
"Rio.. ". Ucap Lathesia memanggil adik laki lakinya
"Ada apa kak?". Jawab Adelard sambil menghampiri Lathesia. Adelard memang sudah berada di rumahnya
"Rio.. Bagaimana dengan Felix?. Maksudku.. Kau sudah bicara dengan nya kan? Apa jawaban nya?". Tanya Lathesia ragu. Ia memang baru sempat menanyakan masalah itu. Padahal hal itu sudah Adelard lakukan dari jauh jauh hari
"Kak Felix memaafkan kakak. Ia bilang kakak tidak usah memikirkan masalalu lagi. Percayalah kak, semua akan baik baik saja. Oke?". Jawab Adelard penuh senyuman
Baru saja Adelard hendak melenggangkan kakinya untuk pergi ke kamar, namun perkataan Lathesia lagi lagi menahannya
"Apa masih ada harapan untuk Felix kembali kepadaku?". Ucap Lathesia penuh ragu dan putus asa. Kini ia kembali menaruh harapan kepada Felix
Seketika Adelard kembali mengingat perkataan Felix yang seolah tidak ingin berurusan dengan Lathesia sama sekali. Namun ia sadar, jika ia mengatakan semuanya dengan jujur, itu pasti akan menyakiti perasan kakak perempuan nya.
"Apa kakak mengharapkan itu semua?". Tanya Adelard membalikan badan nya
__ADS_1
"Aku memang cukup tidak tahu diri untuk mengharapkan itu semua. Aku tahu aku tidak pantas. Entah mengapa aku bisa seperti ini. Sudahlah.. Lupakan. Anggap aku tidak pernah menanyakan hal ini". Ucap Lathesia putus asa. Ia mengatakan itu dengan senyuman penuh luka da berlalu pergi
'Andai kakak tahu, sebelum datang nya hari ini. Sebelum kakak mengungkapkan harapan kakak, aku sudah lebih dulu menanyakan semua ini pada Kak Felix. Aku ingin sekali melihatmu bahagia dengan Kak Felix. Tetapi aku tidak bisa memaksanya untuk menerimamu kembali. Karena kau yang memulai semuanya kak'. Batin Adelard menatap iba punggung kakaknya yang berlalu pergi
......................
"Terimakasih banyak tuan.. Semoga Allah membalas semua budi baik tuan". Ucap Berli yang sangat sangat berterimakasih kepada pria yang sudah menolong dan mengantar nya pulang itu. Saat ini mereka memang sudah berada di teras rumah Berli dan memutuskan untuk duduk terlebih dahulu di bangku terasnya
"Sudah. Jangan berterimakasih terus.. Itu sudah menjadi kewajiban semua orang". Jawab pria itu tersenyum
"Saya Berliani Ayu.. Wah hebat.. Berarti tuan adalah orang luar negeri? Tapi tuan sangat fasih berbahasa Indonesia". Ucap Berli memperkenalkan diri kembali.
"Sudah. Panggil saja aku Ozcan. Tidak usah terlalu formal. Dan ya, aku memang fasih berbahasa Indonesia. Ibuku warga asli Indonesia, sedangkan ayahku berkebangsaan Turki. Aku datang ke Indonesia untuk mengunjungi ibuku". Jawab Ozcan ramah
"Ah.. Baiklah.. Ozcan.. Ibumu pasti bangga padamu". Ucap Berli ramah
__ADS_1
"Haha sudahlah jangan terlalu banyak memujiku. Sepertinya aku harus segera pulang. Ibuku pasti sudah menungguku. Semoga luka mu cepat sembuh. Sampai bertemu di lain waktu. Senang bertemu dengan mu Berli. Assalamualaikum.. ".
"Baiklah.. Sekali lagi terimakasih banyak Ozcan.. Senang bertemu dengan mu juga. Titip salam untuk ibumu ya.. Waalaikumsalam". Jawab Berli tersenyum
......................
"Apa aku salah meninggalkan Berli sendirian tadi? Bersama siapa ia pulang? Apa ada angkutan umum tadi? Aku menyesal sudah meninggalkan nya begitu saja. Huh David.. Kenapa kau menjadi seperti ini.. ". Ucap David yang menyesali perbuatannya saat meninggalkan Berli tadi. Tiba tiba saja ia merasa bersalah
"Aku harus menelpon nya". David langsung merogoh ponsel yang berada di saku nya. Tanpa menunggu lama ia langsung menekan tombol nomor ponsel Berli. Namun ponsel Berli justru tidak aktif
"Tidak mungkin aku datang ke rumahnya. Aku malu padanya. Aku akan memastikan ini besok saat ia bekerja. Semoga ia baik baik saja. Entah kenapa hariku menjadi gusar tak karuan seperti ini". Gumam David kembali sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Hatinya gusar tanpa sebab bercampur dengan rasa lelah hari ini.
VISUAL Ozcan Ankarian Gulbahar
__ADS_1
Ini gimana konsep nya siii bisa cogan gini? Masih semangat ga? Ozcan si ganteng yang ganteng nya ga jauh beda sama babang Felix siap menemani halunya si kamu nih. Pantengin terus yaa 😘