DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 13 - Jalan Jalan


__ADS_3

Pagi ini terlihat sangat cerah, langit seolah mendukung kegiatan setiap insan yang ada di bumi. Langit yang cerah, udara yang segar memang tak lepas dari rasa bahagia yang menyelimuti hati seorang gadis cantik bernama Berliani.


"huaaa akhirnya bisa istirahat juga,siangan aja deh jalan bareng Laura". Ucap Berli sambil menggeliat, hatinya sangat bahagia karena ini adalah hari libur ia bekerja.


'drttttttt'


Suara getar handphone Berli berbunyi, tanda nya ada panggilan yang masuk


"assalamualaikum laaaaa". Sapa Berli kepada teman nya di sebrang telepon yang tak lain adalah Laura Ayuni


"waalaikumsallam". Jawab Laura


"jadi ga nihh kita jalan? ". Tambah Laura


"meluncurrrrr... tapi agak siangan yaa, sekarang aku masih ada kerjaan rumah nih". Jawab Berli


"ya sudah setengah jam sebelum pergi, aku jemput kamu yaa.. jangan lama lama luu awas,tak jitakin kalo lama". Gurau Laura


"iyaa iyaa". Ucap Berli


Toktoktok..


Suara ketukan pintu,tanda ada yang datang.


"siapa pagi pagi gini bertamu". Tanya Berli pelan


"ah laa nanti ku telpon balik ya, kaya nya ada yang datang, dadahhh... Sampai nanti". Ucap Berli bergegas membuka pintu


"waalaikumsallam". Jawab Laura di sebrang telepon


Deggg,,,


Kedua mata itu saling bertemu, tamu pagi pagi yang mengetuk pintu tak lain adalah Felix. Berli merasa masih di alam mimpi pagi pagi buta ia melihat sosok yang ia pikirkan semalam


"es batu?mau apa kesini?". Dengan refleks kata kata itu keluar begitu saja dari mulut Berli. Felix pun terkekeh mendengarnya


"aku mau bertamu, tidak boleh? ". Jawab Felix dingin


"bukan, maksud ku ini kan masih pagi. pagi pagi buta begini mau ngapain? ". Tanya Berli heran


"apa aku tidak akan di suruh duduk?". Tanya Felix


" ya sudah duduk lah" Berli mempersilahkan Felix duduk karena bahkan Berli pun masih acak acakan dengan rambutnya yang baru saja terbangun dari tidurnya. Berli bergegas untuk mandi. Namun sebelumnya, Berli menyuguhkan secangkir teh dan setoples camilan untuk Felix

__ADS_1


"lama sekali, apa mandi nya di kutub utara?". Tanya Felix saat melihat Berli baru kembali menghadap nya di teras


"lagi pula ada apa pagi pagi datang, aku kan banyak kerjaan, jadi harus mandi duluan deh". Jawab Berli sambil memanyunkan bibirnya


"mau mengusirku? ". Tanya Felix sambil melahap camilan yang ada di hadapannya dengan dingin nya


"bukan begitu....ah ya sudah aku mau masak sarapan, tunggu disini". Jawab Berli sambil kembali masuk ke dalam rumah. Sasaran utamanya adalah dapur, karena ia ingin memasak nasi goreng untuk sarapan.


"Baaaaaa"


Betapa kaget nya saat Berli hendak membalikan tubuhnya. Di belakang nya sudah berdiri seorang pria yang membuatnya kaget sambil melotot


"astagfirullahaladzim". Ucap Berli refleks


"hahahah dasar penakut". Ucap Felix sambil mengambil pisau dan mulai mengiris bawang


"memang nya bisa? Awas ntar nangis". Ledek Berli sambil terkekeh


"tentu". Jawab Felix singkat


"hahaha tuh nangis tuhh". Ledek Berli saat melihat Felix mengeluarkan air mata akibat memotong bawang


"sini biar aku saja, tunggu saja di depan". Tambah Berli sambil menahan tawa


"ya sudah terserah". Jawab Berli sambil mengiris bawang


Aroma khas nasi goreng mulai menyeruak di hidung mereka berdua, tanda nya nasi goreng sudah siap. Setelah selesai memasak mereka pun membawa masakan nya ke ruang tengah untuk di makan bersama, mereka duduk berjauhan satu sama lain


"jadi kamu kesini cuma minta sarapan gitu? ". Tanya Berli yang tengah menuangkan nasi pada piringnya


"ya". Jawab Felix singkat


"apa di rumah mu tidak ada nasi? huh ada ada saja". Ketus Berli yang wajah nya memerah, karna dari tadi Felix menatap nya tajam


"mungkin". Jawab Felix singkat


"ya sudah makan saja, jangan memandangku seperti itu". Ucap Berli menaikan nada bicaranya


"nasi goreng nya terlalu manis, aku menatap mu agar ada sedikit rasa asin, wajahmu kan kecut". Ledek Felix


Sementara Berli hanya terdiam mencerna perkataan Felix mana mungkin nasi goreng nya manis? ah tidak masuk akal. Hal itu tak lepas dari tatapan intens mata indah Felix.


