DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 97 - Harus Melupakanmu


__ADS_3

"Sayang, apa kau akan menemui Prianka?". Tanya Bu Inez kepada Romi yang sedang sarapan di meja makan. Ia memang sudah bersiap pagi ini


"Iya ma, tapi Romi harus ke kampus terlebih dahulu, ada pertemuan penting dengan dosen hari ini. Jadi Romi akan kesana setelah itu selesai". Jawab Romi


"Rom, sampaikan bela sungkawa ku kepada Prianka. Maaf kemarin aku tidak bisa hadir di prosesi pemakaman ayahnya. Aku turut berduka cita". Sahut Felix yang sama sama sudah bersiap untuk pergi, namun ia masih menyelesaikan sarapannya


"Iya kak, tentu saja akan aku sampaikan". Jawab Romi


"Ah iya, semalam kau darimana saja nak?". Ucap Bu Inez kepada Felix


"Aku hanya keluar cari angin ma, bukankah sudah Felix jawab?". Jawab Felix tersenyum lembut


"Cari angin atau berkencan? Haha". Sahut Romi


"Diam kau bocah cilik". Ucap Felix mengacak rambut Romi sambil tersenyum


"Baiklah, sekarang katakan. Siapa wanita itu hm? Mama jadi penasaran". Ucap Bu Inez tersenyum. Ia berusaha sabar meskipun sebenarnya ia tak setuju. Ia hanya ingin Felix dengan Jovanka


"Jika saatnya tiba, aku akan membawanya kesini. Mama siap siap saja oke?". Ucap Felix mengerlingkan sebelah mata nya


"Baiklah, cepat cepat menikah ya kak haha". Ucap Romi menggoda kakak nya


"Kau ini... Sepertinya kau yang sudah tak sabar". Balas Felix


"Hai... Selamat pagi semua...". Ucap Jovanka yang baru saja datang. Kedatangan nya benar benar mengejutkan semua orang yang sedang sarapan itu.


"Hai sayang... Kau datang sepagi ini?. Ayo, kita sarapan bersama". Ucap Bu Inez antusias dan langsung memeluk Jovanka


"Iya tante. Aku merindukan calon suamiku. Jadi aku datang sepagi ini". Jawab Jovanka percaya diri


"Tchh". Gumam Felix geli dengan perkataan Jovanka.


"Ekhmm". Gumam Romi tertawa renyah sambil menyiku lengan kakak nya.

__ADS_1


"Felix pamit ke pabrik ma". Ucap Felix yang baru saja akan beranjak. Ia berusaha menghindari Jovanka


"Ehhh sayang, no... Lihat, Jovanka sudah berniat datang menemui sepagi ini. Bagaimana bisa kau pergi?, kau akan disini beberapa saat. Kau pergi terlambat tidak masalah kan?". Ucap Bu Inez membantah


"Felix harus bekerja ma. Lagipula apa yang akan aku lakukan dengan nya? Seperti tidak ada pekerjaan saja". Ucap Felix tak terima


"Baiklah, hari ini Jovanka akan ikut bekerja bersama mu!". Ucap Bu Inez penuh penekanan


"Tidak ma, Felix tidak mau. Felix mohon". Ucap Felix namun kembali di tahan oleh Bu Inez


"Sayang... Ayolah nak". Ucap Bu Inez memelas membuat Felix tak tega


'Bagaimana ini, Berli pasti sudah menungguku'. Batin Felix


"Baiklah". Ucap Felix yang tak ingin melawan ibunya


'Yess'. Batin Jovanka


"Baiklah sayang, kalian pergilah". Ucap Bu Inez penuh senyuman.


......................


"Semalam Felix bilang akan menjemputku. Tetapi kenapa sekarang belum datang juga?". Gumam Berli yang masih setia menunggu Felix di teras rumahnya.


