DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 120 - Cedera Masa Kecil


__ADS_3

"Aditya, kau kenapa?". Tanya Berli yang mendapati Aditya tengah menggenggam tangan kanan nya. Mereka berdua kini tengaj berada di gudang, karena sejak tadi Aditya membantu Berli mengambil pekerjaan yang tidaklah ringan


"Tidak apa kak, ini biasa terjadi, penyakit lama di tangan ku sepertinya kambuh lagi.". Jawab Aditya


"Tapi penyakit apa? Jangan memaksakan Aditya. Sidah, biar aku yang kerjakan". Ucap Berli


"Saat kecil aku pernah terjatuh, dan tangan ku mengalami cedera, dan sepertinya sekarang terasa kembali. Kakak tenang saja, ini biasa terjadi". Ucap Aditya meyakinkan


"Kau yakin?". Tanya Berli ragu


"Seratus persen". Jawab Aditya tersenyum


......................


"Romi, ini tidak mungkin. Dokter....". Teriak Prianka dari dalam ruangan itu membuat Bu Inez terkejut. Prianka segera bergegas keluar ruangan itu untuk memenggil dokter


"Nak ada apa?". Bu Inez panik


"Romi.... ". Ucap Prianka yang tak kuasa untuk mengatakannya

__ADS_1


"Ada apa nyonya?". Sahut dokter yang baru saja datang


"Selamatkan Romi dokter, aku mohon". Ucap Prianka memohon sambil menangis tersedu sedu. Dengan sigap dokter itu pun segera masuk ke dalam ruangan.


"Romi.. ". Gumam Bu Inez yang ikut menangis


......................


"Kak Felix.. ". Teriak Adelard dari kejauhan saat melihat Felix tengah berada di luar rumah sakit seorang diri


"Adelard, Neel?". Ucap Felix menghampiri kedua insan tersebut


"Kak bagaimana keadaan Romi?". Tanya Neel panik


"Apa kami boleh menemuinya sekarang?". Tany Adelard yang ingin segera melihat keadaan Romi


"Tentu saja. Ayo". Ucap Felix sambil melenggangkan kakinya untuk kembali ke tempat adiknya di rawat


......................

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Romi dokter?". Tanya Bu Inez saat melihat dokter itu sudah keluar dari ruangan


"Denyut nadi pasien sangat lemah, dan benar benar lambat. Sebenarnya saya benar benar tidak ingin membuat nyonya bersedih ataupun putus asa, tetapi kemungkinan sembuh untuk pasien hanyalah sepuluh persen. Tetapi kami akan melakukan yang terbaik, doakan saja agar semua akan baik baik saja". Jawab dokter yang membuat hati kedua wanita itu venar benar hancur


"Tolong selamatkan anak saya dokter". Ucap Bu Inez menangis sejadi jadinya


"Ibu yang sabar, kami akan berusaha". Ucap doktet sambil bergegas pergi


"Prianka, ada apa ini?". Ucap Felix yang baru saja datang ke tempat itu bersama Neel dan Adelard. Ia benar benar terkejut mengapa ibunya begitu hancur


"Dokter menyatakan tentang keadaan Romi. ia mengatakan bahwa kemungkinan sembuh untuk Romi hanyalah sepuluh persen". Jawab Prianka yang berhasil membuat ketiga pria itu terkejut


"Romi?". Ucap Neel mengusap kasar wajahnya tak percaya


Felix yang tak percaya dengan apa yang ia dengar langsung bergegas melihat adiknya dari balik jendela. Hal ini benar benar membuat hatinya begitu hancur


"Kau harus sembuh Romi. Aku berjanji akan mencari siapa saja yang telah membuatmu seperti ini". Gumam Felix mengepal kedua tangannya , kini air matanya berhasil lolos dari ufuk matanya


"Tante, bersabarlah. Romi akan baik baik saja, ia akan sehat kembali. Percayalah". Ucap Adelard yang berusaha membuat Bu Inez tenang. Meskipun dirinya merasa hancur saat mendengar kabar Romi

__ADS_1


"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Romi, atau mungkin Romi akan meninggalkan kita semua". Ucap Bu Inez dalam tangis nya


"Sttt, itu tidak mungkin. Romi akan baik baik saja, kita harus mendoakan yang terbaik untuknya". Ucap Adelard kembali. Neel sejak tadi ia hanya melamun memikirkan nasib sahabatnya yang berada di ambang maut


__ADS_2