.....

__ADS_1


Di sebuah ruangan yang cukup besar, kakak beradik tengah berbincang mengenai apa yang akan mereka lakukan.


"selanjutnya apa rencana kita kak? kita sudah melangkah sejauh ini"


"awasi mereka, jangan sampai kehilangan jejak, dekati terus. jika waktunya tiba kita akan kembali mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kita".


Kedua kakak beradik itu tengah membicarakan topik serius yang akan mereka lakukan. Mereka sudah sangat berusaha dengan keras untuk mencapai posisi nya sekarang. Mereka tidak peduli lagi kepada orang yang ada di sekitarnya. Pikiran dan hati mereka sudah di penuhi rasa dendam dan kebencian yang amat mendalam.


.....


"tan.. serius ini kita kesini?". Dengan perasaan kesal dan risih seorang wanita yang tak lain adalah Jovanka. Kini tengah berada di sebuah perkampungan yang terbilang kumuh bersama Bu Inez.


Ya, sejak tadi mereka berusaha menguntit kemana Felix pergi pagi ini. Hingga sampai lah di suatu kampung, mereka kehilangan jejak Felix dan terpaksa turun dari mobil mewah milik nya untuk mencari keberadaan Felix. Sampai ia masuk ke perkampungan yang terbilang kumuh dan yaa, jelas berbeda dengan lingkungan tempat tinggal nya.


FLASHBACK ON⏱️


"sayang, mau kemana pagi pagi begini,lihat siapa yang datang?". Sapa Bu Inez pagi itu yang melihat Felix sudah rapi dan hendak keluar. Namun ternyata Jovanka sudah lebih dulu berada di rumah Felix


"cari angin". Jawab Felix singkat


"sayang, ayo lah. Jovan sudah menunggu dari tadi". Ucap Bu Inez


"aku pamit ma.. Assalamualaikum". Felix berlalu pergi begitu saja tanpa sedikitpun menghiraukan perkataan Bu Inez dan keberadaan Jovan.


Kini Jovan benar benar sudah sangat kesal dengan perlakuan Felix yang acuh padanya. Namun ia tidak akan menyerah sebelum tujuan nya tercapai.


"padahal di luar sana banyak yang mengejarku, disini aku malah harus mengejar pria menyebalkan ini. payah". Gerutu Jovan dalam hati


"Jo cantik, maaf ya atas sikap felix, mama yakin suatu saat dia akan luluh sama kamu". Ucap Bu Inez menenangkan Jovan sambil mengusap lengan mulus nya.


"ah santai saja tante, jo sangat mengerti keadaan felix, jo akan tetap sabar". Balas Jovan tersenyum. Namun lain di hati nya, ia benar benar kesal dengan sikap Felix, ingin rasanya menggantung nya di tiang listrik


"tante jadi penasaran, kemana pergi nya felix sepagi ini. apa mungkin lebih baik kita ikuti kemana dia pergi?". Ucap Bu Inez yang begitu penasaran kemana pergi nya putra sulung nya sepagi ini. penuturan nya pun tak kalah mengejutkan Jovanka yang tengah meredam amarah nya sendiri.


"tapi felix pergi pake motor tante, apa mungkin kita bisa menyusulnya? ". Tanya Jo kepada Bu Inez. Sebenarnya ia sangat malas untuk menguntit si pria cuek itu. Karena sebenarnya Jo sama sekali tidak menyukai Felix. ia datang mendekati Felix hanya untuk tujuan tertentu.


"bisa saja kalau kita bergerak cepat, ayo sekarang kita pergi". Ajak Bu Inez sambil menarik lengan Jovanka yang masih diam mematung. Mereka bergegas untuk pergi mengikuti kemana perginya Felix.


Saat mereka tengah melajukan mobil dengan kecepatan lumayan cepat, Felix yang kini sedang berkonsentrasi dengan kuda besi nya itu, tanpa sengaja melihat keberadaan mobil Bu Inez yang ada di belakang nya saat ia melihat ke kaca spion. Tanpa menunggu lama, Felix membawa motor nya ke arah jalan yang salah, ia hanya ingin mengelabui ibu nya agar ia tidak tahu kemana anak nya pergi. Setelah mobil mewah itu tidak terlihat lagi, Felix yang kini bersembunyi dengan motor nya di gang yang cukup kecil, kembali melajukan kendaraan nya ke arah rumah Berli. Tentu bukan jalan yang Bu Inez lalui tadi.


FLASHBACK OFF ⏱️


Felix sungguh, kamu berdosa bangett!!! 😅

__ADS_1


Siapa sebenarnya Jovanka ini?🤔🤔apa ada hubungannya dengan ancaman itu?musti di cari tau nih guyss, stay tune yaakk 🤗🤗


__ADS_2