"Aku telpon saja". Ucap Berli yang langsung memyambar telpon nya. Namun Felix sama sekali tidak mengangkat panggilan telpon Berli


"Kenapa tidak di angkat?, aku bisa terlambat jika begini". Gumam Berli cemas


"Baiklah, aku akan naik angkutan umum saja. Daripada aku menunggunya yang tak kunjung datang". Ucap Berli yang segera bergegas pergi. Ia memutuskan untuk menaiki angkutan umum


Drttt, tiba tiba ponsel Berli berbunyi. Tanda ada pesan masuk


"Ah itu pasti Felix". Ucap Berlu bersemangat dan langsung meraih ponsel nya dari tas

__ADS_1


'Hai Lian, maaf... Ternyata hari ini aku belum merasa pulih. Jadi aku tidak bisa bertemu denganmu lagi. Tapi semoga kau baik baik saja ya... Aku benar benar merindukanmu'


Ternyata pesan itu bukanlah dari Felix, melainkan dari David. Ada sedikit rasa kecewa di hati Berli. Dengan segera ia langsung membalasnya, meskipun bukan notifikasi yang ia tunggu sejak tadi


......................


'Sial. Aku tidak bisa mengangkat telpon walau semenit saja. Dia pasti akan curiga. Berli.. Maafkan aku'. Batin Felix. Ia memang tengah berada di perjalanan yang entah akan kemana.


Ia akan membawa Jovanka berkeliling saja, karena jika ia membawanya ke pabrik, itu pasti akan menyulitkan Felix


'Aku akan membawanya berkeliling sampai ia mengeluh kelelahan. Setelah itu aku akan mengantarnya pulang. Dasar menyusahkan'. Batin Felix kembali


"Felix, aku mencintaimu.. ". Ucap Jovanka sambil memeluk Felix dari belakang. Namun dengan segera Felix langsung menepisnya


"Lepaskan!". Ucap Felix penuh penekanan


"Baiklah, tidak masalah. Sebentar lagi kita akan bertunangan. Ah iya, seperti apa dekorasi nya?, apa acaranya akan di selenggarakan di gedung?". Tanya Jovanka penuh keyakinan


"Aku tidak akan bertunangan denganmu sampai kapanpun. Semoga kau mengerti!". Jawab Felix tegas


'Jadi hari ini Felix tidak ada ya?. Bahkan telpon ku saja tidak di angkat. Sebenarnya apa yang terjadi?'. Batin Berli yang kini sidah berada di sebuah angkutan umum


"Tunggu.. Bukankah itu Felix?". Gumam Berli yang tanpa sengaja melihat Felix tengah berboncengan dengan Jovanka. Hatinya begitu sakit melihat kebersamaan mereka


"Jadi Felix.... Dan wanita itu?, bagaimana bisa aku lupa bahwa... Ya, mungkin dia kekasih Felix. Mereka terlihat cocok di bandingkan aku. Aku hanya selalu saja berharap pada harapan kosong. Tidak seharusnya aku begini. Tapi kenapa Felix seolah selalu memberiku harapan?". Gumam Berli pelan. Tanpa terasa air matanya menitik di ufuk matanya. Dengan segera ia langsung menghapusnya


'Tidak, aku harus benar benar melupakan nya sekarang. Aku harus membuat jarak antara aku dengannya. Tidak baik jika aku terus berharap pada orang yang salah. Aku tidak ingin mengganggu hubungan siapapun. Felix, aku pasti akan melupakanmu'. Batin Berli


"Untuk apa aku masih memakainya". Gumam Berli sambil melepas jam tangan couple yang Felix belikan untuknya. Seketika dengan berat hati ia langsung melepasnya. Meskipun ia sangat senang mengenakannya.


......................


"Ma, Romi pamit sekarang... Assalamualaikum". Ucap Romi yang berpamitan kepada ibunya. Ia segera pergi ke kampus setelah menyelesaikan sarapan nya.

__ADS_1


"Baiklah sayang, Waalaikumsalam". Ucap Bu Inez tersenyum


"Hari ini aku harus menyelesaikan semua masalahku. Pertama aku harus mencari tahu gadis yang sedang dekat dengan Felix sekarang, dan lagi aku harus berurusan dengan psikolog. Benar benar membuatku lelah". Gumam Bu Inez pada dirinya sendiri.


__ADS_2