
"Kemana kau akan pergi Indra?". Tanya Kartika yang melihat suaminya mulai mengemasi tas nya
"Aku akan mencari Berli. Dan mengungkap semuanya". Jawab Indra
"Apa kau benar benar ingin melakukan itu?, ingat Indra. Sekali lagi keadilan tetap akan di menangkan oleh uang. Persiapkan segalanya sebelum kau melakukan itu". Ucap Kartika membuat Indra berfikir kembali
"Kau benar". Jawab Indra putus asa.
Kartika hanya tersenyum menyeringai melihat suaminya tak berdaya karena keinginan nya.
......................
"Jovanka sayang, tante kira kau tidak akan datang hari ini". Ucap Bu Inez menyambut kedatangan Jovanka
"Tentu Jovan datang tante". Jawab Jovanka ramah
"Terimakasih nak". Ucap Bu Inez penuh senyuman
"Emm tante, Jovan ingin menanyakan sesuatu". Ucap Jovanka segan
"Tanyakan saja sayang". Jawab Bu Inez
"Kapan kira kira pertunangan ku dengan Felix berlangsung?". Tanya Jovanka ragu
"Ah itu, tante belum bisa memberimu jawaban sayang. Kau tahu kan?, Felix itu sangat sulit di taklukan". Jawab Bu Inez tidak enak hati kepada Jovan
"Begitu ya, ya sudah jangan di pikirkan tante. Jovan akan menunggu". Ucap Jovanka manis
'Sekarang kesulitan apa lagi yang harus aku hadapi. Secepatnya aku harus bertunangan dengan pria menyebalkan itu'. Batin Jovanka
......................
"Bukankah itu pria yang kemarin datang ke rumahku dengan David?, tapi kenapa ia duduk di samping Berli?". Ucap Felix heran.
Ia kini sedang mengintip di pintu kantin. Ia sudah sampai di pabrik dan langsung bergegas ke kantin karena ia merasa Berli ada di sana. Namun ia kembali di kejutkan dengan keberadaan Aditya
__ADS_1
"Terimakasih kak, sudah mengizinkan ku untuk bergabung dengan kalian". Ucap Aditya. Mereka kini sudah melenggangkan kakinya untuk kembali ke tempat kerjanya masing masing
Dengan sigap Felix langsung menepikan tubuhnya untuk bersembunyi
"Tidak apa apa Aditya, kapan saja kau boleh bergabung dengan kami. Aku kan kakakmu, dan mereka juga teman mu". Jawab Berli ramah
"Iya Aditya, kami disini. Tidak perlu sungkan". Sahut Laura ramah. Abian hanya tersenyum
"Baiklah kak. Aku pamit kembali bekerja, sampai nanti ya". Ucap Aditya dan langsung bergegas pergi
'Jadi Berli menganggap dia adiknya?'. Batin Felix yang mendengar pembicaraan nya itu
"Berli, Laura.. Aku duluan ya". Pamit Abian ramah
"Baiklah Abian". Jawab Berli tersenyum
"Ayo Laa... ". Ajak Berli. Namun tiba tiba tangannya di tahan seseorang dari belakang.
"Kau?". Berli terkejut
"Kemana kau tadi?". Ucap Felix yang masih belum melepaskan genggaman nya
"Aku sudah terlambat. Dan kalian malah berdebat". Jawab Berli mengerucutkan bibirnya dan melepaskan tangan Felix
"Baiklah, sepulang nanti kau akan pulang bersamaku". Ucap Felix sambil berlalu pergi
"Heii... Kau... Tunggu". Teriak Berli saat melihat Felix pergi. Namun Felix tak menghiraukan itu. Berli lupa menanyakan kemana saja mereka sejak tadi
"Ah sudahlah". Ucap Berli sambil meninggalkan tempat itu.
......................
"Hai Rom". Ucap Prianka yang melihat Romi masih ada di kantin bersama kedua temannya
"Ternyata yang di tunggu datang juga haha". Ucap Adelard
__ADS_1
"Kalian menungguku?". Balas Prianka
"Tidak, Romi yang menunggumu haha". Sahut Neel
"Apa yang kau katakan Neel". Jawab Romi tersenyum
"Kau terlihat murung Romi, ada apa?". Ucap Prianka yang melihat Romi murung
"Dia memikirkan Bryan yang kembali ke kampus ini". Jawab Adelard. Sementara Romi hanya terdiam
"Apa?, Bryan Sezkinlar?". Ucap Prianka terkejut
"Ya". Balas Neel sambil menatap lekat Romi yang murung
FLASHBACK ON :
"Romi kau mau pesan apa?". Tanya Neel yang baru saja menapakkan kakinya di kantin
"Apa saja". Jawab Romi
"Bukankah ini kejutan tuan Alshar?". Ucap seorang pria yang mengejutkan tiga sejoli itu. Ia tak lain adalah Bryan Sezkinlar, pria yang selalu bermasalah dengan Romi di masa lalu. Ia adalah kakak dari Dio. Tentu musuh adik nya adalah musuh kakaknya juga.
Sontak Romi yang merasa terpanggil namanya oleh musuh nya itu langsung menatap intens ke arah sumber suara
"Untuk apa kau datang kesini?". Jawab Romi penuh penekanan
"Kau yang membuat adikku di keluarkan dari kampus ini kan?, kau akan merasakan apa yang adikku rasakan". Balas Bryan sambil tersenyum menyeringai
"Itu semua adalah kesalahan adikmu. Dia pantas mendapatkan hal itu. Lagipula masalah nya sudah selesai, untuk apa kau mengungkit nya lagi?". Sahut Adelard membela Romi
"Apa yang kau inginkan Bryan?". Ucap Romi penuh penekanan
"Membalasmu". Jawab Bryan sambil berlalu pergi. Ini membuat Romi benar benar naik darah. Entah apa yang akan di lakukan Bryan.
"Sabarlah Rom". Ucap Neel menepis pundak Romi untuk menenangkan nya
__ADS_1
FLASHBACK OFF