DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 15 - Siapa Pengancam Itu?


__ADS_3

"aku sama sekali tidak habis pikir rom, siapa sebenarnya pengancam misterius itu, apa yang mereka inginkan?". Tanya Neel Kautsar Fataq kepada sahabat nya, Romi Fiswanata Alshar.


Saat ini tiga serangkai itu memang tengah berada di sebuah cafe yang tak begitu ramai pengunjung. Tempat itu sudah menjadi tempat andalan tiga sejoli itu melepas bosan atau hanya sekedar menongkrong. Hari ini memang hari libur, tiga serangkai itu memutuskan untuk hanya sekedar nongkrong di cafe itu, sebelum kembali bergelut dengan tugas tugas kuliahnya besok.


"aku juga tidak tahu siapa sebenarnya orang itu. mungkin jika aku tahu,aku sudah menghajar nya sekarang juga". Jawab Romi


"apa kamu punya musuh yang kita tidak tahu rom?". Sahut Adelard yang tengah duduk di samping Romi sambil meneguk kopi miliknya.


"dulu saat baru baru masuk kuliah aku memang sering berkelahi dengan dio. tapi itu kan dulu,untuk apa sekarang dia kembali mengancamku? setelah masalah ku dengan dio selesai, aku tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun lagi". Ujar Romi kepada Adelard.


Romi memang tak lepas memikirkan masalah ini. Ia benar benar takut ancaman itu benar adanya. Ia sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada ibu dan kakak nya. Meskipun kadang keras kepala, Romi sangat menyayangi ibu dan kakak nya itu.


"apa dio patut kita curigai?". Tanya Fataq menatap lekat Romi


"aku rasa dio memang masih memiliki dendam kepadamu rom, itu tidak menutup kemungkinan". Ucap Adelard yang membuat pikiran Romi tertuju pada dio.


"mungkin saja, tapi untuk apa? saat itu juga aku sudah menyelesaikan masalah itu tuntas sampai akar nya". Jawab Romi yang pikirannya masih tertuju pada sosok Dio.


"tapi....aku rasa bukan dio, mungkin jika dia mau,dia bisa lakukan nya sejak dulu, kenapa harus berlarut sampai sekarang? bahkan orangnya saja sudah tidak tinggal di sini" . Ucap Fataq yang berusaha berpikir logis, karena Dio memang sudah pindah ke luar kota.

__ADS_1


"siapapun dia, jika aku menemukan orang itu, aku tidak akan mengampuni nya.". Jawab Romi sambil mengepalkan tangannya. Tersirat perasaan kesal di wajah tampan nya.


"kita berdua akan selalu ada bersamamu rom, jangan segan untuk meminta bantuan". Ucap Adelard sambil menepuk pundak Romi. Adelard dan Fataq memang sahabat Romi yang paling Romi percaya. Mereka selalu ada di saat Romi tengah menghadapi masalah.


..........


"apa langkah kita selanjutnya kak? aku sungguh sangat muak berpura pura. aku sudah sangat tidak sabar untuk menghapus mereka dari muka bumi ini. aku sungguh membenci saat melihat mereka bahagia menikmati hidup nya". Ucap seorang insan yang di hati dan pikirannya di penuhi kebencian. Ia kini tengah berbicara dengan seseorang di seberang telepon yang tak lain adalah kakak kembarnya.


kakak beradik itu memang kembar meskipun wajah nya tak terlihat mirip, bahkan jauh berbeda. Namun, mereka berdua bersama untuk membalaskan dendam nya pada sebuah keluarga


"sabar, kita akan segera menghapus mereka dari muka bumi ini. untuk sekarang, biarkan mereka bebas tersenyum bahagia, kita akan menghancurkan nya perlahan. mendekatkan mereka kepada kematian dengan sangat pelan, agar mereka merasakan bagaimana sakit nya kematian hahaha". Jawab seseorang di seberang telepon, yang tak lain adalah sang kakak.


....


"tan....aku bener bener cape deh, kita makan dulu ya". Ajak Jovanka kepada Bu Inez. Sekarang mereka memang sedang berada di sebuah Mall yang tak begitu jauh dengan tempatnya tinggal. Mereka memang pergi ke Mall untuk melepas rasa kesal di hati mereka karena usaha mereka menguntit Felix sia sia. Yaa..setelah mereka tersesat di perkampungan itu, Bu Inez berusaha mengembalikan mood calon menantu nya itu dengan mengajak nya berbelanja di sebuah Mall


"yaudah sayang ayo". Jawab Bu Inez sambil tersenyum merangkul pinggang Jovanka. Tujuan mereka sekarang adalah pergi ke sebuah resto yang berada di dalam Mall.


