
Tok,, Tok,, Tok
Suara ketukan pintu itu nyaring terdengar. Malam ini Berli sudah merebahkan tubuh nya di kamar sederhana milik nya. Sejak tadi sesampainya ia di rumah, Aditya memutuskan untuk segera pulang dan berlalu pergi
"Apa Aditya kembali lagi?". Gumam Berli yang hanya memprediksi siapa orang yang akan bertamu di rumahnya.
"Felix.. ". Ucap Berli membelalak saat membuka pintu. Pemandangan yang tak mungkin bisa ia lupakan itu kini kembali berada di depan matanya. Manik mata indah itu kini kembali bertemu.
"Maaf jika aku mengganggu waktu mu".Ucap Felix dengan nada dingin nya
"Tidak. Aku tidak terganggu. Ayo, duduklah". Ucap Berli mempersilahkan Felix duduk di bangku teras nya. Seketika hal ini membuat Berli teringat saat pertama kali mereka bertemu. Insiden itu membuat Felix berada di tempat ini malam itu.
"Bagaimana kabarmu?". Tanya Felix memecahkan situasi canggung itu
"Aku baik baik saja. Lalu kau..?". Jawab Berli canggung
"Tidak begitu baik". Jawab Felix dingin
Situasi kembali canggung saat mereka duduk bersama di tempat itu. Malam yang sunyi, membuat mereka terhanyut dalam renungan.
Felix tak mengucapkan sepatahkata pun setelah itu. Begitu juga dengan Berli. Sebenarnya Felix hanya merindukan saat saat bersama Berli. Berulang kali ia berusaha melupakan Berli, namun itu sangatlah sulit baginya. Sehingga malam ini, tiba tiba saja ia ingin mendatangi rumahnya. Nyali untuk mengungkapkan semua perasanya kini ciut saat manik mata mereka bertemu.
"Bagaimana dengan..?". Sontak mereka berdua mengatakan hal itu bersamaan. Ini benar benar menjadi situasi yang canggung
"Kau duluan.. ". Ucap Berli
__ADS_1
"Tidak. Kau saja.. ". Balas Felix
"Kau saja Felix. Ayo.. ". Ucap Berli
"Tidak.. Wanita terlebih dahulu". Ucap Felix
"Tidak. Kau saja.. Aku tidak mau". Ucap Berli mengerucutkan bibirnya, sambil tersenyum tipis
"Kau saja". Balas Felix yang menirukan gaya bicara Berli sambil tertawa renyah
"Felix kau..". Ucap Berli tertawa dan sontak mencubit pipi pria dingin itu.
Lagi lagi mereka diam membisu saat mata mereka bertemu dan saling menatap lekat. Felix sontak memegang tangan yang melintang di pipinya
"Nyaman". Itulah yang mereka rasakan saat ini.
"Tidak apa". Ucap Felix berusaha biasa saja. Meskipun jantung nya berdegup begitu kencang.
"Apa kekasihmu tahu jika kau datang kesini?". Tanya Berli enggan penuh selidik
"Apa maksud mu?".Tanya Felix dengan respon serius nya
"Mungkin kekasih mu akan marah jika ia tahu kau berada disini malam malam". Ucap Berli kembali yang membuat Felix bingung
"Siapa yang sebenarnya kau bahas?". Tanya Felix
__ADS_1
"Wanita cantik itu.. Dia kekasih mu kan?". Tanya Berli
"Menurutmu?". Jawab Felix yang malah memberikan pertanyaan kembali. Sebenarnya ia ingin mengatakan yang sebenarnya tentang dugaan Berli. Namun ia takut, Berli akan membuatnya kecewa karena jawaban yang akan di berikan nya. Pasalnya, Felix menduga bahwa Berli kini sudah menjalin hubungan dengan David.
"Menurutku kalian cocok". Ucap Berli tersenyum. Ada rasa sakit di hatinya saat mengatakan kalimat itu.
"Lalu bagaimana dengan mu?". Tanya Felix kembali
"Aku.. Aku tidak.. Aku baik baik saja". Ucap Berli canggung. Sebenarnya ia tidak begitu memahami tentang apa yang di tanyakan Felix
"Jika ada seseorang yang mencintaimu selain kekasihmu. Apa yang akan kau lakukan?". Tanya Felix membuat Berli kembali bingung
"A.. Apa maksudmu?". Ucap Berli yang benar benar tidak paham dengan apa yang Felix bahas
"Aku mencintaimu". Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Felix. Tentu Berli terkejut mendengarnya. Meskipun tersimpan bahagia di hatinya, karena kini pria yang di cintai nya juga sama sama mencintainya.
"Felix, apa kau sadar?". Tanya Berli yang pipinya mulai memerah
"Aku sudah lama menyukaimu. Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Akan tetapi jika kau sudah bahagia dengan pria lain, aku tidak akan memaksamu". Ucap Felix serius
"Felix.. Sebenarnya aku.. ". Ucap Berli gugup
"Aku hanya menyatakan perasaanku. Selebihnya terserah padamu". Ucap Felix. Rasanya ia ingin sekali mempertanyaakan jawaban itu. Namun niatnya urung saat mengingat wajah David di benak nya
"Aku juga menyukaimu Felix". Jawab Berli pelan membuat Felix terkejut
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan David?".
Deg,,, pertanyaan itu membuat Berli kembali dilema. Ia menyukai Felix. Namun David begitu bersikeras memperjuangkan nya. Disisi lain Berli masih memikirkan wanita yang selama ini bersama Felix. Hal ini benar benar membuat Berli kalut hingga terdiam seribu bahasa di depan Felix.