
"Aditya, ayo... ". Ucap Felix yang kini sudah sampai di parkiran motor rumah sakit itu. Ia di temani Aditya untuk datang. Dengan segera ia langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke rumah sakit itu
"Iya kak". Jawab Aditya tergesa gesa untuk masuk
"Apa disini ada pasien bernama Romi? Pria yang mengalami kecelakaan hari ini". Ucap Felix yang langsung menghampiri resepsionis
"Tunggu, biar saya lihat tuan... ". Jawab resepsionis sambil membuka buku catatan
"kak tenanglah". Ucap Aditya menepis pundak Felix yang benar benar khawatir
"Maaf tuan, tetapi hari ini tidak ada catatan kecelakaan atas nama Romi". Jawab resepsionis
"Apa? Jadi.... Ah aku tahu, coba kau lihat catatan terakhir pasien kecelakaan. Pasti ada bukan?". Ucap Felix bingung dengan segala rada cemasnya
"Ada tuan, atas nama Nyonya Berliani Ayu". Jawab resepsionis tersebut
Degg,, tiba tiba jantung Felix berdebar lebih kencang dari sebelumnya. Ia tidak percaya bahwa korban kecelakaan itu adalah wanita yang di cintainya
"Berli? Bagaimana mungkin?". Ucap Felix tak percaya. Ia menepikan tubuhnya di bangku koridor
"Kak tenanglah... ". Ucap Aditya sambil memapah Felix untuk duduk di kursi
"Apa benar benar Berli? Aku bisa hancur jika dia meninggalkan aku.. ". Ucap Felix sambil mengusap kasar wajahnya
"Kak, tenanglah.. Kita akan memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Ayo... Kita harus melihatnya". Ucap Aditya memberikan kekuatan kepada Felix
"Kau benar". Ucap Felix sambil berlari kencang di koridor itu untuk mendatangi ruang perawatan
Sesampainya ia di ruang penanganan darurat, Felix sama sekali tidak menemukan siapapun di koridor
"Aditya? Apa ini sungguhan?". Ucap Felix menatap tak percaya ruangan itu. Dalam pikirannya adalah Berli yang mengalami kecelakaan itu
__ADS_1
"Kak, ini belum tentu.. Jika kak Berli yang mengalami kecelakaan ini, maka kenapa kendaraan itu milik adik kakak?". Jawab Aditya berusaha menenangkan
"Aku tidak mengerti dengan semua ini Aditya". Ucap Felix penuh pemikiran
"Pindahkan wanita itu ke ruang operasi, kita harus segera menanganinya. Keadaannya benar benar kritis... ". Ucap sang dokter yang melintas di hadapan Felix, tentu hal itu membuat kekhawatiran Felix semakin menjadi
"Aditya, apa mereka sedang membicarakan Berli? Aku harus melihatnya". Ucap Felix sambil berlari menghampiri ruangan berisi korban wanita itu
"Kak.... Tunggu...". Ucap Aditya yang berusaha mengejar Felix
"Suster, siapa wanita ini?". Ucap Felix penuh kekhawatiran sambil mengekori suster yang menghalangi penglihatannya untuk melihat korban itu
"Mohon bersabar pak, kami akan segera menanganinya.. ". Ucap suster sambil terus mendorong kasur pasien itu dengan terburu buru
"Apa dia adalah Berli?". Ucap Felix yang pikirannya benar benar kalut. Ia sama sekali tidak bisa berfikir tentang kebenarnya
"Kak, ayo.. Tenanglah, itu belum tentu terjadi... Kak Berli pasti baik baik saja". Ucap Aditya menenangkan
"Kak, sekarang bukan waktunya untuk itu... Kakak harus berfikir jernih, ayolah kak, kakak pasti bisa". Ucap Aditya memberi semangat
'Aku akan benar benar menyesal jika memang kau korban kecelakaan itu Berli'. Batin Felix sambil mengingat masa masa yang ia lalui dengan Berli
"Felix.... ". Teriak seorang wanita di arah koridor. Dengan segera Felix dan Aditya langsung menoleh dan menghampiri sumber suara
"Berli kau?". Ucap Felix yang mendekat dan langsung memeluk erat Berli
"Kau ada disini?". Tanya Felix yang masih tidak percaya. Berlu benar benar bingung dengan sikap Felix yang tiba tiba saja memeluknya. Ia langsung terbayang akan kedekatan Felix dengan Jovanka tadi pagi padahal ia sangat ingin memeluk Felix kembali
"Iya, aku disini... Ada apa?". Tanya Berli yang seketika melepaskan pelukan Felix
"Aku pikir kau.... Korban kecelakaan itu". Jawab Felix
__ADS_1
"Kak, syukurlah kakak baik baik saja". Sahut Aditya sambil tersenyum
"Aku baik baik saja. Aku hanya menolong seorang pria yang kecelakaan. Kenapa kalian menduga bahwa aku korban kecelakaan itu?". Tanya Berli heran
"Kami menanyakan nya ke tempat resepsionis. Disana tertulis namamu, kami pikir itu.. ". Jawab Felix yang kini kecemasan nya memudar
"Aku membawa seorang pria korban kecelakaan kesini. Aku sama sekali tidak mengenalnya, jadi aku mendaftarkan namaku untuk mendaftar". Jawab Berli
"Pria? Apa itu benar benar Romi?". Gumam Felix yang kembali khawatir
"Bagaimana perawakan pria itu?". Tambah Felix penuh pertanyaa kepada Berli
"Dia tinggi, badan nya gagah, kulitnya putih, dan..". Jawab Berli yang belum sempat menyelsaikan jawabannya namun Felix sudah pergi ke depan ruangan yang tadi ia datangi pertama kali
"Aditya, ada apa ini?". Tanya Berli heran
"Tadi kak Felix bilang, mungkin adiknya yang mengalami kecelakaan. Mungkin itu sebabnya, ayo kak.. ". Jawab Aditya sambil bergegas menghampiri Felix, dan disusul oleh Berli
"Ya ampun.. ". Ucap Berli kembali cemas
.
.
.
guys mohon maaf banget hari ini aku update 1 episode aja) : . aku sibuk urusin kerja huhu
tapi tenang, Berli dan Felix akan tetap di lanjut sampe tamat, dan tentunya dengan kisah yang lebih seru, inspiratif, dan tentunya menghibur 🤗
Stay tune terus ya shayyy 🖤🖤🤗
__ADS_1