DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 191 - Egois


__ADS_3

"Kenapa Felix melakukan itu?. Siapa wanita itu?". Gumam Berli sambil menahan tangisnya. Ia kini berada di dalam kamar mandi wanita. Ia tidak ingin orang lain melihatnya dalam keadaan seperti itu.


"Sudahlah, dasar payah. Kau menangis hanya karena hal sepele". Berli menyeka air matanya yang berhasil lolos. Ia berusaha menenangkan dirinya. "Padahal aku sama sekali tidak tahu siapa wanita itu. Kenapa aku harus marah? Bisa saja itu keluarga Felix. Tetapi, apa harus seperti itu?". Berli merasa hancur dan kecewa.


......................


"Kenapa harus seperti ini. Apa cintaku salah?". Lathesia menangis sejadi jadinya sambil memukul kemudi mobilnya. Ia merasa kecewa atas perlakuan Felix yang tak menerimanya. Entah mengapa, kali ini ia begitu egois untuk memilikinya kembali.


"Apa aku harus berputus asa kembali?. Tidak. Aku akan terus berusaha. Kali ini, aku akan bangkit dan merubah diriku. Jika dulu aku mudah berputus asa, maka sekarang aku akan menjadi yang paling berambisi. Ya. Aku akan melalukan itu demi kembali bersama Felix".


Entah apa yang membuat Lathesia merubah pendiriannya. Semula, ia berpasrah untuk kemungkinan buruk. Namun kali ini, ia benar benar menjadi egois.

__ADS_1


......................


"Kemana Berli pergi?. Ia pasti sangat terluka saat melihat kejadian tadi. Agghh, semua ini gara gara wanita itu". Felix mengacak kasar rambutnya. Ia benar benar merasa kesal atas apa yang Lathesia lakukan. Dan ia begitu mencemaskan Berli yang mungkin saja salah faham pada dirinya


"Kak Felix, sedang apa disini?". Tiba tiba seorang pria menepis pundak Felix dari belakang


"Aditya. Apa kau bertemu dengan Berli?. Aku sedang mencarinya". Ucap Felix penuh cemas


"Berli salah faham kepadaku. Mungkin saja saat ini ia sedang merasa hancur karena aku". Jawab Felix dengan nada penuh penyesalan


"Kakak tenang saja, aku akan membantu mencarinya. Kak Berli pasti baik baik saja. Ia hanya butuh waktu". Ucap Aditya berusaha menenangkan Felix

__ADS_1


"Terimakasih banyak Aditya. Begini, sebenarnya aku tengah terburu-buru. Aku ada urusan yang sangat penting, aku harus pulang. Bisakah kau bicara kepada Berli jika kau bertemu dengan nya nanti?. Katakan padanya, aku akan menemuinya nanti malam. Dan katakan padanya aku ada urusan penting. Bisakah kau melakukan itu untukku?". Pinta Felix dengan pikiran nya yang benar benar kalut


"Baiklah Kak, aku akan mengatasinya. Sekarang Kakak pergilah, aku akan mengurus ini". Ucap Aditya penuh pengertian


"Kau memang terbaik. Ya sudah, aku pamit. Sampai nanti". Felix menepis pundak Aditya dan berlalu begitu saja.


"Maafkan aku Berli, aku harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu. Sebelum Romi pulang, aku harus menyelesaikan semua ini dengan mama. Aku tidak tahu mengapa mama bisa mengatakan putra satu-satunya, siapa aku dan Romi sebenarnya?. Dan aku harus mengetahui semua ini hari ini juga. Maafkan aku Berli, aku tidak bermaksud untuk mengabaikanmu". Felix membatin


Felix pergi dengan beribu pertanyaan dan gundah di hatinya. Hari ini masalah datang bertubi-tubi. Sehingga ia berniat untuk menyelesaikannya satu per satu. Banyak kemungkinan yang menyebabkan Ibunya berkata demikian di dalam rekaman itu. Entahlah, saat ini ia hanya ingin mencerca Ibunya dengan beribu pertanyaan.


"Aku harus membantu menyelesaikan masalah mereka. Mereka tidak boleh seperti ini. Semua akan baik baik saja". Gumam Aditya yang bertekad untuk membantu menyelesaikan masalah Felix.

__ADS_1


__ADS_2