sayang, sekarang kita bersakit sakit dahulu. Nanti jika tujuan kita sudah tercapai, maka balasannya lebih dari ini". Ucap Bu Delli menenangkan


'Selalu saja begitu'. Batin Jovanka


......................


"Sepetinya Berli.... Ah aku lihat tadi ia tidak mengenakan jam tangan dariku itu. Kemarin ia mengenakannya. Kenapa sekarang....? Apa aku melakukan kesalahan?. Ah aku benar benar bingung". Gumam Felix yang kini berada di ruangan pribadinya. Ia sedang asyik menatap dinding ruangan itu

__ADS_1


Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka begitu saja. Itu benar benar membuat Felix terkejut


"Kau?. Untuk apa kau datang kesini?". Ucap Felix yang langsung beranjak karena terkejuy


"Maaf kak, aku kira ini gudang. Aku penasaran, jadi aku pikir aku harus melihatnya. Ternyata ruangan ini adalah ruangan kakak, aku tidak tahu. Maafkan aku, apa kakak bos disini?". Ucap Aditya yang sama sama terkejut.


Memang ia datang karena penasaran dengan ruangan terpencil itu. Ia pikir itu adalah gudang atau semacamnya. Kebetulan saat itu Felix lupa mengunci pintu, sehingga Aditya dengan mudah bisa membukanya


"Baiklah, kau masuklah". Ucap Felix yang pikirannya benar benat kalut


"Sekali lagi saya minta maaf kak, emm maaf maksud saya pak..". Ucap Aditya yang baru saja mengetahui tentang status Felix di tempat ini


"Baiklak, tidak masalah. Dengarkan aku baik baik Aditya, jangan sampai ada yang mengetahui tentang ini. Tentang aku adalah bos mu, tolong jangan beritahukan ini kepada siapapun. Entah itu atasanmu, atau Berli. Aku baru saja di beri kepercayaan pabrik ini. Sebelum serah terima aku tidak ingin di ketahui siapapun. Hanya kau yang tahu tentang ini". Ucap Felix menjelaskan


"Baiklah pak, saya akan menjaga rahasia ini. Sekali lagi saya minta maaf karena sudah lancang masuk ke ruangan ini. Saya pamit kembali pak, assalamualaikum". Ucap Aditya


"Baiklah, waalaikumsalam". Jawab Felix


'Jadi kak Felix adalah anak dari Bu Inez?'. Batin Aditya tak percaya


......................


"Halo sayang.... Bagaimana harimu dengan Felix?". Ucap Bu Inez yang kini tengah menelpon Jovanka


"Tante, apa tante tahu?, Felix meninggalkan aku sendirian di taman". Jawab Jovanka mengadu di sebrang telpon


"Apa? Keterlaluan sekali Felix... ". Ucap Bu Inez kesal


"Iya tan, tapi tante jangan marahi Felix ya.. Jovanka mengerti dengan perasaan Felix, jad Jovanka tidak ingin membuat Felix terpaksa sepertinya Jovanka akan menyer....". Rengek Jovanka mencari pembelaan


"Stttss sayang. Hentikan. Kau tidak boleh mundur nak, Felix pasti akan luluh kepadamu. Kau tenang saja, tante tidak akan memarahi Felix. Tante hanya akan mengingatkan betapa bodohnya dia sudah menyianyiakan gadis cantik dan baik sepertimu.. Kau yang sabar ya sayang". Ucap Bu Inez menenangkan Jovanka


"Baiklah tante, terimakasih banyak. Kalau begitu Jovanka tutup telpon nya ya.. Jovanka ingin beristirahat". Ucap Jovanka

__ADS_1


"Baik sayang, sampai nanti". Jawab Bu Inez penuh kasih sayang


"Felix benar benar keterlaluan". Gumam Bu Inez dan langsung berlalu pergi keluar kamarnya


__ADS_2