DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 218 - Naluri


__ADS_3

"Tante.. Sebenarnya aku ingin sekali mengajak Felix ke rumahku pekan nanti. Aku dan temanku berencana untuk mengadakan makan malam pasangan bersama di rumah. Aku ingin sekali Felix menemaniku disana. Tapi, Felix pasti akan menolak bukan?". Ucap Lathesia yang duduk di sofa itu. Ia kini tengah mencari pembelaan dari Bu Inez dengan nada mengiba nya.


"Kenapa begitu sayang?. Kau belum mencoba nya kan?. Cobalah setelah ini, kau datang ke kamarnya dan bicarakan baik dengam Felix. Tante yakin, Felix tidak akan menolak jika untuk itu. Semoga saja setelah ini, Felix bisa membuka hatinya lagi untukmu". Balas Bu Inez penuh senyum. Perkataan nya membuat Lathesia bersemangat.


"Benarkah?. Kalau begitu aku akan mencoba nya tante. Terimakasih.. ". Ucap Lathesia yang langsung memeluk Bu Inez karena saking bahagianya.


"Iya sayang, ayo.. Jangan menyerah". Ucap Bu Inez yang sama sama memeluk Lathesia.


'Terserah jika Felix mempunyai seseorang di luar sana, lagipula wanita itu belum tentu memenuhi kriteria pasangan yang pantas untuknya. Lathesia sudah jelas asal usulnya. Anak ini berasal dari keluarga kaya, yang bisa saja nantinya mengembangkan perusahaanku. Biar saja masalalu itu, lagipula itu sudah berlalu. Felix mungkin sudah melupakan nya juga'. Batin Bu Inez. Ia sama sekali tidak memikirkan perasaan Felix. Setelah Jovanka, kini ia berpikir bahwa Felix lebih baik kembali bersama Lathesia.


......................


"Apa yang tidak baik-baik saja?". Ucap Felix yang tiba tiba berkata demikian. Membuat Romi menohok.

__ADS_1


"Apa yang kau maksud kak?". Balas Romi dengan raut wajah tersenyum heran. Lagi lagi ia berusaha menyembunyikan masalah nya.


"Abu sisa pembakaran ini.. Ini fotomu dengan Prianka bukan?". Ucap Felix yang seolah bisa membaca pikiran Romi. Padahal, foto itu sudah hancur lebur menjadi abu.


"Lagi-lagi aku tidak bisa menyembunyikan masalahku darimu kak. Kau memang benar". Balas Romi yang raut wajahnya menjadi sinkron dengan hatinya. Ia menunjukan raut wajah yang sedang ia rasakan.


"Katakan semua nya padaku Rom. Kau ingat?, aku adalah kakakmu. Kau tidak bisa menyembunyikan apapun dariku". Ucap Felix


"Prianka menikah dengan pria lain. Hari ini.. Dan aku melihatnya langsung oleh mataku sendiri". Ucap Romi menunduk putus asa.


"Aku akan ikhlas menerima semua ini jika Prianka pergi dengan pria yang baik dan akan melindunginya seumur hidupnya. Tetapi, dia menikah dengan Bryan. Musuhku sendiri yang bahkan sudah melenyapkan nyawa ayah nya". Ucap Romi dengan mengepal erat kedua tangan nya. Lagi lagi ia bergetar saat mengatakan itu.


"Prianka.. Apa yang kau lakukan.. ". Gumam Felix kalut sambil mengarahkan pandangan nya ke atas langit-langit kamar. Ia menyadari bahwa betapa akan menyesalnya Prianka setelah menikah dengan Bryan.

__ADS_1


Felix menatap iba ke arah adik semata wayang nya. Ia melihat kesedihan itu benar-benar nyata. Tangan yang mengepal dan bergetar itu, Felix tahu persis bagaimana rasanya. Mengapa sakit itu harus menimpa adik satu satunya ini?. Mengapa harus terulang lagi?. Pikir Felix saat ini.


"Aku tahu kau kecewa, aku tahu kau sedih. Tetapi kau juga harus tahu, bahwa semua terjadi pasti ada tujuan. Aku yakin setelah ini akan ada hal indah yang terjadi dalam hidupmu. Kuatkan hatimu Rom.. Kau harus belajar untuk bangkit". Ucap Felix sambil meletakan telapak tangan nya di pundak Romi. Ia tahu, bahwa yang adiknya butuhkan sekarang hanyalah dukungan.


"Tetapi mengapa harus dia kak.. ". Ucap Romi gusar penuh kecewa.


"Aku yakin semua ini tidak terjadi begitu saja. Apa mungkin Prianka di ancam olehnya?". Ucap Felix penuh pemikiran. Membuat Romi beranjak dari kesedihan nya sementara.


"Apa itu bisa saja terjadi?". Romi merasa ada penerangan. Karena sejak tadi ia tidak bisa berpikir jernih.


"Itu bisa saja terjadi Rom. Bukankah kau sering mendapat masalah karena nya?. Orang seperti dia, bisa melakukan apapun asalkan dirinya merasa puas"


"Kakak benar. Lalu apa yang harus aku lakukan kak?. Aku khawatir pada Prianka jika itu benar". Ucap Romi gusar.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu dan kuatkan hatimu, aku yakin cepat atau lambat semua akan terbongkar". Balas Felix penuh pemikiran.


__ADS_2