DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 125 - Langkah Selanjutnya


__ADS_3

"Apa? Romi sudah siuman? Syukurlah". Ucap Prianka penuh bahagia saat mendapat kabar baik dari Bu Inez pagi ini.


"Iya sayang. Ayo, tante juga sedang di perjalanan untuk menemuinya". Balas Bu Inez penuh senyuman di sebrang telpon


"Baiklah, Aku akan segera bersiap untuk kesana". Ucap Prianka tersenyum


"Kami tunggu ya nak". Jawab Bu Inez penuh kasih sayang


......................


"Kak, siapa yang sudah menolongku? Aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padanya". Ucap Romi kepada sang kakak yang setia menemani di sisinya


"Tentunya seseorang yang berhati mulia. Sungguh, jika kau mengenalnya, kau tidak akan pernah bisa melupakannya". Jawab Felix yang d benaknya terlintas bayangan semu Berli. Ia menjawab tanpa menoleh ke arah Romi


"Maksud kakak? Apa kakak mengenalnya?". Tanya Romi heran penuh selidik


"Ah tidak tidak. Sudah, kita akan membicarakan ini setelah kau pulih. Sekarang kau beristirahatlah". Ucap Felix yang langsung mengelak saat ia sadar dari lamunan nya


......................


Toktoktok,,, suara ketukan pintu itu bergema di ruangan sederhana tempat tinggal gadis sebatangkara itu.

__ADS_1


"Apa itu pak David? Ah aku belum bersiap". Ucap Berli yang masih belum siap dengan riasan tipis di wajahnya. Ia memang selalu menambahkan riasan tipis di wajahnya, guna untuk tetap mempertahankan kecantikannya.


"Assalamualaikum". Ucap David yang kembali mengetuk pintu


"Waalaikumsalam". Jawab Berli yang baru saja datang untuk membuka pintu


"Kau terlihat sangat cantik pagi ini". Kagum David saat menatap wajah cantik Berli


"Ah, terimakasih pak. Silahkan duduk".Ucap Berli mempersilahkan David untuk bertamu


'Semoga kau akan benar benar menjadi milikku'. Gumam David dalam hati. Tersirat senyum manis di pipi tampan nya


"Pak?". Tanya Berli yang heran dengan tatapan kabur David


"Sebentar lagi, saya akan mengganti pakaian". Ucap Berli yang memang belum mengganti pakaian. Ia hanya menggunakan celana training dan kaus panjang serta kerudung blus miliknya. Karena saat setelah mandi tadi, ia memutuskan untuk berdandan terlebih dahulu


"Berli.. ". Ucap David yang seketika menghentikan langkah Berli


"Iya pak?". Jawab Berli yang membalikan pandangannya


"Jangan terlalu formal. Tidak perlu menyebut saya untuk dirimu. Kita di luar tempat kerja bukan?". Ucap David tersenyum

__ADS_1


"Baiklah pak". Jawab Berli tersenyum


......................


"Aku dengar ia sudah siuman. Lalu bagaimana rencana kita sekarang kak?". Tanya sang adik kepada kakaknya di sebrang telpon


"Bagus. Itu berarti tidak lama lagi kita akan menjalankan rencana baru. Kau pantau terus apa yang terjadi setiap harinya. Apapun itu, akan berharga untuk langkah kita selanjutnya. Biarkan sekarang mereka menikmati kebahagiaan nya terlebih dahulu, setelah itu. Bahkan sedikit pun tidak akan ada kebahagiaam yang datang pada hidup mereka". Jawab sang kakak di sebrang telpon dengan senyuman menyeringai


"Baiklah kak. Aku tutup telponnya".Ucap sang adik


......................


"Apa? Romi sudah siuman?". Kejut bahagia Adelard saat menerima telpon dari Neel


"Iya, Prianka yang mengabariku. Ayo, kita harus menemuinya sekarang". Ucap Neel


"Iya, aku akan segera bersiap. Kau pergi saja terlebih dahulu, aku akan menyusul". Jawab Adelard di sebrang telpon


"Siapa nak?". Tanya Bu Yuni yang melihat senyum bahagia pada raut wajah putranya


"Romi, Romi sudah siuman ma". Jawab Adelard tersenyum

__ADS_1


"Syukurlah.. Lalu kau menunggu apa lagi? Ayo, cepat temui dia. Dan sampaikan salam rindu mama padanya. Mama tidak bisa menjenguknya hari ini". Ucap Bu Yuni


"Tidak apa ma, Rio akan menyampaikannya". Jawab Adelard tersenyum


__ADS_2