DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 59 - Mati Rasa


__ADS_3

"Kau selalu saja seperti ini!". Ucap Berli yang kini sudah berada di atas motor Felix menuju rumah nya


"Apa?". Tanya Felix singkat


"Kau selalu membawaku begitu saja saat aku masih berbicara dengan seseorang". Jawab Berli mengerucutkan bibirnya


"Karena kau berbicara dengan singa itu". Jawab Felix terkekeh


"Tapi saat aku bicara dengan Pak David pun kau seperti itu. Itu tidak sopan kau tahu?". Ucap Berli kesal


"Ohh, karena dia kutu". Jawab Felix menahan tawa


"Apa yang kau katakan sebenarnya haha". Ucap Berli terkekeh


......................


"Aditya, kau sudah siap?". Tanya David yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya. Sesuai perkataan nya tadi, ia akan ke rumah Bu Inez sekarang


"Sudah pak, ayo". Jawab Aditya sigap


Brugg,,, tiba tiba map yang Aditya pegang terjatuh begitu saja


"Kau kenapa Aditya?". Ucap David dan langsung mendekat ke arah Aditya untuk mengambil map yang ia jatuhkan


"Maafkan aku pak, tangan kanan ku terasa tidak ada tenaga dan mati rasa. Ini penyakit ku sejak kecil". Jawab Aditya sambil memijit kecil tangan kanan nya


"Apa kau baik baik saja?. Jika kau merasa tidak baik, kau pulang saja. Biar aku ke rumah Bu Inez sendiri saja". Ucap David mengkhawatirkan Aditya


"Tidak pak, ini tidak berlangsung lama. Aku akan tetap ikut pak, bagaimanapun ini pekerjaan ku, aku harus bertanggung jawab". Jawab Aditya


"Baik, jika kau merasa tidak enak kau tinggal mengatakan nya padaku, aku tidak akan memaksamu". Ucap David dan di balas anggukan ramah Aditya


......................


"Tan, sepertinya kami harus pulang". Pamit Neel dan Adelard. Entah sudah berapa jam mereka ada di kediaman Bu Inez, sementara Jovanka masih setia menemani Bu Inez


"Apa kalian tidak ingin menunggu Romi pulang?. Tapi kenapa Romi lama sekali ya". Jawab Bu Inez mengarahkan pandangan nya ambang pintu


"Sepertinya mereka masih menikmati kerinduan yang sudah lama terpendam hahaha". Jawab Neel terkekeh


"Iya yaa, ya sudah anak anak ku yang tampan, hati hati ya.... Terimakasih sudah berkunjung". Ucap Bu Inez membalas uluran tangan mereka untuk salam

__ADS_1


"Kenapa berterimakasih?, kami kan anakmu juga...Ya sudah, semoga tante segera pulih ya". Jawab Adelard


"Tentu sayang". Ucap Bu Inez


"Kak Jovanka, kami pamit". Ucap Neel ke arah Jovanka


"Ah iya, hati hati ya". Jawab Jovanka ramah


Mereka berdua pun akhirnya bergegas pergi


......................


"Terimakasih sudah mengantarku". Ucap Berli yang kini sudah sampai di rumah nya


"Ya, jaga dirimu baik baik". Ucap Felix dan bersiap untuk pergi


"Memang nya kenapa?". Jawab Berli tersenyum. Ia heran kenapa tiba tiba Felix perhatian padanya


"Tidak ada, sudahlah... Assalamualaikum". Jawab Felix dan langsung berlalu pergi


"Waalaikumsalam, hati hati". Teriak Berli dan tentu di dengar oleh Felix. Felix tersenyum di balik helm nya


......................


"Baiklah, ini rumah mu?". Jawab Romi mengedarkan pandangan nya


"Iya, kau mau masuk?". Tanya Prianka ramah


"Tidak, ibuku pasti menunggu karena aku sudah terlalu lama. Aku akan pulang, sampai nanti". Jawab Romi


"Baiklah, hati hati Romi". Ucap Prianka tersenyum


"Assalamualaikum". Ucap Romi tersenyum bahagia


"Waalaikumsalam". Jawab Prianka yang hatinya berbunga bunga


......................


"Jadi ini kediaman Bu Inez pak?". Tanya Aditya yang terkejut dengan rumah mewah di depan nya. Mereka memang sudah sampai di rumah besar itu


"Tentu saja, Bu Inez dan almarhum suami nya adalah pengusaha yang hebat. Aku benar benar kagum kepada mereka". Jawab David menjelaskan

__ADS_1


"Benar sekali". Jawab Aditya mengedarkan pandangan nya


"Ya sudah, ayo". Ucap David mengajak Aditya masuk


Deggg,,,,,, betapa terkejutnya saat mata Felix menangkap sosok yang menjadi saingan nya itu sedang berada di depan rumah nya. Ya, Felix memang sudah sampai, setelah David sampai di rumah nya


'Untuk apa dia ke rumah ku, hah ada ada saja, bahkan aku harus menyelinap masuk ke rumah ku sendiri'. Batin Felix


"Assalamualaikum". Ucap David menekan bel


"Waalaikumsalam, cari siapa den?". Ucap Bi Esin yang membukakan pintu


"Saya David pekerja Bu Inez. Apa ibu ada?". Jawab David


"Itu...... Tuan?". Bi Esin bingung saat melihat Felix mengendap ngendap di belakang David.


Ia hendak memanggilnya, namun dengan sigap Felix menghentikan perkataan Bi Esin dengan menutup mulutnya menggunakan jarinya sebagai isyarat. Felix pun berhasil masuk lewat pintu belakang


"Kenapa bi?". Tanya David yang heran dengan kelakuan Bi Esin


"I... Itu... Ibu ada, mari silahkan masuk". Jawab Bi Esin gugup. Ia masih bingung dengan Felix


"Apa kau bisa memanggilkan Bu Inez?". Tanya David yang kini sudah duduk di sofa, namun Bu Inez tak kunjung datang


"Ah iya tuan, tapi nyonya sedang sakit.... Saya kira tuan ingin menjenguknya". Jawab Bi Esin


"Tapi kenapa?". Jawab David terkejut


"Jika tuan mau, tuan bisa ke atas untuk melihat keadaan nya... Saya akan membuat minuman untuk kalian". Jawab Bi Esin yang pikiran nya masih bingung dengan sikap Felix


"Baiklah". Jawab David sambil bergegas pergi menemui Bu Inez, tak lepas dari Aditya di belakangnya


"Siapa bi?". Ucap seseorang yang baru datang di ambang pintu, saat melihat kedua pria yang hendak menaiki tangga


"Aku adalah asisten Bu Inez, aku kesini untuk melihat keadaan nya. Apa tuan putranya?". Jawab David yang langkahnya terhenti dan langsung menghampiri Romi


"Oh begitu, naik saja.... Perkenalkan, namaku Romi, aku putra kedua Bu Inez". Ucap Romi ramah dan mengulurkan tangan nya untuk berkenalan


"Oh iya, aku David.. Senang bertemu denganmu". Jawab David.


Hal yang sama di lakukan oleh Romi kepada Aditya. Ia memperkenalkan diri dengan sangat ramah. Sementara Felix sedari tadi hanya mengintip di balik jendela. Ia tidak ingin identitas nya di ketahui David

__ADS_1


__ADS_2