"sayang lihat....apa perhiasan ini cocok di mama?barusan mama beli banyak". Tanya Bu Inez kepada Jovan yang tengah duduk di hadapannya. Mereka memang tengah berada di sebuah resto yang cukup mewah, tentu sedang menunggu pesanan nya datang. Di samping itu, Bu Inez sibuk memperlihatkan perhiasan yang baru di beli nya kepada Jovanka.

__ADS_1


"iyaaa itu bagus tante". Ucap Jovan memuji. Namun hati nya benar benar risih melihat perlakuan Bu Inez yang membuat Jovan lelah. Bagaimana tidak, sejak tadi Jovan berkeliling keliling di dalam Mall menemani Bu Inez belanja. Bu Inez yang begitu asyik belanja, sampai sampai tidak memberikan kesempatan Jovan untuk memilih milih barang yang ia inginkan. Bu Inez terlalu bahagia sampai sampai Jovan kesal di buat nya.


POV JOVANKA :


Aku benar benar kesal di buat nya hari ini. Bagaimana tidak, wanita tua ini benar benar membuatku sesak dengan tingkahnya. Aku sudah dandan cantik dan anggun dengan mengenakan gaun pendek milikku, lalu datang ke rumah nya. Namun disana, apa yang terjadi? aku malah di abaikan begitu saja oleh anak nya itu. Iyaa aku mengakui Felix memang tampan, tapi untuk apa tampan, jika wanita secantik ku saja di abaikan nya. Awalnya aku memang menyukai Felix saat pertama kali aku melihat foto yang terpajang di dinding kamar nya. Namun saat mengetahui sikap nya padaku, cihh.. aku benar benar jijik di buatnya.


Hari itu aku memang setia menunggu nya pulang di rumah nya. Ibu nya mempersilahkan ku melihat lihat kamar miliknya. Selera nya bagus juga, desain kamar nya yang sederhana namun terkesan mewah itu membuat ku berpikir bahwa Felix adalah laki laki yang ramah tamah, lemah lembut dan pria yang memiliki kriteria pria idaman.


Sampai saat ia pulang dan menemuiku, aku langsung bersemangat saat dirinya sudah berdiri di ambang pintu. Aku mengulurkan tangan ku dengan maksud memperkenalkan diri. Namun apa respon nya? hah menjijikan. Ia bersikap acuh padaku, melirik ku saja bahkan tidak sama sekali. Aku yang sudah terbiasa di kejar pria tampan bahkan melebihi Felix benar benar menggerutuki nya di dalam hati "so ganteng" kata ku dalam hati. Detik itu juga perasaan ku yang menyukai nya tadi justru hilang entah kemana. Perasaan suka itu seketika saja hilang dalam hitungan detik. Tapi aku tidak akan menyerah sebelum tujuan ku tercapai. Aku tetap bersikap lembut dan sabar seolah aku benar benar menginginkan Felix. Padahal di luar sana...hahaha aku bahkan memiliki kekasih yang bisa memenuhi kebutuhan ku. Dan sekarang aku di hadapkan dengan wanita tua ini? sungguh, wanita ini sama menyebalkannya seperti anak nya. Ibu dan anak sama saja. Jika saja aku tidak memiliki tujuan tertentu, aku sudah mengakhiri drama ini sekarang juga dan pergi meninggalkan si tua bangka ini. Apalagi saat mengingat kejadian di perkampungan tadi. Aku benar benar di buat bodoh oleh keinginan wanita tua ini. Sampai sampai blusukan ke tempat kumuh menjijikan itu, hahh hari ini aku benar benar geram dengan mereka.


VISUAL JOVANKA ALLETA



nahhh lohh inilah Jovanka Alleta versi author,cantik bukan?


Jadi apa sebenarnya tujuan Jovanka mendekati Felix?apakah ini adalah sebuah titik terang untuk mengetahui siapa si pengancam misterius itu?wahhh musti di cari tau ini mah 🤔🤔🤔


SIMAK TERUS YOKKK 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2