DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 135 - Polisi


__ADS_3

"Ekhm..". Denguman David membuat Berli terkejut


"Pak David?". Ucap Berli


"Bagaimana pekerjaanmu? Semua lancar?". Tanya David penuh kelembutan. Ia kini berada di tempat Berli bekerja


"Ah iya. Semua baik baik saja". Jawab Berli tersenyum


"Apa kau sudah memikirkan pembahasan kita kemarin?". Tanya David


"A.. Aku.. ". Ucap Berli bingung


"Permisi pak, maaf mengganggu. Ada tamu yang menunggu bapak". Ucap Aditya yang tiba tiba saja datang dari ambang pintu


"Baiklah. Aku segera menyusul". David yang tersentak langsung membawa perasaan nya kembali semula


"Kita bahas ini lain waktu". Ucap David tersenyum sambil berlalu pergi. Dan di susul oleh Aditya


"Baiklah pak". Jawab Berli enggan

__ADS_1


"Untung saja Aditya datang. Jika tidak, jawaban apa yang harus aku berikan dalam waktu sesingkat ini". Gumam Berli menghela nafas dalam


......................


'Polisi?. Apa hidupku akan tamat hari ini?'. Batin Adelard saat mendapati pemandangan di ujung koridor kampus itu. Sejak tadi ia memang masih berada di bangku itu bersama sahabatnya, Neel.


"Ada apa? Mengapa kau terlihat cemas?". Tanya Neel yang langsung mengekori kemana arah mata Adelard tertuju


"Polisi?". Gumam Neel membelalak


"Neel. Apa mereka akan membawaku?". Tanya Adelard. Kini hatinya di penuhi rasa takut yang begitu mendalam.


"Tenangkan dirimu Adelard. Semua akan baik baik saja. Kau tidak melakukan kesalahan apapun". Ucap Neel


"Ya. Saya sendiri". Jawab Adelard enggan


"Saudara harus kami bawa ke kator polisi. Mohon untuk kerjasama nya, untuk saudara mememuhi permintaan kami". Ucap polisi lugas


"Tetapi apa yang saya lakukan sehingga saya harus melakukan hal demikian?". Tanya Adelard

__ADS_1


"Untuk lebih rinci. Lebih baik saudara ikut kami ke kantor". Ucap polisi sambil membawa Adelard.


Para mahasiswa dan mahasiswi yang menyaksikan hal itu benar benar tak menyangka bahwa Adelard kini menjadi tersangka. Mereka membicarakan apa yang mereka lihat sekarang.


"Jangan dengarkan mereka. Aku bersamamu". Ucap Neel menenangkan Adelard yang kini tengah berjalan bersama polisi itu


......................


"Tadi mama bertemu dengan Lathesia. Mama merasa iba padanya. Dia memohon untuk di maafkan oleh kita". Ucap Bu Inez pada Felix yang kini berada di luar ruangan tempat Romi di rawat


"Lalu apa yang mama katakan? Aku bahkan tidak sudi melihat wajahnya". Ucap Felix ketus


"Mama memaafkannya. Mama rasa ia pantas di maafkan sayang. Ia sudah menyesali semuanya. Ia juga begitu memohon pada mama. Lantas apa yang harus mama lakukan selain memaafkannya nak?". Jawab Bu Inez penuh pengertian


"Entahlah. Aku belum bisa memaafkan nya. Entah sampai kapan akan seperti ini. Saat ini aku hanya ingin begini saja. Aku sudah terbiasa menjalani hidupku tanpa nya". Jawab Felix yang pikirannya benar benar kalut.


"Baiklah nak. Lakukan yang terbaik dalam hidupmu. Mama akan selalu mendukung mu". Ucap Bu Inez sambil mengelus rambut Felix


"Baiklah ma". Jawab Felix tersenyum tipis. Namun lain di hatinya

__ADS_1


'Apa mama akan tetap mendukungku jika mama tahu aku menyukai Berli?. Semoga saja ucapan nya benar benar mama tanamkan. Aku harus mengambil keputusan yang benar dalam hidup ku'. Batin Felix yang kalut itu benar benar merindukan sosok yang berhasil mengisi hatinya. Entah mengapa dengan spontan ia langsung memikirkan nya.


"Kalau begitu mama akan menemui Romi. Romi pasti sudah merindukan mama". Ucap Bu Inez sambil berlalu masuk ke ruangan itu. Kini Felix tinggal seorang diri.


__ADS_2